BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menghadapi ketidakpastian mengenai kapan penyerang andalannya, Kylian Mbappe, dapat kembali merumput. Cedera lutut kiri yang dialami Mbappe pada 31 Desember lalu telah menimbulkan kekhawatiran di Santiago BernabĂ©u, dengan Alonso menegaskan bahwa timnya tengah berupaya maksimal untuk mempercepat proses pemulihan sang bintang asal Prancis tersebut. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh klub, Mbappe dipastikan tidak akan memperkuat Los Blancos dalam pertandingan melawan Real Betis di La Liga pada Minggu (4/1/2026), dan kondisinya juga diragukan untuk tampil di Piala Super Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Absennya Mbappe diprediksi akan menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Peran krusialnya dalam lini serang terbukti dari statistik gemilang yang ia torehkan musim ini, di mana 29 dari total 52 gol yang telah dicetak oleh El Real berasal dari kontribusinya. Kehilangan mesin gol utama di tengah kompetisi yang ketat tentu menjadi tantangan besar bagi Xabi Alonso. Dalam menghadapi situasi pelik ini, Alonso hanya dapat menyuarakan harapan agar cedera yang dialami striker andalannya tidak memaksanya absen dalam jangka waktu yang lama. Sambil menanti kembalinya Mbappe, tim pelatih terus berupaya mencari solusi taktis dan strategis untuk mengatasi kekosongan di lini depan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (3/1), menjelang duel melawan Real Betis, Xabi Alonso menyampaikan komitmennya terkait upaya pemulihan Mbappe. "Kami akan berupaya mempersingkat waktu absennya," ujar Alonso, seperti dikutip oleh ESPN. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan tim dalam menangani cedera sang pemain. Alonso menekankan bahwa keputusan terkait kapan Mbappe dapat kembali bermain sangat bergantung pada kondisi fisiknya dan bagaimana perasaannya. "Ini tentang perasaan. Kami akan melakukan segala yang mungkin untuk mempersingkat (absennya) agar dia bisa siap secepat mungkin. Tapi kapan itu? Itulah pertanyaannya, saya tidak tahu," tambahnya, menunjukkan bahwa belum ada kepastian waktu yang pasti.
Lebih lanjut, Alonso menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan mengenai kesiapan pemain akan dilakukan secara bertahap dan berdasarkan penilaian mendalam di setiap pertandingan. "Di tiap laga, kami melakukan penilaian, berdasarkan bagaimana perasaan pemain, dan kami mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan untuk laga itu. Sekarang kita lihat saja. Kami akan melakukan segala yang kami bisa agar ia kembali secepat mungkin," tegas Alonso, menggarisbawahi pendekatan yang cermat dan hati-hati dalam mengelola kondisi pemainnya. Fokus utama saat ini adalah memastikan Mbappe kembali ke lapangan dalam kondisi prima, bukan sekadar terburu-buru untuk memainkannya.
Dalam menghadapi kemungkinan absennya Mbappe dalam beberapa waktu ke depan, Real Madrid kemungkinan besar akan mengandalkan Gonzalo Garcia sebagai pengganti di posisi striker utama. Garcia sebelumnya pernah dipercaya untuk mengisi peran ini pada Piala Dunia Antarklub 2025, ketika Mbappe terpaksa menepi karena sakit. Pada kesempatan tersebut, Garcia menunjukkan performa yang cukup memuaskan dengan berhasil mencetak empat gol selama turnamen berlangsung. Kepercayaan yang diberikan kepada Garcia kala itu diharapkan dapat terulang kembali, meskipun situasinya kali ini sedikit berbeda.
Meskipun demikian, performa Gonzalo Garcia di musim ini belum sepenuhnya meyakinkan. Ia belum berhasil mencetak satu pun gol dari 17 penampilannya di berbagai kompetisi, meskipun baru tiga kali mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Garcia memiliki potensi dan pernah membuktikan diri, ia masih membutuhkan waktu untuk menemukan ketajamannya kembali atau beradaptasi dengan peran yang lebih sentral di lini depan. Oleh karena itu, absennya Mbappe tidak hanya menimbulkan pertanyaan tentang kapan ia akan kembali, tetapi juga bagaimana tim akan mengkompensasi kontribusi golnya, terutama jika Garcia belum mampu tampil optimal.
Perlu dicatat bahwa informasi mengenai cedera Mbappe dan perkiraan waktu absennya berasal dari pengumuman resmi Real Madrid pada 31 Desember lalu. ESPN kemudian melaporkan bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut akan melewatkan pertandingan melawan Real Betis dan berpotensi absen di Piala Super Spanyol. Pernyataan Xabi Alonso dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1) mengkonfirmasi ketidakpastian ini dan menegaskan upaya tim untuk mempercepat pemulihan. Riwayat pertandingan dan gol Mbappe musim ini menjadi indikator penting mengapa absennya sangat dirasakan oleh tim.
Kemungkinan penggantian Mbappe oleh Gonzalo Garcia juga menjadi sorotan. Pengalaman Garcia di Piala Dunia Antarklub 2025 memang menjadi referensi, namun performa terkininya di musim ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Analisis mendalam terhadap performa Garcia, taktik yang akan diterapkan Alonso, serta potensi pemain lain yang bisa dioptimalkan akan menjadi kunci bagi Real Madrid untuk tetap kompetitif tanpa Mbappe. Perkembangan kondisi Mbappe akan terus dipantau dengan cermat oleh klub, staf medis, dan para penggemar, seiring dengan harapan agar sang bintang dapat segera kembali memberikan kontribusi terbaiknya bagi Real Madrid.
Situasi ini juga menyoroti pentingnya kedalaman skuad dalam sebuah tim sepak bola profesional. Meskipun memiliki pemain bintang seperti Mbappe, cedera adalah risiko yang selalu ada. Real Madrid perlu memiliki rencana cadangan yang solid dan pemain lain yang siap mengambil tanggung jawab ketika dibutuhkan. Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan komposisi tim adalah salah satu ciri tim yang kuat. Xabi Alonso, sebagai pelatih, memiliki tugas berat untuk mengelola situasi ini, menjaga moral tim, dan menemukan solusi taktis yang efektif agar Real Madrid tetap berada di jalur persaingan, baik di La Liga maupun kompetisi lainnya.
Perjuangan Real Madrid dalam menghadapi absennya Kylian Mbappe akan menjadi ujian nyata bagi kekuatan mental dan kedalaman skuad mereka. Dukungan dari para penggemar dan upaya keras dari seluruh elemen tim akan menjadi faktor penting dalam melewati periode sulit ini. Sementara menunggu kepastian kapan Mbappe bisa kembali, fokus utama adalah menjaga performa tim tetap stabil dan meminimalkan dampak negatif dari absennya pemain kunci.
Kembalinya Mbappe ke lapangan tentu akan disambut dengan sukacita oleh seluruh pendukung Real Madrid. Namun, hingga saat itu tiba, tim harus menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk berjuang tanpa salah satu pemain terpenting mereka. Peran Xabi Alonso dalam memotivasi tim dan merancang strategi yang tepat akan sangat krusial. Perkembangan cedera Mbappe akan menjadi berita utama yang terus diikuti, dan harapan terbesar adalah ia dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali berkontribusi bagi kesuksesan Real Madrid di sisa musim ini.

