0

Adam Jordan Sering Dicubit Emak-emak Akibat Peran Jadi Suami Gak Tegas, Alami Kejadian Unik yang Terbawa ke Kehidupan Nyata

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor senior Adam Jordan, yang telah mengukir jejak lebih dari tiga dekade di dunia akting, khususnya dalam genre sinetron, tidak hanya dikenal karena kepiawaiannya memerankan berbagai karakter, tetapi juga karena pengalaman unik yang kerap kali terbawa hingga ke kehidupan nyata. Salah satu cerita paling menggelitik yang diungkapkan Adam adalah bagaimana ia kerap menjadi sasaran cubitan gemas dari para ibu-ibu di dunia nyata, akibat peran-perannya sebagai suami yang dianggap tidak tegas. Kejadian ini, menurut Adam, menjadi semacam "hadiah" tak terduga dari para penggemar yang begitu terhanyut dalam cerita yang ia bawakan.

"Kalau aku lagi dapat peran jadi suami yang tidak tegas gitu kan, kan ada tuh peran Ikatan Suami Takut Istri. Pas lagi jalan, ibu-ibu nyubitin. ‘Ih jadi suami gak tegas banget sih’. Dicubitin gitu," ujar Adam Jordan sambil tertawa renyah, menceritakan pengalamannya di kawasan Trans TV, Jakarta Selatan, pada Selasa, 13 Januari 2026. Tawa Adam menunjukkan betapa ia menikmati interaksi unik ini, meskipun terkadang membuat sedikit terkejut. Peran-peran semacam ini, yang menggambarkan dinamika rumah tangga dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tampaknya sangat dekat dengan keseharian penonton, sehingga mereka merasa memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan karakter yang diperankan Adam. Seringkali, batas antara aktor dan karakter yang diperankan menjadi kabur di mata penonton yang paling antusias, terutama ketika karakter tersebut menampilkan sifat-sifat yang mudah diidentifikasi dan terkadang membuat gemas.

Tidak berhenti pada peran suami yang kurang tegas, Adam Jordan juga mengakui bahwa perlakuan serupa, bahkan terkadang lebih intens, ia dapatkan ketika memerankan karakter antagonis. Sifat jahat yang ia tampilkan di layar kaca, ternyata mampu membekas di benak para penonton, terutama kaum ibu yang cenderung memiliki empati tinggi. "Pernah juga dicubitin, ‘Ih jahat banget sih’. Jadi kebawa baper ya ibu-ibu gitu," ungkapnya. Pengalaman ini menegaskan kekuatan akting Adam dalam membangun karakter yang meyakinkan, hingga mampu memicu reaksi emosional yang kuat dari penonton. Kemampuannya untuk memerankan karakter jahat dengan begitu meyakinkan, hingga membuat penonton merasa geram, adalah bukti dedikasinya dalam seni peran.

Lebih jauh lagi, Adam Jordan mengungkapkan bahwa terkadang, kelelahan ekstrem akibat jadwal syuting yang padat dan tuntutan peran yang intens, dapat membuat dirinya terbawa alur cerita hingga ke kehidupan nyata. Salah satu momen paling menarik yang ia bagikan adalah ketika ia harus melakoni adegan marah-marah dengan dialog yang sangat panjang, yang memakan waktu syuting hingga larut malam. "Itu ada sekitar hampir 10 lembar atau 12 lembar dialog. Dan marah-marahnya itu blocking-nya muter, marahin satu orang. Itu tengah malam syutingnya," jelasnya. Intensitas adegan tersebut, ditambah dengan durasi syuting yang memakan waktu, tentu saja menguras energi fisik dan mentalnya.

Dampak dari kelelahan tersebut sangat terasa ketika ia tiba di rumah. Pikirannya yang terkuras oleh dialog dan emosi adegan, sempat mengalami kekosongan. "Begitu pulang jam 12 malam sampai rumah, mau cuci muka, handuk sudah di leher. Begitu masuk arah kamar mandi, malah masuknya ke dapur. Sampai ke dapur aku bingung, ‘Gua mau ngapain ya ke dapur?’. Baru ingat pas pegang handuk, ‘Oh iya mau ke kamar mandi!’. Otak nge-blank gara-gara kebanyakan dialog," bebernya. Kejadian "otak nge-blank" ini menjadi ilustrasi nyata betapa mendalamnya ia tenggelam dalam peran, bahkan hingga mempengaruhi fungsi kognitifnya dalam situasi sehari-hari. Ini adalah fenomena yang kerap dialami oleh para aktor yang benar-benar totalitas dalam pekerjaan mereka.

Meskipun telah bergelut di dunia hiburan selama lebih dari tiga dekade, Adam Jordan tetap menjaga eksistensinya dengan sangat baik. Ia menyadari bahwa menjaga karier yang panjang membutuhkan lebih dari sekadar bakat, melainkan juga disiplin yang tinggi dan kemauan untuk terus belajar serta berkembang. "Alhamdulillah. Yang pertama dari segi pekerjaan itu disiplin, disiplin waktu. Terus skill untuk peran-peran yang aku mainkan, aku selalu pelajari. Gak jalan di tempat, terus aku perdalam," katanya, mengungkapkan kunci kesuksesannya. Disiplin waktu menjadi fondasi utama, memastikan bahwa ia selalu profesional dalam setiap komitmennya. Sementara itu, komitmen untuk terus mengasah kemampuan aktingnya, dengan mempelajari setiap peran secara mendalam, memungkinkannya untuk tetap relevan dan menawarkan nuansa baru dalam setiap penampilannya. Ia tidak pernah merasa puas dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, sebuah filosofi yang sangat penting dalam industri yang dinamis seperti hiburan.

Menyinggung soal kesehatan, Adam Jordan memiliki strategi jitu untuk mengelola kelelahan akibat jadwal syuting yang padat. Ia sangat lihai dalam memanfaatkan setiap celah waktu yang tersedia untuk beristirahat. "Kalau tidurnya kurang, pas lagi di lokasi syuting dan adegan aku belum diambil, aku siasatin tidur atau istirahat di lokasi. Buat nutupin kekurangan tidur," pungkasnya. Kemampuan adaptasi dan improvisasi ini menunjukkan betapa ia sangat profesional dalam menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima, demi kelancaran proses syuting. Strategi ini tidak hanya efektif untuk mengatasi kekurangan tidur, tetapi juga untuk menjaga stamina dan konsentrasi selama berjam-jam di lokasi syuting. Dengan demikian, Adam Jordan tidak hanya menunjukkan bakat aktingnya yang luar biasa, tetapi juga kedisiplinan dan profesionalisme yang patut dicontoh oleh para aktor muda. Pengalaman-pengalamannya yang unik dan cara ia mengelola kariernya yang panjang menjadi inspirasi tersendiri.