BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kehadiran pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, dalam ajang balap bergengsi Asian Le Mans Series selalu dinanti oleh para penggemar otomotif Tanah Air. Setelah menampilkan performa impresif di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada putaran pertama bulan lalu, Sean kini siap kembali mengaspal di Sirkuit Dubai Autodrome, Uni Emirat Arab, pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2026. Kali ini, tantangan yang dihadapi Sean bersama tim AF Corse 51 yang mengendarai Ferrari akan sedikit berbeda, yakni potensi lintasan kering yang berbeda drastis dengan kondisi basah yang mewarnai balapan sebelumnya di Sepang. Perubahan signifikan dalam kondisi lintasan ini diprediksi akan menghadirkan dinamika balapan yang baru dan menguji kemampuan adaptasi Sean serta strategi tim secara keseluruhan.
Perbedaan paling mencolok yang akan dihadapi Sean dan timnya di Dubai adalah faktor cuaca. Berbeda dengan Sepang yang sempat diguyur hujan deras, prakiraan cuaca dari Weather.com menunjukkan bahwa kemungkinan hujan di Dubai Autodrome selama dua hari balapan sangat minim, diperkirakan tidak lebih dari 5 persen. Hal ini berarti para pebalap kemungkinan besar akan bertarung di lintasan yang kering sepanjang akhir pekan. Meskipun Sean telah membuktikan kapasitasnya dalam beradaptasi dengan kondisi hujan di Sepang, di mana ia berhasil memulai balapan dari posisi ke-15 dan mengantarkan timnya finis di posisi keempat, lintasan kering tentu menghadirkan karakteristik dan tuntutan yang berbeda. Pengelolaan ban, pengereman, dan traksi akan menjadi aspek krusial yang harus dikuasai. Namun, Sean sendiri menunjukkan sikap optimis dan siap menghadapi segala kondisi. Ia menyatakan, "Ini balapan, basah atau kering itu sama tantangannya. Saya dan tim bakal menyiapkan semuanya sejak latihan pertama di Dubai." Pernyataan ini menegaskan bahwa Sean dan timnya tidak gentar menghadapi tantangan baru dan telah mempersiapkan diri secara matang untuk memberikan performa terbaik.
Sean Gelael memiliki catatan rekam jejak yang sangat positif di Sirkuit Dubai. Pengalamannya di sirkuit ini tidak hanya terbatas pada ajang Asian Le Mans Series, tetapi juga di kompetisi lain seperti 24H Dubai. Dalam berbagai kesempatan tersebut, Sean secara konsisten berhasil meraih podium di berbagai kelas dan konfigurasi mobil yang ia kendarai. Keakraban dengan karakter sirkuit Dubai, yang memiliki tata letak khas dengan kombinasi tikungan cepat dan beberapa area teknis, menjadi modal berharga bagi Sean untuk kembali unjuk gigi. Pengetahuan mendalam mengenai racing line, titik pengereman, dan manajemen grip di sirkuit ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Sean untuk meraih hasil optimal di seri kali ini.
Pada seri Asian Le Mans Series kali ini, Sean akan memperkuat tim AF Corse 51. Ia akan berbagi tugas di kokpit Ferrari bersama dua rekan setim yang berpengalaman, yaitu Davide Rigon dari Italia dan Charly Samani dari Prancis. Ketiganya akan berkompetisi di kelas GT, yang dikenal sebagai kelas yang paling banyak diminati dan memiliki persaingan paling ketat dalam ajang Asian Le Mans Series. Di kelas ini, Ferrari akan berhadapan langsung dengan pabrikan-pabrikan otomotif ternama lainnya, terutama dari Jerman, seperti Porsche dan BMW. Merek-merek asal Jerman ini telah menunjukkan dominasi yang cukup signifikan di kelas GT Asian Le Mans Series dalam beberapa musim terakhir, sehingga persaingan untuk meraih podium diprediksi akan semakin sengit dan menarik untuk disaksikan.
Meskipun persaingan di kelas GT diprediksi akan sangat ketat, kehadiran tim Kessel Racing 74 yang berhasil meraih kemenangan untuk Ferrari di seri Sepang menjadi sumber motivasi tambahan bagi tim AF Corse 51. Kemenangan tersebut membuktikan bahwa Ferrari memiliki potensi untuk bersaing dan bahkan mengalahkan para kompetitornya yang kuat. Sean dan timnya akan berusaha untuk mereplikasi kesuksesan tersebut di Dubai, dengan menerapkan strategi yang matang, memaksimalkan performa mobil Ferrari, dan tentunya mengandalkan pengalaman serta keahlian para pebalapnya. Fokus pada detail kecil, seperti strategi pit stop yang efisien dan konsistensi lap demi lap, akan menjadi kunci untuk dapat bersaing di barisan depan.
Asian Le Mans Series 2026 di Dubai Autodrome tidak hanya akan menggelar balapan di kelas GT, tetapi juga akan mempertandingkan dua kelas lainnya yang tidak kalah menarik, yaitu LMP2 (Le Mans Prototype 2) dan LMP3 (Le Mans Prototype 3). Kedua kelas prototype ini menawarkan tontonan balap yang sangat cepat dan penuh drama, dengan mobil-mobil yang dirancang khusus untuk kecepatan maksimal di lintasan balap. Total akan ada tiga balapan yang dilombakan di Dubai Autodrome, yang mencakup Race 3 dan Race 4 dari rangkaian Asian Le Mans Series. Para penggemar balap dapat menyaksikan seluruh rangkaian keseruan ini secara langsung melalui kanal YouTube resmi @AsianLeMansSeries, yang akan menyiarkan setiap momen balapan secara live streaming. Hal ini memberikan kesempatan bagi para penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk mendukung Sean Gelael dan timnya serta menikmati aksi balap kelas dunia.
Kesiapan Sean Gelael dan tim AF Corse 51 dalam menghadapi tantangan lintasan kering di Dubai Autodrome patut diapresiasi. Pengalamannya yang beragam, baik di kondisi basah maupun kering, serta rekam jejaknya yang gemilang di sirkuit Dubai, memberikan optimisme bahwa ia mampu memberikan penampilan yang kompetitif. Persaingan di kelas GT yang ketat dengan kehadiran pabrikan-pabrikan besar seperti Porsche dan BMW akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Sean dan timnya. Namun, dengan semangat juang yang tinggi, strategi yang matang, dan dukungan dari para penggemar, Sean Gelael berpotensi untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah balap internasional. Perjalanan menuju puncak di Asian Le Mans Series 2026 masih panjang, dan seri di Dubai ini akan menjadi salah satu penentu penting dalam peta persaingan musim ini. Kemampuan adaptasi, konsistensi, dan performa puncak akan menjadi faktor penentu dalam meraih hasil yang memuaskan di gurun pasir Dubai.

