0

Agar Pickleball Makin Populer di Tanah Air

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah pesatnya perkembangan olahraga rekreasi di Indonesia, Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PBIPF) terus berupaya keras untuk menaikkan pamor pickleball agar sejajar, bahkan melampaui popularitas olahraga sejenis seperti padel yang kini tengah digandrungi masyarakat. Upaya ini tidak hanya sebatas penyelenggaraan turnamen, namun juga melalui berbagai inovasi strategis yang dirancang untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan beragam, termasuk memanfaatkan momen-momen khusus seperti bulan Ramadan. PBIPF melihat bulan suci ini sebagai peluang emas untuk memperkenalkan pickleball sebagai aktivitas yang menyenangkan, menyehatkan, dan dapat mempererat kebersamaan, sebuah konsep yang mereka sebut sebagai "ngabuburit sambil bermain pickleball." Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi tradisi baru yang memadukan semangat ibadah, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat selama bulan Ramadan.

Kegiatan perdana yang menandai peluncuran tradisi baru ini diselenggarakan dengan meriah di lapangan Pickleball VATA Courts, Kemang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026 sore WIB. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PBIPF serta sejumlah wartawan yang turut merasakan langsung keseruan permainan. Menurut Wakil Ketua Umum PBIPF, Harlin Rahardjo, pickleball bukanlah sekadar olahraga rekreasi biasa. Ia menekankan bahwa pickleball merupakan medium yang sangat efektif untuk menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa tanpa menimbulkan rasa lelah berlebihan atau menguras energi. Karakteristik permainan pickleball yang dikenal ringan, menyenangkan, dan memiliki risiko cedera yang minim menjadikannya pilihan ideal untuk dimainkan menjelang waktu berbuka puasa. "Ini tradisi baru di Ramadhan tahun ini, ngabuburit main pickleball. Kita ingin mengenalkan cara bermain, aturan, sekaligus rasa fun dan kegembiraan olahraga ini. Pickleball cocok untuk ngabuburit karena tidak terlalu intens, tidak menguras tenaga, gerakannya ringan, tapi tetap aktif dan menyehatkan," ujar Harlin dalam keterangannya kepada media, menggarisbawahi nilai tambah pickleball sebagai aktivitas yang dapat dinikmati semua kalangan, bahkan di tengah tuntutan ibadah puasa.

Upaya PBIPF untuk mempopulerkan pickleball tidak berhenti pada kegiatan Ramadan saja. Sepanjang tahun 2025, organisasi ini telah menunjukkan komitmennya dengan menggelar serangkaian kejuaraan nasional yang disambut antusias oleh para pegiat olahraga ini. Selain itu, PBIPF juga aktif mengadakan turnamen tingkat pelajar yang didukung penuh oleh berbagai perguruan tinggi, menunjukkan visi jangka panjang untuk menumbuhkan bibit-bibit unggul pickleball sejak dini. Harlin Rahardjo menjelaskan bahwa VATA, sebagai salah satu mitra strategis PBIPF, akan terus berperan aktif dalam mempopulerkan olahraga ini. Rencananya, VATA akan segera membuka kembali fasilitas pusat olahraga (Sport Center) di dua lokasi strategis di Indonesia, yaitu Jakarta dan Jawa Barat. Di Jakarta, VATA akan menghadirkan lima lapangan pickleball di kawasan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, yang diklaim akan menjadi lapangan pickleball terbesar di ibukota. Sementara itu, di Jawa Barat, Nikavata Sports Lab akan dibuka di Kota Wisata Cibubur. Fasilitas ini akan menjadi kawasan olahraga terpadu terbesar yang tidak hanya dilengkapi dua lapangan pickleball, tetapi juga dua lapangan tenis, dua lapangan padel, kolam renang, dan fasilitas gimnastik, menciptakan ekosistem olahraga yang komprehensif.

PBIPF memiliki target ambisius untuk melompat lebih jauh dalam pengembangan pickleball di kancah internasional. Harlin memaparkan bahwa PBIPF tengah merancang sebuah kejuaraan internasional yang rencananya akan mengundang negara-negara tetangga untuk berpartisipasi. Selain itu, PBIPF juga bertekad untuk memperbanyak penyelenggaraan turnamen antar komunitas di berbagai daerah di seluruh Indonesia. "Hampir setiap bulan sekarang ada kejuaraan antar komunitas di lapangan-lapangan pickleball. Ini akan terus kita dorong di seluruh provinsi agar pickleball semakin dikenal dan digemari," ungkap Harlin, menunjukkan masifnya pertumbuhan komunitas pickleball di berbagai penjuru negeri.

Lebih lanjut, Harlin melihat bahwa pickleball memiliki relevansi yang sangat tinggi untuk diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah. Ukuran lapangan pickleball yang setara dengan lapangan bulu tangkis, serta format permainan beregu yang menarik, menjadikannya alternatif yang ideal untuk pengembangan olahraga di kalangan pelajar. "Pickleball cocok dimainkan di sekolah. Kita ingin ada kejuaraan beregu antar sekolah, terbuka untuk siapa saja. Dengan begitu, pembinaan usia dini bisa tumbuh di seluruh Indonesia," tegas Harlin, menguraikan potensi besar pickleball dalam menciptakan generasi muda yang aktif dan sehat. Ia membayangkan sebuah ekosistem pickleball pelajar yang berkembang pesat, serupa dengan liga basket sekolah yang telah mapan, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari guru, pelatih, kepala sekolah, hingga pemerintah daerah.

Untuk mewujudkan visi besar ini, Harlin secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para awak media, untuk memberikan dukungan penuh dalam sosialisasi dan pengembangan pickleball di sekolah-sekolah dan berbagai daerah. Dukungan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pickleball dapat dikenal secara luas, digemari oleh berbagai kalangan usia, dan pada akhirnya menjadi bagian integral dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. "Saya butuh dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan wartawan, agar sosialisasi berjalan luas dan meriah. Tujuannya sederhana: pickleball dikenal masyarakat, digemari lintas usia, dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat Indonesia," pungkas Harlin, menutup dengan sebuah harapan besar akan masa depan pickleball di tanah air. Dengan strategi yang matang, komitmen yang kuat dari PBIPF, serta dukungan dari berbagai pihak, pamor pickleball di Indonesia diprediksi akan terus menanjak dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan dan kebugaran masyarakat.