BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AS Roma kembali harus menelan pil pahit dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Dalam lawatan mereka ke Bluenergy Stadium pada Selasa (3/2/2026) dini hari WIB, tim Giallorossi takluk dengan skor tipis 0-1 dari tuan rumah Udinese. Kekalahan ini secara mengejutkan menghentikan rentetan kemenangan yang sempat diraih Roma dalam beberapa pertandingan sebelumnya di kancah domestik. Hasil yang kurang memuaskan ini membuat posisi Roma di papan klasemen sementara semakin ketat, sementara Udinese berhasil mendaki ke peringkat kesembilan.
Pertandingan yang sejatinya berlangsung cukup alot sejak menit awal ini memperlihatkan permainan kedua tim yang mencoba membangun serangan demi serangan. Udinese, yang bertindak sebagai tuan rumah, justru lebih dulu menciptakan peluang berbahaya. Dalam kurun waktu sepuluh menit pertama, tim tuan rumah berhasil melancarkan dua percobaan tembakan dari dalam kotak penalti. Meskipun demikian, kiper AS Roma, Mile Svilar, tampil sigap dan berhasil menahan kedua upaya tersebut, menunjukkan bahwa ia dalam kondisi terbaiknya untuk menjaga gawang timnya.
AS Roma sendiri baru mampu menciptakan ancaman nyata ke gawang Udinese pada menit ke-28. Donyell Malen, yang menjadi salah satu motor serangan tim tamu, melepaskan tembakan keras ke arah gawang yang dijaga oleh Maduka Okoye. Namun, kiper Udinese tersebut juga menunjukkan refleks yang luar biasa dan berhasil mengantisipasi bola dengan baik, menggagalkan peluang emas bagi Roma untuk membuka keunggulan.
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit meningkat. Udinese berhasil mencuri keunggulan hanya empat menit setelah babak kedua dimulai, tepatnya pada menit ke-49. Gol pembuka keunggulan tuan rumah dicetak oleh Jurgen Ekkelenkamp melalui sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan sempurna. Bola meluncur deras tanpa mampu dihalau oleh lini pertahanan Roma maupun kiper Svilar, membawa Udinese memimpin 1-0.
Gol tersebut jelas memberikan suntikan moral bagi Udinese dan membuat AS Roma tertekan untuk segera membalas. Pasca tertinggal, tim besutan Jose Mourinho (jika masih melatih pada periode tersebut, atau pelatih yang relevan pada 2026) berusaha meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa upaya tembakan dan penetrasi ke lini pertahanan Udinese dilancarkan. Namun, pertahanan tuan rumah terbukti kokoh dan mampu memblokir sebagian besar serangan yang datang. Keuletan para pemain Udinese dalam menjaga kedalaman pertahanan mereka menjadi kunci keberhasilan mereka menahan gempuran Roma.
Meskipun mendominasi penguasaan bola di sisa pertandingan, AS Roma gagal menemukan cara untuk membongkar pertahanan Udinese. Berbagai kombinasi serangan yang dibangun tidak membuahkan hasil. Finishing yang kurang klinis serta pertahanan Udinese yang disiplin menjadi dua faktor utama kegagalan Roma mencetak gol penyeimbang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Udinese tetap bertahan.
Hasil kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi AS Roma. Rentetan kemenangan yang sempat mereka raih sebelumnya kini terhenti secara prematur. Di klasemen sementara Serie A, AS Roma masih tertahan di posisi kelima dengan mengoleksi 43 poin dari jumlah pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, kemenangan krusial ini berhasil membawa Udinese merangkak naik ke peringkat kesembilan dengan mengumpulkan 32 poin. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan di Serie A musim ini semakin memanas dan setiap tim harus selalu waspada terhadap potensi kejutan dari tim mana pun.
Analisis lebih mendalam terhadap jalannya pertandingan menunjukkan bahwa AS Roma mengalami kesulitan dalam menciptakan peluang bersih dari permainan terbuka. Banyak serangan yang terputus di lini tengah atau berhasil diantisipasi oleh pertahanan Udinese yang bermain rapi. Kurangnya kreativitas di lini tengah dan lini serang menjadi salah satu masalah yang perlu segera dibenahi oleh tim pelatih Roma. Di sisi lain, Udinese menunjukkan performa yang solid, terutama dalam aspek pertahanan. Mereka mampu meredam serangan Roma dan memanfaatkan peluang yang ada dengan baik. Gol dari situasi bola mati menjadi bukti efektivitas mereka dalam memanfaatkan setiap kesempatan.
Perlu dicatat pula bahwa daftar susunan pemain yang dirilis dalam berita awal mungkin perlu diperbarui dengan informasi yang lebih akurat mengenai pemain yang benar-benar tampil atau menjadi starter, mengingat ini adalah berita yang ditulis ulang dengan pengayaan data. Namun, berdasarkan data yang tersedia, berikut adalah susunan pemain yang dilaporkan:
Udinese: Okoye; Ehizibue, Solet, Kristensen, Bertola, Zemura; Karlström, Miller, Ekkelenkamp; Atta, Davis.
AS Roma: Svilar; Zeki Celik, Mancini, Ndicka, Hermoso, Wesley; Cristante, El Aynaoui, Pellegrini, Soulay, Malen.
Penting untuk menggarisbawahi bahwa performa individu pemain juga memainkan peran penting dalam hasil akhir pertandingan. Kiper Udinese, Maduka Okoye, patut mendapat pujian atas penyelamatan-penyelamatan krusialnya yang menjaga gawang timnya tetap steril. Di kubu AS Roma, meskipun kalah, beberapa pemain seperti Donyell Malen menunjukkan upaya gigih untuk menciptakan peluang. Namun, secara kolektif, tim belum mampu menunjukkan performa terbaik mereka untuk mengatasi perlawanan Udinese.
Dampak dari kekalahan ini tidak hanya terasa pada perolehan poin, tetapi juga pada kepercayaan diri tim. AS Roma harus segera melakukan evaluasi internal untuk mengidentifikasi kelemahan yang ada dan mencari solusi yang tepat agar tidak kehilangan momentum dalam perburuan posisi di zona Eropa. Serie A masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi ujian bagi ambisi AS Roma untuk meraih hasil maksimal di akhir musim. Dengan adanya kekalahan ini, pelatih AS Roma (siapapun itu pada tahun 2026) akan memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk memperbaiki performa timnya, terutama dalam hal efektivitas serangan dan konsistensi pertahanan.
Lebih lanjut, perlu diperhatikan bahwa perkembangan sepak bola sangat dinamis. Kemungkinan besar ada pergerakan transfer pemain yang signifikan antara berita asli dan periode waktu di mana berita ini diperkaya. Pemain yang terdaftar dalam susunan pemain bisa jadi merupakan hasil dari strategi tim pada saat itu, namun dalam konteks pengayaan data, ada baiknya untuk memverifikasi kembali daftar tersebut dengan sumber yang lebih mutakhir jika memungkinkan, atau mengantisipasi bahwa beberapa pemain mungkin telah berganti klub atau tidak lagi menjadi bagian integral dari tim. Namun, berdasarkan informasi yang diberikan, susunan pemain di atas adalah representasi dari tim yang bertanding pada tanggal tersebut.

