BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kondisi kesehatan aktor dan komedian senior, Diding Boneng, dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan. Akibat aktivitasnya yang padat dalam memantau pembangunan rumahnya yang baru saja mengalami musibah roboh, penyakit asma yang telah lama diidapnya dilaporkan kambuh. Pihak keluarga telah mengonfirmasi bahwa Diding Boneng saat ini tengah menjalani proses pengobatan intensif. Adik bungsu Diding Boneng, Zaenal Wahyudin, yang akrab disapa Bambang, memberikan keterangan bahwa kakaknya tersebut baru saja dibawa ke Tangerang untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai. “Sekarang dia lagi berobat di Tangerang. Dari tadi pagi mungkin berangkatnya, kalau gak besok atau lusa mungkin kembali,” ujar Bambang dengan nada prihatin saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, pada Sabtu (3/1/2026).
Penurunan kondisi kesehatan komedian yang kini berusia 75 tahun ini telah terasa sejak beberapa hari terakhir. Lingkungan rumah yang dipenuhi debu akibat proses renovasi, ditambah dengan kelelahan fisik yang dialami Diding Boneng, diduga kuat menjadi faktor pemicu utama kambuhnya penyakit asma yang dideritanya. Bambang menjelaskan lebih lanjut, “Sakit asma, emang dari malam sudah berasa dia karena mungkin banyak melayani wawancara, terus debu juga. Akhirnya tadi pagi diberangkatkan ke Tangerang untuk berobat asmanya itu.”
Meskipun mengalami gangguan pernapasan yang cukup serius, pihak keluarga dengan lega memastikan bahwa Diding Boneng tidak memiliki riwayat penyakit kronis lainnya yang mengkhawatirkan. Selama ini, kondisi tubuh Diding Boneng terbilang cukup prima dan sehat, bahkan hingga beberapa tahun terakhir sebelum akhirnya didiagnosis mengidap asma. “Alhamdulillah beliau gak punya penyakit dalam ya. Dan asma pun baru-baru ini saja, mungkin karena sudah faktor usia juga. Selama ini, dari umur 70 tahun itu beliau masih sehat, masih wara-wiri,” terang Bambang, menunjukkan bahwa asma tersebut merupakan kondisi baru yang muncul seiring bertambahnya usia.
Masalah kesehatan yang dialami Diding Boneng ini juga menjadi salah satu alasan utama mengapa dirinya semakin jarang terlihat tampil di layar lebar. Bambang mengungkapkan bahwa kakaknya tersebut sudah cukup lama menghentikan aktivitas syuting dan lebih memilih untuk fokus beristirahat dari hiruk pikuk dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. “Belum bisa syuting, sudah lama gak. Aku bilang sudah beberapa tahun, mungkin ada 3 tahun sudah gak syuting,” jelas Bambang, mengindikasikan jeda yang cukup panjang dari karier aktingnya.
Kesadaran Diding Boneng akan kondisi kesehatannya yang kini mulai menurun juga sangat terlihat dari sikapnya dalam memilih tawaran pekerjaan. Ia kini menjadi sangat selektif dalam menerima tawaran job syuting, memprioritaskan kesehatannya di atas segalanya. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk antisipasi agar kondisinya tidak semakin memburuk dan agar ia dapat lebih fokus pada pemulihan.
Penyakit asma sendiri merupakan kondisi peradangan kronis pada saluran udara yang menyebabkan saluran tersebut menjadi lebih sensitif dan meradang. Ketika seseorang dengan asma terpapar pemicu, otot-otot di sekitar saluran udara akan mengencang dan lapisan saluran udara akan membengkak, sehingga produksi lendir meningkat. Hal ini dapat membuat pernapasan menjadi sulit, yang ditandai dengan gejala seperti batuk, mengi (suara siulan saat bernapas), sesak napas, dan rasa berat di dada. Pemicu asma bisa sangat bervariasi antar individu, namun beberapa yang paling umum meliputi alergen (seperti debu, serbuk sari, bulu hewan), iritan di udara (seperti asap rokok, polusi udara, uap kimia), infeksi saluran pernapasan, aktivitas fisik, cuaca dingin, dan stres emosional. Dalam kasus Diding Boneng, debu dari renovasi rumah dan kelelahan fisik yang dipicu oleh aktivitas pemantauan pembangunan rumah yang roboh, tampaknya menjadi kombinasi pemicu yang kuat.
Faktor usia juga memainkan peran penting dalam kerentanan seseorang terhadap penyakit, termasuk asma. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mungkin mengalami perubahan, dan organ-organ tubuh dapat menjadi kurang efisien dalam berfungsi. Saluran pernapasan pun bisa menjadi lebih sensitif terhadap berbagai rangsangan. Meskipun Diding Boneng telah menjaga kesehatannya dengan baik hingga usia 70 tahun, perubahan alami yang terjadi seiring bertambahnya usia dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap kondisi seperti asma, terutama jika ada faktor pemicu lain yang hadir.
Keputusan keluarga untuk membawa Diding Boneng berobat ke Tangerang menunjukkan bahwa mereka mencari perawatan yang terbaik dan mungkin fasilitas medis yang lebih spesifik untuk penanganan asma di sana. Lokasi pengobatan yang dipilih bisa jadi memiliki spesialis paru yang lebih berpengalaman atau pusat rehabilitasi pernapasan yang terkemuka. Keinginan keluarga untuk memastikan Diding Boneng mendapatkan penanganan yang optimal adalah prioritas utama.
Perjalanan Diding Boneng di dunia hiburan Indonesia telah berlangsung lama dan penuh warna. Sebagai seorang komedian dan aktor, ia telah menghibur jutaan penonton dengan bakatnya. Namun, seiring berjalannya waktu, layaknya setiap individu, ia pun harus menghadapi tantangan kesehatan. Keputusan untuk mengurangi atau menghentikan aktivitas syuting adalah langkah bijak yang menunjukkan kedewasaan dalam mengelola karier dan kesehatan. Dunia hiburan seringkali menuntut stamina dan energi yang tinggi, dan ketika kesehatan menjadi prioritas, adaptasi adalah kunci.
Kisah Diding Boneng ini juga menjadi pengingat penting bagi banyak orang, terutama para pekerja seni yang seringkali memiliki jadwal padat dan tekanan tinggi. Menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan rutin, dan tidak mengabaikan gejala penyakit adalah hal yang krusial. Asma, meskipun sering dianggap sebagai penyakit kronis yang dapat dikelola, tetap membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.
Diding Boneng, dengan segala pengalaman dan prestasinya, kini tengah menjalani fase penting dalam hidupnya, yaitu fokus pada pemulihan kesehatan. Dukungan dari keluarga dan perhatian medis yang memadai akan menjadi faktor penentu dalam proses penyembuhannya. Semoga Diding Boneng segera pulih dan dapat kembali menikmati hidup dengan kondisi yang lebih baik, meskipun mungkin dengan ritme yang berbeda dari sebelumnya. Semangat dan doa dari para penggemar tentu akan menjadi suntikan moral yang berharga baginya.
Penanganan asma biasanya melibatkan kombinasi pengobatan untuk meredakan gejala dan mencegah serangan di masa depan. Obat-obatan seperti bronkodilator (untuk membuka saluran udara yang menyempit) dan kortikosteroid inhalasi (untuk mengurangi peradangan) seringkali menjadi bagian dari terapi. Selain itu, identifikasi dan penghindaran pemicu asma adalah strategi pencegahan yang sangat penting. Edukasi pasien mengenai penyakitnya dan cara penggunaannya yang benar adalah kunci keberhasilan pengobatan jangka panjang.
Dalam konteks Diding Boneng, pemantauan kondisi secara berkala oleh tim medis, termasuk ahli paru, akan sangat vital. Perjalanan ke Tangerang untuk berobat kemungkinan besar mencakup konsultasi mendalam, mungkin serangkaian tes diagnostik untuk mengevaluasi fungsi paru-parunya secara komprehensif, dan penyesuaian regimen pengobatan yang paling efektif untuknya. Keputusan untuk berhenti syuting selama 3 tahun terakhir juga menunjukkan bahwa masalah kesehatan ini telah menjadi perhatian serius baginya sejak lama, dan ia telah mengambil langkah proaktif untuk mengelolanya.
Kisah ini juga menyoroti pentingnya dukungan sosial dan emosional bagi individu yang menghadapi masalah kesehatan. Keluarga yang solid seperti yang dimiliki Diding Boneng menjadi sumber kekuatan dan kenyamanan yang tak ternilai. Kehadiran adik bungsunya, Bambang, yang secara aktif memberikan informasi dan menunjukkan kepedulian, adalah contoh nyata dari ikatan keluarga yang kuat.
Meskipun saat ini Diding Boneng tidak aktif di dunia syuting, warisan karya dan kontribusinya di industri hiburan tetap abadi. Penggemar akan selalu mengenang peran-perannya yang menghibur dan menghadirkan tawa. Fokus saat ini adalah pada kesembuhannya, agar ia dapat kembali menikmati masa tuanya dengan kualitas hidup yang baik dan sehat. Harapan terbesar adalah agar pengobatan di Tangerang memberikan hasil yang positif dan Diding Boneng dapat segera merasakan perbaikan kondisi kesehatannya.

