BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tengah berapi-api untuk menaklukkan Thailand Masters 2026 dan merebut gelar juara. Ambisi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan sebuah target strategis untuk melengkapi koleksi gelar mereka di level BWF World Tour. Sejauh ini, mereka telah membuktikan diri mampu merengkuh podium tertinggi di level Super 100 dan Super 500. Kini, gelar Super 300 menjadi incaran berikutnya, sebuah pencapaian yang akan semakin memperkuat posisi mereka di kancah bulu tangkis dunia.
Perjalanan menuju gelar juara di Thailand Masters 2026 tentu saja tidak akan mudah. Persaingan di level Super 300 selalu sengit, mempertemukan para pemain terbaik dari berbagai negara yang memiliki motivasi serupa. Namun, Raymond/Joaquin menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan tersebut. Bukti nyata kesiapan mereka terlihat dari keberhasilan mereka menembus babak perempatfinal turnamen yang sedang bergulir. Pada pertandingan babak 16 besar yang digelar pada Kamis, 29 Januari 2026, pasangan yang merupakan runner-up Indonesia Masters 2026 ini berhasil menumbangkan wakil tuan rumah, Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich, dengan kemenangan yang cukup meyakinkan.
Skor telak 21-8 dan 21-13 menjadi saksi bisu dominasi Raymond/Joaquin dalam pertandingan tersebut. Raymond mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan mereka dalam meraih hasil optimal adalah penerapan strategi permainan yang agresif sejak awal laga. "Dari awal kami langsung agresif untuk menyerang dan tidak mau ketinggalan. Motivasi kami yang pasti mau main maksimal dulu saja," ungkap Raymond dalam keterangan resminya melalui federasi. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membongkar pertahanan lawan dan mendikte jalannya pertandingan.
Menariknya, Nikolaus Joaquin justru merasa tidak tertekan meskipun bermain di kandang lawan dan menghadapi dukungan publik tuan rumah. Ia menilai bahwa atmosfer pertandingan di Thailand tidak seramai yang biasa ia rasakan di Istora Senayan, Jakarta. "Lawan tuan rumah biasa saja, karena penonton di sini tidak seramai seperti di Istora Senayan, jadi kami main normal saja," ujarnya. Sikap tenang dan fokus ini menjadi salah satu aset berharga bagi Raymond/Joaquin dalam menghadapi tekanan pertandingan di level internasional.
Keberhasilan Raymond/Joaquin melangkah ke babak perempatfinal ini merupakan langkah positif yang signifikan dalam upaya mereka mewujudkan target menjadi juara di Thailand Masters 2026. Di babak delapan besar, pasangan ganda putra peringkat 18 dunia ini akan menghadapi ujian yang lebih berat, yaitu menghadapi wakil dari Taiwan, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat, mengingat kualitas dan performa yang ditunjukkan oleh kedua pasangan.
Motivasi untuk melengkapi koleksi gelar menjadi pendorong utama bagi Raymond/Joaquin. "Menjadi juara di level 300 pastinya kami penasaran, kemarin sudah juara super 100 (Indonesia Masters II) dan super 500 (Australia Open) jadi kami mau kejar super 300 buat lengkapi gelar," tegas Joaquin. Pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ambisi besar dan mental juara yang kuat. Pengalaman mereka meraih gelar di level Super 100 dan Super 500 memberikan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di level Super 300.
Sebelumnya, perjalanan Raymond/Joaquin di dunia bulu tangkis profesional telah diwarnai dengan berbagai pencapaian gemilang. Di level Super 100, mereka berhasil merengkuh gelar juara di Indonesia Masters II, sebuah turnamen yang menjadi tolok ukur bagi para pemain muda dan yang sedang berjuang untuk naik peringkat. Keberhasilan ini menjadi batu loncatan bagi mereka untuk menapaki level yang lebih tinggi. Kemudian, mereka membuktikan konsistensinya dengan meraih gelar di Australia Open, sebuah turnamen level Super 500. Prestasi ini menunjukkan bahwa Raymond/Joaquin mampu bersaing dengan pemain-pemain papan atas dunia dan meraih kemenangan di turnamen bergengsi.
Pasangan ini dikenal memiliki gaya bermain yang dinamis dan komplementer. Raymond, dengan postur tubuhnya yang lebih tinggi, seringkali menjadi penyerang utama di depan net, memanfaatkan momentum untuk melakukan smash-smash keras dan pukulan-pukulan silang yang mematikan. Sementara itu, Joaquin, dengan kelincahan dan kecepatan geraknya, berperan sebagai penyuplai bola yang handal dan kerap melakukan serangan dari lini belakang. Kolaborasi keduanya dalam mengantisipasi bola, berkomunikasi di lapangan, dan membangun serangan menjadi kunci kekuatan mereka sebagai sebuah tim. Mereka mampu membaca permainan lawan dengan baik dan menerapkan strategi yang tepat untuk memenangkan setiap poin.
Thailand Masters 2026 sendiri merupakan salah satu turnamen penting dalam kalender BWF World Tour. Dengan status Super 300, turnamen ini memberikan poin peringkat yang signifikan bagi para peserta, serta menjadi ajang pembuktian bagi para pemain untuk mengukuhkan diri di papan atas. Persaingan di Thailand Masters 2026 diprediksi akan semakin memanas dengan hadirnya sejumlah ganda putra top dunia yang juga mengincar gelar juara. Oleh karena itu, perjuangan Raymond/Joaquin untuk meraih gelar Super 300 kali ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kemampuan dan mental mereka.
Raymond dan Joaquin adalah representasi dari generasi baru pemain bulu tangkis Indonesia yang memiliki potensi besar. Mereka tidak hanya memiliki bakat alami, tetapi juga didukung oleh kerja keras, disiplin, dan ambisi yang membara. Dukungan dari federasi, pelatih, dan para penggemar bulu tangkis di Indonesia menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berprestasi. Kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan, mengatasi tekanan pertandingan, dan bermain dengan performa maksimal di setiap laga menjadi bukti bahwa mereka adalah calon juara masa depan.
Lebih lanjut, keberhasilan Raymond/Joaquin meraih gelar di berbagai level turnamen tidak hanya memberikan kebanggaan bagi mereka pribadi dan tim, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para pemain muda lainnya di Indonesia. Kisah mereka menunjukkan bahwa dengan tekad yang kuat dan latihan yang konsisten, mimpi untuk menjadi juara dunia dapat terwujud. Mereka menjadi contoh nyata bahwa kompetisi di tingkat internasional dapat dihadapi dengan optimisme dan keberanian.
Perempatfinal melawan Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng akan menjadi pertandingan yang sangat krusial. Kemenangan di babak ini akan membuka jalan mereka menuju semifinal dan semakin mendekatkan mereka pada target gelar juara. Raymond dan Joaquin perlu menampilkan performa terbaik mereka, memanfaatkan setiap peluang yang ada, dan menjaga fokus sepanjang pertandingan. Mereka harus mampu mengantisipasi taktik dan strategi lawan, serta bermain dengan cerdas untuk memenangkan setiap reli.
Ambisi Raymond/Joaquin untuk melengkapi gelar Super 300 di Thailand Masters 2026 ini bukan sekadar harapan kosong. Dengan bekal pengalaman, kemampuan, dan mental juara yang mereka miliki, target ini sangat mungkin untuk dicapai. Perjalanan mereka di turnamen ini akan terus dipantau dengan antusias oleh para penggemar bulu tangkis di seluruh Indonesia, yang berharap mereka dapat kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Semangat juang dan determinasi Raymond/Joaquin patut menjadi apresiasi, dan semoga saja mereka dapat mewujudkan ambisi besar mereka di Thailand.

