0

AMD Rilis Ryzen AI Max Plus: Lebih Murah dan Incar Perangkat Gaming Portabel

Share

AMD kembali mengukuhkan posisinya sebagai inovator terdepan dalam teknologi prosesor dengan meluncurkan varian terbaru dari lini Ryzen AI Max, yaitu Ryzen AI Max Plus 392 dan Ryzen AI Max Plus 388. Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus AMD, dari sekadar menargetkan beban kerja AI yang berat menuju pasar perangkat gaming portabel dan ringkas yang sedang berkembang pesat. Dengan harga yang diharapkan lebih terjangkau, chip baru ini diharapkan dapat mendemokratisasi akses ke pengalaman gaming berperforma tinggi di berbagai form factor non-konvensional.

Sebelumnya dikenal dengan nama sandi "Strix Halo", lini prosesor Ryzen AI Max original diposisikan sebagai solusi premium untuk komputasi AI tingkat lanjut. Chip ini dirancang dengan kemampuan komputasi yang luar biasa, didukung oleh kapasitas memori hingga 128GB dan unit grafis terintegrasi (iGPU) yang sangat bertenaga. Perpaduan antara inti CPU yang banyak, NPU (Neural Processing Unit) khusus untuk AI, dan GPU yang perkasa menjadikannya primadona bagi para pengembang dan pengguna yang membutuhkan kekuatan pemrosesan AI ekstrem. Namun, potensi grafisnya yang luar biasa justru menarik perhatian pasar gaming, yang kemudian melahirkan berbagai perangkat gaming non-konvensional. Dari konsol handheld super bertenaga yang dapat menjalankan game AAA dengan lancar, hingga tablet gaming yang inovatif, dan desktop mini ringkas yang menawarkan performa setara PC gaming ukuran penuh, semua form factor ini menunjukkan bahwa Strix Halo memiliki potensi besar di luar ranah AI murni.

Kendati demikian, adopsi luas perangkat berbasis Ryzen AI Max menghadapi tantangan signifikan: harganya yang mahal. Sebagian besar perangkat yang mengusung chip ini dibanderol dengan harga premium, seringkali mendekati atau bahkan menembus angka USD 2.000. Angka ini tentu menjadi penghalang bagi mayoritas konsumen yang mencari perangkat gaming portabel yang lebih terjangkau. Faktor lain yang memperparah situasi adalah kelangkaan RAM global yang telah berlangsung cukup lama. Memori LPDDR5X berperforma tinggi yang biasanya digunakan pada chip Strix Halo ini memiliki harga yang fluktuatif dan cenderung tinggi, secara langsung mendongkrak biaya produksi keseluruhan perangkat. Prosesor dengan jumlah inti CPU yang sangat banyak (hingga 16 core pada varian kelas atas) dan dukungan memori besar juga berkontribusi pada kompleksitas desain dan biaya manufaktur yang lebih tinggi. Kondisi pasar ini menciptakan celah di mana perangkat dengan performa tinggi namun harga lebih moderat sangat dibutuhkan.

Menyadari dinamika pasar ini dan adanya permintaan yang kuat dari para mitranya, AMD mengambil langkah proaktif untuk memperluas jangkauan pasar Ryzen AI Max. Mereka memperkenalkan dua varian baru: Ryzen AI Max Plus 392 dan Ryzen AI Max Plus 388. Kedua chip ini mempertahankan konfigurasi grafis penuh yang merupakan daya tarik utama Strix Halo, dengan 40 compute unit (CU) dan performa puncak hingga 60 teraflops (TFLOPS). Angka 60 TFLOPS ini bukan hanya sekadar angka; ini adalah indikator kemampuan komputasi grafis yang setara dengan GPU diskrit kelas menengah ke atas, sebuah pencapaian luar biasa untuk unit grafis terintegrasi dalam sebuah APU (Accelerated Processing Unit). Performa grafis ini memungkinkan perangkat portabel untuk menjalankan game-game modern dengan pengaturan grafis yang layak pada resolusi yang umumnya digunakan pada perangkat genggam, seperti 1080p atau 800p, dengan frame rate yang stabil dan pengalaman bermain yang imersif.

Perbedaan utama antara varian "Plus" ini dengan pendahulunya terletak pada jumlah inti CPU. Ryzen AI Max Plus 392 dibekali dengan 12 core CPU, sementara versi 388 hanya memiliki 8 core. Angka ini merupakan penurunan yang signifikan dari 16 core yang ditawarkan pada varian Ryzen AI Max kelas atas. Keputusan untuk memangkas jumlah inti CPU ini bukanlah tanpa alasan; menurut AMD, langkah ini diambil atas permintaan langsung dari mitra perangkat gaming mereka. Rahul Tikoo, pimpinan divisi prosesor klien AMD, menegaskan bahwa ini adalah respons langsung terhadap kebutuhan pasar. "Alasan kami menghadirkan 392 dan 388 adalah karena ini produk yang tepat untuk gamer. Ada permintaan spesifik dari pelanggan untuk SKU gaming yang ingin kami bawa ke pasar," ujar Tikoo dalam keterangannya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa AMD secara cermat mendengarkan umpan balik dari ekosistem mereka dan beradaptasi dengan kebutuhan segmen pasar yang spesifik. Untuk perangkat gaming portabel, daya grafis seringkali lebih krusial daripada jumlah inti CPU yang sangat banyak, terutama karena sebagian besar game saat ini belum sepenuhnya memanfaatkan lebih dari 8-12 inti CPU. Dengan mengurangi jumlah inti, AMD dapat mengoptimalkan biaya produksi, konsumsi daya, dan disipasi panas, yang semuanya sangat penting untuk form factor ringkas.

Meskipun AMD belum memberikan konfirmasi harga resmi untuk perangkat berbasis chip baru ini, pernyataan Tikoo membuka peluang adanya harga yang lebih terjangkau. Ia menyebut bahwa sistem berbasis Ryzen AI Max umumnya berada di kisaran USD 1.000 hingga USD 1.500, yang masih lebih tinggi dibandingkan laptop Ryzen AI standar yang bisa dimulai dari USD 500. Namun, dibandingkan dengan harga USD 2.000+ yang mendominasi perangkat Strix Halo sebelumnya, kisaran USD 1.000-1.500 menunjukkan penurunan yang signifikan. Penurunan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen dan produsen perangkat yang ingin menawarkan produk dengan performa tinggi namun harga lebih bersaing. Bayangkan sebuah handheld gaming yang mampu menjalankan Cyberpunk 2077 atau Alan Wake 2 dengan lancar, namun dengan harga yang jauh lebih mudah dijangkau dibandingkan model-model sebelumnya. Ini adalah janji yang ditawarkan oleh Ryzen AI Max Plus.

AMD sendiri telah secara aktif memamerkan potensi Strix Halo melalui berbagai prototipe perangkat gaming. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah prototipe handheld GPD Win 5, yang menunjukkan kemampuan Strix Halo dalam menyajikan pengalaman gaming kelas desktop dalam genggaman tangan. Selain GPD, sejumlah produsen perangkat gaming portabel lainnya seperti Ayaneo dan OneXPlayer juga telah mengumumkan rencana mereka untuk merilis perangkat handheld berbasis Strix Halo. Dengan kehadiran varian Ryzen AI Max Plus yang lebih fleksibel, produsen-produsen ini kini memiliki opsi yang lebih luas untuk merancang perangkat dengan keseimbangan performa dan harga yang lebih baik. Mereka dapat memilih chip dengan 8 atau 12 inti CPU, yang mungkin lebih sesuai dengan target harga dan profil konsumsi daya untuk handheld atau tablet gaming, tanpa mengorbankan kekuatan grafis inti yang menjadi daya tarik utama.

Strategi AMD dengan meluncurkan Ryzen AI Max Plus ini adalah langkah cerdas untuk memperluas adopsi chip grafis terintegrasi kelas atas mereka ke pasar gaming portabel dan perangkat kompak. Ini menunjukkan pemahaman mendalam AMD tentang kebutuhan pasar dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat. Dengan fokus yang lebih tajam pada gamer dan perangkat portabel, AMD tidak hanya berpotensi meningkatkan pangsa pasarnya di segmen ini, tetapi juga mendorong inovasi dalam desain perangkat keras gaming. Konsumen dapat menantikan pilihan perangkat yang lebih beragam, lebih bertenaga, dan yang terpenting, lebih terjangkau. Ini adalah era baru bagi gaming portabel, di mana performa kelas atas tidak lagi harus selalu datang dengan label harga yang selangit, berkat visi dan adaptasi AMD yang berkelanjutan.

Implikasi jangka panjang dari langkah AMD ini cukup besar. Pertama, ini akan meningkatkan persaingan di pasar perangkat gaming portabel, mendorong inovasi lebih lanjut dari pesaing dan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Kedua, ini memperkuat posisi AMD sebagai pemimpin dalam teknologi APU, menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan solusi terintegrasi yang tidak hanya kuat di sisi CPU dan AI, tetapi juga di sisi grafis. Ketiga, ini berpotensi membuka jalan bagi pengembang game untuk mengoptimalkan judul-judul mereka agar berjalan lebih baik pada perangkat dengan spesifikasi APU yang kuat, mendorong ekosistem gaming secara keseluruhan. Dengan kata lain, Ryzen AI Max Plus bukan sekadar chip baru, melainkan sebuah pernyataan dari AMD tentang masa depan gaming yang lebih inklusif dan mudah diakses.