0

Asri Welas Kerja Keras demi Anak: Aku Harus Tanggung Jawab

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sejak resmi menyandang status sebagai orang tua tunggal, Asri Welas kini memikul peran ganda dalam kehidupan keluarganya. Ia tidak hanya menjadi figur ibu, tetapi juga tulang punggung utama bagi ketiga anaknya yang saat ini tinggal bersamanya. Keputusan untuk mengasuh ketiga buah hatinya sepenuhnya setelah perpisahan dengan sang mantan suami, Galiech Ridha Rahardja, adalah sebuah langkah besar yang ia ambil dengan penuh kesadaran. Dalam wawancara eksklusif, Asri Welas mengungkapkan kedalaman perasaannya dan motivasi di balik kerja kerasnya yang tak kenal lelah.

Asri Welas mengaku bekerja keras bukan semata demi karier, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab penuh terhadap kebutuhan hidup anak-anaknya, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga masa depan mereka. "Karena anak-anak tinggal sama aku, tentu aku harus bertanggung jawab penuh atas kebutuhan mereka," ujar Asri Welas saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kemarin. Pengakuan ini mencerminkan betapa besar beban yang ia pikul, namun dihadapkan pada kenyataan, ia menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati. Ia tidak pernah mengeluh, melainkan fokus pada bagaimana ia bisa memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

Sebagai ibu dari tiga anak, Asri menyadari bahwa seluruh keputusan hidupnya kini harus berpijak pada kepentingan anak-anak. Ia pun tak memungkiri bahwa beban tersebut cukup besar, namun dijalaninya dengan kesadaran dan keikhlasan. Setiap langkah yang ia ambil, setiap pekerjaan yang ia ambil, selalu melalui pertimbangan matang demi masa depan ketiga anaknya. Mulai dari pemilihan sekolah, kebutuhan gizi, hingga aspek emosional dan psikologis mereka, semuanya menjadi prioritas utama Asri Welas. Ia ingin memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan penuh kasih sayang, meskipun kondisi keluarga mereka telah berubah.

Ketika ditanya soal nafkah dari mantan suaminya, Galiech Ridha Rahardja, Asri Welas tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya berharap semua berjalan dengan baik tanpa ingin memicu polemik baru. "Mudah-mudahan saja, mudah-mudahan," ucapnya singkat sambil tersenyum. Sikap Asri Welas ini menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi situasi pasca perceraian. Ia lebih memilih untuk menjaga kedamaian dan fokus pada perannya sebagai ibu tunggal daripada terlibat dalam perselisihan yang dapat berdampak negatif pada anak-anaknya. Ia percaya bahwa kebaikan dan doa adalah kunci untuk menyelesaikan segala urusan.

Meskipun telah berpisah secara resmi, Asri Welas menegaskan dirinya tidak pernah menutup akses komunikasi antara anak-anak dan ayah kandung mereka. Ia menilai hubungan anak dengan ayah harus tetap terjaga, apa pun kondisi rumah tangga orang tuanya. "Masih telepon sama anak-anak, iya lah, kan harus. Karena mereka ada ya lahir karena ada bapaknya," jelas Asri. Penegasan ini sangat penting untuk dipahami. Asri Welas memahami bahwa peran seorang ayah tidak bisa digantikan oleh siapa pun, dan ia ingin anak-anaknya tetap merasakan kehadiran dan kasih sayang dari ayah mereka. Ia mendorong komunikasi yang sehat dan positif antara anak-anak dan mantan suaminya.

Asri menekankan bahwa perceraian bukan alasan untuk memutus peran ayah dalam kehidupan anak-anak. Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan figur ayah sebagai bagian dari tumbuh kembang emosional mereka. Kehadiran figur ayah dalam kehidupan seorang anak sangat krusial untuk membentuk karakter, rasa percaya diri, dan pemahaman tentang peran gender. Asri Welas, dengan segala keterbatasan yang ada, berusaha menciptakan jembatan komunikasi agar anak-anaknya tidak kehilangan sosok ayah mereka. Ia melihat perceraian sebagai perubahan struktur keluarga, bukan penghapusan hubungan darah.

Setelah resmi bercerai sekitar setahun lalu, Asri Welas memang mendapatkan hak asuh penuh atas ketiga anaknya. Kendati demikian, ia mengaku sama sekali tidak membatasi Galiech untuk berkomunikasi atau menjalin hubungan dengan anak-anak. Hal ini kembali menegaskan komitmen Asri Welas untuk memprioritaskan kebahagiaan dan kesejahteraan anak-anak di atas segalanya. Ia tidak menyimpan dendam atau rasa pahit terhadap masa lalu, melainkan fokus pada masa depan anak-anak yang cerah. Ia percaya bahwa dengan adanya dukungan dari kedua orang tua, meskipun terpisah, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh.

Kini, di tengah kesibukan syuting dan pekerjaannya di dunia hiburan, Asri Welas berusaha menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pencari nafkah. Fokus utamanya adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat, merasa aman, dan mendapatkan perhatian penuh meski tanpa kehadiran orang tua yang utuh. Ini adalah tantangan besar yang dihadapi oleh banyak orang tua tunggal di seluruh dunia. Asri Welas menghadapi ini dengan keberanian dan kekuatan. Ia belajar untuk membagi waktu secara efektif, mendelegasikan tugas jika memungkinkan, dan memastikan bahwa setiap momen yang ia habiskan bersama anak-anaknya berkualitas. Ia ingin anak-anaknya merasa bahwa mereka adalah pusat dunianya.

Bagi Asri Welas, bekerja keras bukan lagi soal ambisi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab dan cinta seorang ibu terhadap masa depan anak-anaknya. Ungkapan ini menjadi penutup yang kuat dan menyentuh. Ini bukan hanya tentang mencari uang, tetapi tentang memberikan fondasi yang kokoh bagi anak-anaknya. Ia ingin menanamkan nilai-nilai kerja keras, kemandirian, dan keberanian dalam diri anak-anaknya. Asri Welas adalah contoh nyata dari seorang ibu yang rela berkorban demi buah hatinya. Ia membuktikan bahwa cinta seorang ibu tidak mengenal batas, bahkan dalam menghadapi kesulitan hidup.

Asri Welas, dengan segala kesibukannya sebagai seorang figur publik, tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu. Ia terus berjuang, bekerja keras, dan memberikan cinta yang tak terhingga bagi ketiga anaknya. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi para ibu tunggal lainnya yang mungkin sedang menghadapi tantangan serupa. Ia menunjukkan bahwa dengan kekuatan tekad, cinta, dan tanggung jawab, segala rintangan dapat diatasi demi kebahagiaan anak-anak. Perjuangan Asri Welas adalah bukti nyata dari pengorbanan seorang ibu yang luar biasa. Ia tidak hanya menjadi ibu, tetapi juga ayah, sahabat, dan pelindung bagi anak-anaknya.

Dalam setiap senyumnya, dalam setiap langkahnya, terlihat jelas dedikasi Asri Welas terhadap anak-anaknya. Ia membangun masa depan mereka dengan tangannya sendiri, dengan keringat dan air matanya, namun dengan senyum yang tak pernah pudar. Ini adalah sebuah kisah tentang kekuatan, ketahanan, dan cinta abadi seorang ibu yang takkan pernah padam. Ia adalah pahlawan bagi anak-anaknya, dan kisahnya akan terus menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah pada mimpi dan cinta terhadap keluarga. Ia telah membuktikan bahwa dengan hati yang tulus dan semangat yang membara, segala sesuatu yang terlihat mustahil dapat diwujudkan.