BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Dalam sebuah malam yang penuh drama dan keajaiban di Gewiss Stadium, Atalanta berhasil membalikkan keadaan secara dramatis untuk mengalahkan Borussia Dortmund 4-1 di leg kedua play-off fase gugur Liga Champions, memastikan langkah mereka ke babak 16 besar dengan agregat 4-3. Kekalahan di leg pertama dengan skor 2-0 seolah menjadi motivasi ekstra bagi La Dea untuk menampilkan performa luar biasa di hadapan publik sendiri. Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Gian Piero Gasperini menunjukkan determinasi tinggi, menciptakan atmosfer yang mencekam bagi tim tamu. Keunggulan agregat Dortmund yang telah mereka bangun di Signal Iduna Park seketika terancam oleh gelombang serangan yang tak henti-hentinya dari Atalanta.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, dan Atalanta tidak membuang-buang waktu untuk mengejar defisit dua gol. Hanya dalam lima menit pertama, Gianluca Scamacca berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari penetrasi Lorenzo Bernasconi dari sisi kiri, umpan mendatarnya berusaha dipotong oleh Ramy Bensebaini. Namun, tekel yang dilakukan Bensebaini justru berbuah petaka bagi Dortmund, bola memantul liar ke arah Scamacca yang berdiri di depan gawang. Dengan ketenangan luar biasa, Scamacca menyelesaikannya menjadi gol, membangkitkan semangat publik Gewiss Stadium dan membuka harapan besar bagi Atalanta. Gol cepat ini menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan oleh tim tuan rumah, yang kini hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamakan kedudukan agregat.
Atalanta terus menggempur pertahanan Dortmund. Pada menit ke-24, Nicola Zalewski nyaris menggandakan keunggulan timnya. Tendangannya dari luar kotak penalti dilepaskan dengan keras, namun masih mampu ditepis dengan gemilang oleh kiper Dortmund, Gregor Kobel. Kobel menunjukkan refleks yang memukau untuk menahan laju bola agar tidak berbuah gol kedua. Dortmund berusaha merespons gempuran tuan rumah. Melalui pergerakan Julian Brandt di dalam kotak penalti, ia mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan dari jarak dekat. Namun, kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, juga menunjukkan ketangguhannya dengan berhasil meredam peluang berbahaya tersebut. Pertarungan di lini tengah semakin sengit, dengan kedua tim saling bertukar serangan.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-45, perjuangan keras Atalanta akhirnya membuahkan hasil manis. Davide Zappacosta berhasil mencetak gol kedua bagi La Dea. Berawal dari umpan silang yang dilancarkan ke arah gawang Dortmund, Kobel berhasil menepis bola. Namun, bola tepisan tersebut jatuh di kaki Zappacosta yang berada di luar kotak penalti. Tanpa ragu, Zappacosta melepaskan tendangan keras dari luar kotak terlarang. Bola tendangannya berbelok arah setelah mengenai kaki Bensebaini, mengecoh Kobel yang sudah terlanjur bergerak ke arah yang salah. Gol ini menjadi krusial, karena berhasil menyamakan kedudukan agregat menjadi 2-2, membuat pertandingan semakin terbuka dan menegangkan. Skor 2-0 untuk keunggulan Atalanta di babak pertama membuat kedua tim harus mengakhiri paruh pertama dengan kedudukan agregat yang sama kuat.
Memasuki babak kedua, Atalanta tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Semangat untuk meraih kemenangan semakin membara di dalam diri para pemain. Gempuran La Dea akhirnya berbuah gol ketiga pada menit ke-57. Marten De Roon berhasil memberikan umpan silang akurat dari sisi kiri penyerangan. Bola tersebut berhasil disambut dengan sundulan terukur oleh Mario Pasalic, yang membuat Kobel tak berdaya untuk mengantisipasinya. Gol ini tidak hanya membawa Atalanta unggul 3-0 di pertandingan tersebut, tetapi yang lebih penting, membalikkan keadaan agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan mereka. Momen ini menjadi titik balik krusial, di mana Atalanta untuk pertama kalinya unggul secara agregat dalam duel dua leg ini.
Tertinggal secara agregat membuat Dortmund terpaksa bermain lebih agresif untuk mencari gol balasan. Serhou Guirassy mendapatkan peluang emas di depan gawang, namun penyelesaian akhirnya tidak cukup kuat. Bola liar yang kembali bergulir di depan gawang coba disambar oleh Fabio Silva, namun Carnesecchi kembali menunjukkan refleks yang luar biasa untuk memblok bola dan mencegah Dortmund menyamakan kedudukan. Pertandingan memasuki fase yang sangat menegangkan, di mana setiap serangan dari kedua tim bisa berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Namun, di tengah tekanan yang semakin meningkat, Dortmund akhirnya berhasil menyetarakan kedudukan agregat pada menit ke-75. Karim Adeyemi, dengan kecepatannya, menusuk dari sisi kanan pertahanan Atalanta. Ia kemudian melepaskan tendangan melengkung yang indah dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras tanpa bisa dijangkau oleh Carnesecchi, bersarang di sudut atas gawang. Gol ini membuat agregat kembali imbang 3-3, menciptakan ketegangan luar biasa bagi para pendukung Atalanta yang berharap tim kesayangan mereka bisa melaju ke babak selanjutnya. Pertandingan ini benar-benar menunjukkan esensi dari sepak bola Eropa yang penuh kejutan dan drama.
Puncak ketegangan terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Sebuah kesalahan fatal dilakukan oleh kiper Dortmund, Kobel, yang umpannya berhasil dipotong oleh Pasalic. Pasalic dengan cepat melepaskan umpan silang ke arah Nikola Krstovic yang berada di dalam kotak penalti. Dalam upaya untuk menghalau umpan silang tersebut, kaki Bensebaini justru mengenai kepala Krstovic. Wasit yang memimpin pertandingan, setelah berkonsultasi dengan VAR, memutuskan untuk memberikan penalti kepada Atalanta dan memberikan kartu kuning kedua kepada Bensebaini, yang berarti ia harus keluar lapangan. Keputusan ini menjadi momen yang sangat krusial dalam pertandingan.
Lazar Samardzic maju sebagai algojo penalti untuk Atalanta. Dengan ketenangan yang luar biasa di bawah tekanan yang begitu besar, Samardzic melepaskan tendangan ke sudut kiri atas gawang. Kobel mencoba menebak arah tendangan, namun bola meluncur deras tak terbendung dan masuk ke dalam gawang. Gol penalti ini mengunci kemenangan Atalanta dengan skor 4-1 di leg kedua, sekaligus memastikan keunggulan agregat 4-3 atas Borussia Dortmund. Sorak sorai membahana di Gewiss Stadium saat peluit panjang dibunyikan. Atalanta berhasil mewujudkan keajaiban dan melangkah dengan bangga ke babak 16 besar Liga Champions, sebuah pencapaian yang akan dikenang dalam sejarah klub.
Jalannya Pertandingan:
Atalanta, yang memulai pertandingan dengan defisit agregat 0-2, langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Tekanan yang mereka berikan membuahkan hasil instan ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Lorenzo Bernasconi melakukan penetrasi dari sisi kiri dan mengirimkan umpan mendatar yang coba diantisipasi oleh Ramy Bensebaini. Namun, tekel yang dilakukan oleh Bensebaini justru mengarahkan bola kepada Gianluca Scamacca di depan gawang, yang dengan sigap menyelesaikannya menjadi gol pembuka bagi Atalanta.
Atalanta nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-24 melalui tendangan Nicola Zalewski, yang masih dapat ditepis oleh Gregor Kobel. Dortmund berusaha merespons, dan Julian Brandt mendapatkan peluang di kotak penalti, namun tembakannya dari jarak dekat berhasil diredam oleh Marco Carnesecchi.
Gol kedua Atalanta tercipta pada menit ke-45. Davide Zappacosta memanfaatkan bola liar dari tepisan Kobel atas umpan silang. Ia kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengenai Bensebaini dan berbelok arah, mengecoh Kobel. Skor 2-0 untuk Atalanta di babak pertama menyamakan kedudukan agregat menjadi 2-2.
Selepas jeda, Atalanta melanjutkan serangan mereka, dan Mario Pasalic berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-57 melalui sundulan, membalikkan agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan Atalanta. Dortmund meningkatkan intensitas serangan mereka, dan Karim Adeyemi berhasil menyamakan agregat menjadi 3-3 pada menit ke-75 dengan tendangan melengkung yang indah.
Pada menit akhir laga, kesalahan Kobel dalam mengumpan dimanfaatkan oleh Pasalic, yang kemudian memberikan umpan silang kepada Nikola Krstovic. Bensebaini berusaha menyapu bola, namun kakinya mengenai kepala Krstovic di dalam kotak penalti. Setelah peninjauan VAR, wasit menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning kedua kepada Bensebaini. Lazar Samardzic maju sebagai eksekutor dan berhasil mencetak gol penalti, memastikan kemenangan 4-1 bagi Atalanta dan kelolosan mereka ke babak 16 besar dengan agregat 4-3.
Susunan Pemain:
Atalanta: Carnesecchi; Scalvini, Hien, Kolasinac; Zappacosta, De Roon, Pasalic, Bernasconi; Samardzic, Zalewski; Scamacca
Borussia Dortmund: Kobel; Can, Anton, Bensebaini; Ryerson, Nmecha, Bellingham, Svensson; Beier, Brandt; Guirassy

