0

Adik Kecewa Denada Disudutkan, Pertanyakan Sosok Ayah Ressa Rizky

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Tuduhan penelantaran anak yang selama ini menyudutkan penyanyi Denada Tambunan akhirnya mendapatkan pencerahan, seiring dengan pengakuan Denada secara langsung bahwa Ressa Rizky Rossano adalah darah dagingnya. Namun, di balik pengakuan tersebut, sang adik, Enrico Tambunan, memilih angkat bicara, bukan untuk membela kakaknya semata, melainkan untuk mengkritisi pihak-pihak yang justru menyerang Denada, sembari mempertanyakan sosok ayah biologis Ressa yang selama ini menghilang bak ditelan bumi. Pernyataan Enrico ini membuka tabir baru dalam polemik yang melibatkan Denada, Emilia Contessa, dan sosok ayah dari cucu Emilia tersebut.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Enrico Tambunan tak kuasa menahan kekecewaannya. Ia merasa prihatin melihat kakaknya yang harus menanggung beban luar biasa, bukan hanya dari segi finansial untuk membesarkan Ressa, tetapi juga terpaan komentar negatif yang tak berdasar. "Kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa dan sekarang dijatuhkan lagi bukan malah dilindungi. Ini yang harus bertanggung jawab adalah yang laki-lakinya," tegas Enrico, menyiratkan bahwa seharusnya fokus perhatian dan tuntutan diarahkan kepada ayah biologis Ressa, bukan Denada. Ia menggarisbawahi bahwa selama 24 tahun terakhir, ada seorang pria yang seharusnya memikul tanggung jawab penuh atas keberadaan dan nafkah Ressa.

Enrico melanjutkan, ia merasa bingung dengan sikap sebagian pihak yang seolah mengetahui identitas ayah kandung Ressa, namun justru memilih untuk menyerang Denada. "Saya bingung, kalau Tante tahu laki-lakinya siapa, seharusnya yang diserang yang laki-laki itu. Harusnya justru keponakan sendirilah yang dilindungi. Itu pemikiran saya," ungkapnya, merujuk pada Emilia Contessa yang sebelumnya diberitakan memberikan pernyataan mengenai Denada. Menurut pandangan Enrico, sebagai seorang nenek, Emilia seharusnya lebih fokus melindungi cucunya dan memastikan ayah biologis Ressa turut serta dalam membesarkan dan menanggung biaya anak tersebut.

Lebih jauh, Enrico membeberkan alasan mengapa Denada selama ini terkesan sangat tertutup dan sulit untuk berbicara jujur mengenai asal-usul Ressa. Ia mengungkapkan bahwa kakaknya tersebut mengalami luka batin yang sangat dalam terkait masalah ini. "Setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih sekali langsung gitu loh. Dia gak mau bicarain. Kalau ngomongin masalah topik itu dia langsung seperti orang yang mukanya sedih campur marah gitu dan enggak mau ngomongin," beber Enrico, menggambarkan betapa beratnya beban emosional yang dipikul Denada. Keterbukaan Denada saat ini, menurut Enrico, adalah buah dari perjuangan panjang melawan trauma dan rasa sakit yang terpendam.

Enrico juga menegaskan bahwa hingga saat ini, ia sendiri belum pernah diberitahu secara gamblang mengenai identitas ayah biologis dari Ressa Rizky Rossano. Hal ini semakin memperkuat argumennya bahwa seharusnya pihak keluarga besar, termasuk Emilia Contessa, lebih aktif dalam mencari dan menuntut pertanggungjawaban dari sang ayah. "Sementara kita ini seharusnya semuanya mempertanyakan laki-laki ini di mana dan kenapa dia tidak bertanggung jawab. Saya hanya bisa menebak-nebak siapa waktu itu kakak saya lagi dekat sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia jadi saya tidak tahu persis begitu," tuturnya, mengisyaratkan minimnya informasi yang ia miliki mengenai masa lalu Denada dan ayah Ressa.

Perjuangan Denada dalam membesarkan Ressa Rizky Rossano memang tidaklah mudah. Sejak Ressa lahir, Denada telah memikul tanggung jawab sebagai orang tua tunggal. Ia bekerja keras untuk memenuhi segala kebutuhan Ressa, termasuk biaya pengobatan Ressa yang mengidap penyakit langka. Dukungan dari keluarga, terutama sang adik, Enrico, menjadi salah satu kekuatan Denada dalam menghadapi cobaan. Namun, tuduhan penelantaran yang dilayangkan oleh sebagian pihak, terutama yang beredar di publik, terasa semakin menyakitkan ketika Denada justru disudutkan, padahal ia telah berjuang sekuat tenaga.

Keterbukaan Denada kali ini bukan hanya sekadar pengakuan, melainkan sebuah langkah penting untuk membersihkan nama baiknya dan memberikan klarifikasi yang sesungguhnya kepada publik. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik untuk Ressa, meskipun tanpa kehadiran sosok ayah. Pengakuan ini juga menjadi momentum bagi publik untuk melihat Denada dari sudut pandang yang berbeda, bukan sebagai sosok yang lalai, melainkan sebagai ibu yang berjuang keras demi buah hatinya.

Keterlibatan Emilia Contessa dalam polemik ini juga menjadi sorotan. Sebagai seorang nenek, kepeduliannya terhadap cucu memang patut diapresiasi. Namun, cara penyampaiannya yang terkesan menyudutkan Denada justru menimbulkan pertanyaan. Jika Emilia memang mengetahui siapa ayah biologis Ressa, sudah seharusnya ia mengambil peran lebih aktif dalam memastikan hak-hak Ressa terpenuhi, bukan hanya sekadar melontarkan kritik kepada putrinya. Peran orang tua dan kakek-nenek dalam kehidupan seorang anak sangatlah krusial, dan dalam kasus ini, sosok ayah Ressa seolah sengaja dihilangkan dari narasi.

Pernyataan Enrico yang mempertanyakan sosok ayah Ressa menjadi sangat relevan. Keberadaan ayah biologis dalam kehidupan seorang anak tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga emosional. Hilangnya peran ayah dalam 24 tahun terakhir tentu menimbulkan pertanyaan besar. Apakah sang ayah memang tidak mengetahui keberadaan Ressa? Atau justru ia sengaja menghindar dari tanggung jawabnya? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab demi kebaikan Ressa Rizky Rossano sendiri.

Kisah Denada dan Ressa Rizky Rossano ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap kehidupan selebriti, terdapat kisah perjuangan yang terkadang tidak terlihat oleh mata publik. Tuduhan dan penghakiman tanpa dasar dapat sangat melukai. Penting bagi kita untuk lebih bijak dalam memberikan komentar dan menyebarkan informasi, apalagi jika menyangkut privasi dan kehidupan orang lain.

Pihak detikcom sendiri telah berupaya menghubungi manajer Denada terkait pengakuan keluarga Emilia Contessa, namun belum mendapatkan jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang dialami Denada masih dalam proses penanganan dan komunikasi yang intens. Diharapkan, ke depannya akan ada klarifikasi lebih lanjut dari semua pihak terkait, sehingga polemik ini dapat terselesaikan dengan baik dan Ressa Rizky Rossano dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan tanpa beban psikologis.

Perjuangan Denada dalam membesarkan Ressa Rizky Rossano adalah bukti nyata kekuatan seorang ibu. Ia telah memberikan segalanya untuk sang anak, bahkan ketika ia harus menghadapi berbagai rintangan dan tuduhan yang tidak berdasar. Dukungan dari keluarga terdekat, seperti sang adik, Enrico, menjadi kekuatan tersendiri baginya. Melalui pernyataannya, Enrico tidak hanya membela kakaknya, tetapi juga membuka mata publik terhadap ketidakadilan yang dialami Denada.

Masa lalu Denada yang masih diselimuti misteri terkait ayah biologis Ressa Rizky Rossano memang menjadi topik yang sensitif. Namun, dengan adanya keterbukaan dari Denada dan adiknya, diharapkan polemik ini dapat segera menemukan titik terang. Fokus utama seharusnya adalah kesejahteraan Ressa, dan itu berarti memastikan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab turut serta dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Pertanyaan mengenai keberadaan ayah Ressa Rizky Rossano menjadi semakin mengemuka setelah pengakuan Denada. Publik berhak mengetahui siapa sosok pria yang seharusnya turut serta dalam membesarkan Ressa. Keberadaan sosok ayah dalam kehidupan seorang anak sangatlah penting, baik secara materiil maupun moril. Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan akan ada langkah konkret dari ayah biologis Ressa untuk mengakui dan memenuhi tanggung jawabnya.

Keterlibatan Emilia Contessa dalam memberikan pernyataan mengenai Denada juga menuai perhatian. Sebagai seorang nenek, kepeduliannya terhadap cucu tentu patut dihargai. Namun, cara penyampaiannya yang terkesan menyudutkan Denada justru menimbulkan pertanyaan. Seharusnya, sebagai nenek, Emilia lebih fokus pada perlindungan cucunya dan memastikan hak-hak Ressa terpenuhi, termasuk dari ayah biologisnya.

Kisah Denada dan Ressa Rizky Rossano ini mengajarkan kita tentang pentingnya empati dan pemahaman. Jangan terburu-buru menghakimi seseorang, apalagi jika kita tidak mengetahui seluruh cerita di baliknya. Perjuangan seorang ibu tunggal untuk membesarkan anaknya adalah hal yang mulia, dan sudah seharusnya mendapatkan dukungan, bukan justru tuduhan dan hinaan.

Semoga dengan adanya pengakuan Denada dan pernyataan sang adik, polemik ini dapat segera terselesaikan dengan baik. Ressa Rizky Rossano berhak mendapatkan kehidupan yang layak, penuh kasih sayang, dan tanpa harus menanggung beban masa lalu orang tuanya. Dan bagi Denada, ia berhak mendapatkan pengakuan atas segala jerih payahnya sebagai seorang ibu yang luar biasa. Pertanyaan mengenai sosok ayah Ressa Rizky Rossano tetap menjadi fokus utama yang perlu dijawab demi kebaikan semua pihak, terutama sang anak.

Pihak detikcom sudah berupaya menghubungi manajer Denada terkait pengakuan keluarga Emilia Contessa, namun belum mendapatkan jawaban.

Saksikan Live DetikSore:
(ahs/pus)