BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktris Andhara Early baru-baru ini mengejutkan publik dengan pengumuman perceraiannya dari Bugi Ramadhana di awal tahun 2026. Kabar mengejutkan ini disampaikannya secara langsung melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, mengakhiri bahtera rumah tangga yang telah terjalin sejak tahun 2011. Keputusan perpisahan ini diambil atas kesepakatan bersama, sebuah proses yang telah melalui pertimbangan matang dari kedua belah pihak. Setelah membina rumah tangga selama kurang lebih 14 tahun, Andhara mengungkapkan bahwa hal terberat yang ia rasakan pasca-perceraian bukanlah masalah emosional yang mendalam, melainkan adaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. "Kebiasaan saja sih kayaknya ya. Apa yang sudah menjadi kebiasaan gitu sih yang agak berat itu. Tapi yang lain-lainnya sih so far ya karena memang sudah dipikirkan dan sudah menjadi keputusan bareng-bareng ya memang harus diterima," ujar Andhara Early saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Meskipun statusnya kembali menyandang predikat janda, Andhara menegaskan bahwa hal ini tidak menjadi beban emosional yang signifikan baginya. Ia membandingkan situasinya dengan perceraian sebelumnya, menyatakan bahwa kasus kali ini memiliki nuansa yang berbeda. Namun, ia mengakui bahwa proses yang harus dilalui untuk mencapai titik perpisahan ini memang sangat melelahkan. "Dibilang beban gak ya, karena memang beda case-nya. Tapi lebih ke arah capek prosesnya. Beban harus menghadapi persidangan itu cukup exhausting, melelahkan buat aku," ungkap bintang film Mama Cake tersebut. Kelelahan yang ia rasakan lebih tertuju pada tahapan administratif dan hukum yang terkadang terasa menguras energi dan emosi.
Salah satu aspek terpenting yang menjadi perhatian Andhara adalah kondisi kedua buah hatinya. Anak pertama Andhara kini berusia 20 tahun, sementara anak keduanya masih berusia 10 tahun. Sejak awal, Andhara telah berkomitmen untuk bersikap terbuka dan melibatkan anak-anaknya dalam setiap pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan masa depan keluarga. Pendekatan ini ia ambil untuk memastikan bahwa anak-anak tidak merasa terbebani atau menyalahkan diri sendiri atas perpisahan orang tua mereka. "Sebelum memutuskan untuk berpisah itu ya aku sudah komunikasi, sudah diskusi sama anak. Aku melibatkan mereka, bukan tipe yang sudah selesai baru dikasih tahu," jelasnya dengan tegas.
Prinsip keterbukaan ini didasari oleh pengalaman pribadinya di masa lalu. Saat orang tuanya bercerai, Andhara yang masih kecil sempat merasakan beban dan bertanya-tanya apakah ada kesalahan yang ia lakukan. Pemikiran tersebut tentu saja memberikan dampak psikologis yang kurang baik bagi dirinya sebagai seorang anak. "Aku dulu di posisi anak, begitu orang tua aku bercerai, aku punya pemikiran ‘wah ada salah aku’. Jadi anak langsung jadi ada beban. Kalau dilibatkan, mereka tahu ini memang masalah orang dewasa," tuturnya, menekankan pentingnya transparansi dalam menghadapi situasi yang sensitif seperti perceraian. Dengan melibatkan anak-anak dalam diskusi, mereka dapat memahami bahwa perceraian adalah masalah orang dewasa yang tidak ada hubungannya dengan kesalahan mereka.
Meskipun kini mereka tidak lagi tinggal serumah, Andhara dan Bugi sepakat untuk tetap menjaga hubungan baik demi kepentingan anak-anak. Mereka menganut sistem co-parenting, sebuah model pengasuhan bersama di mana kedua orang tua tetap berperan aktif dalam kehidupan anak meskipun tidak lagi menjadi pasangan suami istri. Andhara memberikan kebebasan penuh kepada Bugi untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak kapan pun ia mau. "Kita co-parenting. Aku ngebebasin anytime Bugi mau datang ke rumah untuk anak. Aku juga kalau lagi syuting, ya aku minta dia yang jagain anak," kata Andhara, menunjukkan komitmennya untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua mereka.
Keputusan untuk baru mengumumkan perceraiannya, padahal gugatan cerai telah diajukan sejak Juli 2025, memiliki alasan tersendiri. Andhara menjelaskan bahwa pengumuman ini baru dilakukan setelah masa iddah selesai, yaitu masa tunggu bagi seorang wanita pasca-perceraian atau kematian suami sebelum ia dapat menikah lagi. Keputusan ini juga diambil atas saran dari keluarga besarnya. "Biar ke depannya gak timbul fitnah. Daripada menghambat satu belah pihak, jadi lebih baik di-announce," jelasnya. Dengan mengumumkan secara terbuka setelah masa iddah, Andhara berharap dapat menghindari spekulasi dan gosip yang tidak diinginkan, serta memberikan kejelasan bagi semua pihak.
Awalnya, Andhara memiliki niat untuk memberitahukan kabar perceraiannya hanya kepada lingkaran orang-orang terdekatnya. Namun, setelah melakukan diskusi mendalam dengan keluarga, ia akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih terbuka dengan mengumumkan hal ini kepada publik. Keputusan ini diambil untuk menciptakan ketenangan dan kepastian bagi semua yang terlibat. "Pas masa iddah selesai, aku jadi lebih tenang mem-publish ini. Karena di masa iddah itu kan masih banyak kemungkinan. Tapi setelah selesai dan kami sama-sama tahu ini yang terbaik, ya sudah," pungkas Andhara, menandakan bahwa keputusan ini telah bulat dan merupakan jalan terbaik bagi semua pihak, terutama bagi dirinya dan anak-anaknya.

