0

Allegri: Milan Sudah Oke di Musim Ini, Hanya Saja…

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pelatih Massimiliano Allegri memberikan pandangannya mengenai performa AC Milan di Serie A musim 2025/2026. Ia mengakui bahwa laju timnya di liga domestik berjalan sesuai harapan, namun menyayangkan kegagalan yang dialami di ajang Coppa Italia. Sejak ditunjuk kembali pada bursa transfer musim panas lalu, Allegri memiliki misi besar untuk mengembalikan AC Milan ke jalur persaingan setelah musim sebelumnya hanya mampu finis di peringkat kedelapan. Di bawah arahan taktiknya yang teruji, Rossoneri perlahan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, membuktikan bahwa mereka kembali menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Italia.

Performa gemilang AC Milan musim ini tidak terlepas dari kontribusi para pemainnya yang menunjukkan semangat juang tinggi dan kekompakan tim. Duet maut lini serang, yang dipimpin oleh pemain bintang seperti Rafael Leao, mampu memberikan ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan individu Leao seringkali menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan krusial. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga seringkali menjadi kreator peluang bagi rekan-rekannya. Selain Leao, pemain-pemain lain seperti Theo Hernandez di lini belakang, Sandro Tonali di lini tengah, dan Ante Rebic di lini serang, juga memberikan kontribusi yang tak kalah penting. Mereka saling mengisi dan mendukung, menciptakan sebuah tim yang solid dan sulit dikalahkan.

Allegri memang patut berbangga melihat timnya mampu bersaing ketat dalam perebutan gelar Scudetto. AC Milan saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Serie A, sebuah pencapaian luar biasa mengingat beberapa musim terakhir mereka kesulitan untuk menembus papan atas. Dengan mengoleksi 50 poin dari 23 pertandingan yang telah dilakoni, Milan hanya terpaut delapan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Jarak ini masih sangat mungkin untuk dikejar, terutama jika Milan mampu mempertahankan konsistensi performa mereka di sisa pertandingan musim ini.

Lebih lanjut, AC Milan juga berhasil unggul tipis satu poin dari juara bertahan Napoli yang berada di peringkat ketiga. Keunggulan ini semakin mempertegas bahwa Milan telah kembali menjadi pesaing serius dalam perburuan gelar juara. Kehadiran satu pertandingan di tangan juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Milan, yang bisa dimanfaatkan untuk menggeser posisi Napoli atau bahkan memperkecil jarak dengan Inter Milan.

Namun, di balik kesuksesan di liga domestik, ada satu catatan minor yang menjadi penyesalan bagi Massimiliano Allegri. Kiprah AC Milan di Coppa Italia musim ini tidak seberkilau performa mereka di Serie A. Tim berjuluk Il Diavolo Rosso ini harus tersingkir di babak perempat final setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Lazio. Gol tunggal Mattia Zaccagni di sepuluh menit terakhir pertandingan menjadi mimpi buruk bagi Milan dan para penggemarnya.

Allegri mengakui bahwa kegagalan di Coppa Italia ini merupakan sebuah penyesalan besar bagi timnya. "Kami menjalani sebuah musim yang bagus sejauh ini. Kami mulai dengan berusaha kembali ke Liga Champions, dan saat ini kami menempati empat besar. Itu adalah targetnya," ungkap Allegri mengutip Football-Italia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa target awal Allegri adalah memastikan AC Milan kembali berlaga di kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi, Liga Champions. Pencapaian saat ini yang menempatkan mereka di posisi empat besar jelas merupakan sebuah kemajuan besar dibandingkan musim lalu.

"Kami bisa saja melakukan yang lebih baik di Coppa Italia, yang mana jadi penyesalan besar kami," lanjutnya, menegaskan kembali rasa kecewanya atas tersingkirnya tim dari kompetisi piala domestik. "Kami toh harus mulai fokus pada target kami, sadar bahwa Inter, seperti yang kita ketahui sejak awal, adalah sebuah tim yang sangat tangguh." Allegri secara terbuka mengakui kekuatan rival abadi mereka, Inter Milan. Ia memahami bahwa perburuan gelar Scudetto akan berjalan sangat ketat dan membutuhkan performa maksimal di setiap pertandingan.

Allegri juga tidak melupakan ancaman dari tim-tim lain yang juga memiliki ambisi besar. "Napoli juga tangguh, Juve kembali naik. Jadi tidak akan mudah untuk finis di empat besar," cetus Massimiliano Allegri dalam konferensi pers jelang duel Pisa vs AC Milan, Sabtu (14/2) dini hari WIB. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Allegri memiliki pandangan yang realistis terhadap persaingan di Serie A. Ia menyadari bahwa Juventus, meskipun sempat mengalami pasang surut, kini mulai menunjukkan peningkatan performa dan siap menjadi batu sandungan bagi tim-tim papan atas. Napoli, sebagai juara bertahan, juga tidak bisa dianggap remeh. Mereka memiliki kedalaman skuad dan pengalaman yang cukup untuk bersaing hingga akhir musim.

Allegri menekankan pentingnya fokus dan konsistensi dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini. Ia percaya bahwa dengan kerja keras, determinasi, dan strategi yang tepat, AC Milan memiliki peluang untuk mencapai target mereka, yaitu finis di zona Liga Champions dan bahkan bisa menjadi juara Serie A jika performa mereka terus terjaga.

Analisis lebih dalam mengenai kekuatan AC Milan di bawah Allegri musim ini menunjukkan beberapa aspek kunci yang perlu diperhatikan. Pertama, kedalaman skuad. Allegri memiliki keleluasaan untuk melakukan rotasi pemain tanpa banyak mengorbankan kualitas permainan. Ini sangat penting untuk menjaga kebugaran pemain dan mencegah kelelahan yang dapat berdampak pada performa. Kedua, adaptabilitas taktik. Allegri dikenal sebagai pelatih yang mampu menyesuaikan strategi permainannya dengan kekuatan lawan. Ia tidak terpaku pada satu formasi atau gaya bermain, melainkan mampu menerapkan taktik yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pertandingan.

Ketiga, mentalitas juang. AC Milan musim ini menunjukkan peningkatan mentalitas yang luar biasa. Mereka tidak mudah menyerah ketika tertinggal, dan mampu bangkit dari situasi sulit. Semangat juang ini terlihat jelas dalam banyak pertandingan di mana Milan berhasil meraih kemenangan di menit-menit akhir. Keempat, kontribusi individu yang merata. Selain Rafael Leao yang menjadi bintang utama, pemain-pemain lain juga menunjukkan performa yang konsisten dan memberikan kontribusi gol maupun assist. Ini menunjukkan bahwa kekuatan Milan tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain, melainkan pada kerja sama tim yang solid.

Namun, tentu saja, ada area yang masih bisa ditingkatkan. Kegagalan di Coppa Italia menunjukkan bahwa terkadang Milan masih kesulitan untuk menembus pertahanan lawan yang rapat dalam pertandingan satu leg yang krusial. Mungkin ada kebutuhan untuk lebih tajam dalam penyelesaian akhir atau lebih kreatif dalam membangun serangan. Selain itu, konsistensi di pertandingan tandang juga menjadi faktor penting. Meskipun performa kandang Milan sangat baik, mempertahankan performa serupa di laga tandang akan menjadi kunci untuk meraih gelar juara.

Menghadapi sisa musim, fokus utama Allegri tentu saja adalah mempertahankan performa di Serie A. Ia harus mampu menjaga motivasi para pemainnya agar tidak terlena dengan pujian dan tetap fokus pada tujuan akhir. Persaingan yang ketat dengan Inter Milan dan Napoli akan membutuhkan setiap pertandingan dijalani dengan penuh keseriusan. Allegri harus mampu membaca setiap pertandingan dengan baik, membuat keputusan taktis yang tepat, dan memastikan bahwa timnya selalu dalam kondisi fisik dan mental terbaik.

Perjalanan AC Milan musim ini di bawah Massimiliano Allegri patut diapresiasi. Dari tim yang berjuang untuk kembali ke papan atas, kini mereka menjadi salah satu kandidat kuat juara Serie A. Meskipun ada sedikit penyesalan atas kegagalan di Coppa Italia, performa mereka di liga domestik telah melampaui ekspektasi banyak pihak. Dengan sisa pertandingan yang ada, menarik untuk dinantikan apakah AC Milan mampu mengakhiri musim ini dengan trofi Scudetto di tangan, sekaligus membuktikan bahwa mereka benar-benar telah kembali menjadi kekuatan dominan di sepak bola Italia.