0

5 Peramal Piala Dunia yang Pernah Viral, Terbaru Dukun Ghana

Share

Piala Dunia, ajang sepak bola terakbar di dunia, tak hanya menyajikan drama di lapangan hijau, gol-gol spektakuler, atau selebrasi ikonik. Lebih dari itu, turnamen empat tahunan ini juga selalu diwarnai oleh kisah-kisah unik dan tak terduga di luar lapangan, salah satunya adalah fenomena para "peramal" hasil pertandingan. Mulai dari hewan-hewan dengan kepekaan luar biasa hingga figur-figur supernatural yang mengklaim memiliki kekuatan mistis, para peramal ini kerap menjadi sensasi global, memicu perdebatan, tawa, dan tentu saja, harapan para penggemar. Mereka menambah bumbu tersendiri pada kemeriahan Piala Dunia, mengubahnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga panggung bagi kisah-kisah tak masuk akal yang menghibur.

Fenomena ini menunjukkan betapa dalamnya hasrat manusia untuk mengetahui masa depan, terutama dalam peristiwa besar yang penuh ketidakpastian seperti Piala Dunia. Baik itu sekadar hiburan semata atau kepercayaan mendalam, para peramal ini selalu berhasil menarik perhatian media dan publik, membuat mereka viral dan menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi Piala Dunia pada masanya. Khusus Piala Dunia 2022, dukun Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam kembali menjadi perbincangan hangat, melanjutkan tradisi panjang para peramal unik yang pernah menggemparkan dunia. Nana Kwaku Bonsam, seorang figur yang mengaku punya kekuatan supernatural berhubungan dengan sepak bola, adalah salah satu dari sekian banyak peramal yang namanya terukir dalam sejarah Piala Dunia.

Selain Nana Kwaku Bonsam sang dukun Ghana, bisa dikatakan tiap Piala Dunia punya peramal terkenalnya masing-masing. Sebut saja Paul Si Gurita – yang kini sudah tiada, namun namanya tetap legendaris. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini lima peramal juara Piala Dunia yang sempat viral pada masanya, dan bagaimana kisah mereka memukau jutaan pasang mata di seluruh dunia.

1. Paul Si Gurita (Piala Dunia 2010)

Tidak ada peramal Piala Dunia yang seikonik dan selegendaris Paul Si Gurita. Gurita yang menghuni Sea Life Centre di Oberhausen, Jerman, ini menjadi fenomena global selama Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Paul dikenal karena kemampuannya yang luar biasa dalam ‘memprediksi’ delapan pertandingan Piala Dunia 2010 dengan akurat, termasuk semua pertandingan Jerman dan bahkan final antara Spanyol melawan Belanda.

Metode peramalan Paul sangat sederhana namun efektif. Ia akan ditempatkan di sebuah akuarium dan dihadapkan dengan dua kotak makanan yang masing-masing berisi kerang, dan ditandai dengan bendera negara tim yang akan bertanding. Kotak pertama yang dibuka dan isinya dimakan oleh Paul dianggap sebagai prediksinya untuk tim pemenang. Paul dengan tepat meramalkan hasil pertandingan grup Jerman melawan Australia, Serbia, dan Ghana. Ia juga benar dalam memprediksi kemenangan Jerman atas Inggris dan Argentina di babak gugur.

Namun, yang paling mengejutkan adalah ketika Paul meramalkan kekalahan Jerman dari Spanyol di semifinal, sebuah prediksi yang membuat banyak penggemar Jerman marah namun terbukti benar. Puncaknya, Paul dengan gemilang memprediksi Spanyol akan mengalahkan Belanda di final, dan lagi-lagi ia benar. Akurasi Paul yang nyaris sempurna (delapan prediksi benar dari delapan pertandingan) membuatnya menjadi selebritas dunia. Ia menjadi subjek berita utama di seluruh dunia, memiliki halaman penggemar sendiri, dan bahkan mendapatkan tawaran pekerjaan dari kota-kota di Spanyol. Sayangnya, Paul Si Gurita akhirnya mati pada Oktober 2010 karena sebab alami, membuat para penggemar di seluruh dunia ikut sedih dan merasa kehilangan. Warisannya sebagai peramal hewan paling terkenal dalam sejarah olahraga terus hidup, menginspirasi banyak imitator di turnamen-turnen berikutnya.

2. Nelly Gajah (Piala Dunia 2014)

Setelah Paul Si Gurita menjadi legenda, dunia mencari penerus spiritualnya di Piala Dunia 2014 di Brasil. Lahirlah Nelly, seekor gajah cerdas dari Serengeti Park di Hodenhagen, Jerman. Nelly menjadi peramal hewan yang paling menonjol pada gelaran Piala Dunia tahun itu, berusaha mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Paul.

Metode peramalan Nelly berbeda dari Paul. Jika Paul memilih dengan kerang, Nelly akan meramal dengan menendangkan bola ke arah salah satu dari dua gawang mini yang ditandai dengan bendera tim yang bakal berduel. Gawang yang bolanya berhasil ditendang masuk dianggap sebagai tim pemenang. Nelly menunjukkan akurasi yang cukup mengesankan, terutama dalam memprediksi pertandingan-pertandingan yang melibatkan tim nasional Jerman. Ia berhasil memprediksi kemenangan Jerman atas Portugal, Ghana, dan Amerika Serikat di babak grup.

Salah satu prediksinya yang paling fenomenal adalah ketika Nelly dengan tepat meramalkan kemenangan telak Jerman atas Brasil di semifinal dengan skor 7-1, sebuah hasil yang mengejutkan seluruh dunia. Prediksi ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai peramal yang patut diperhitungkan. Meskipun tidak mencapai tingkat akurasi Paul Si Gurita, Nelly berhasil menarik perhatian media dan penggemar di seluruh dunia, membuktikan bahwa daya tarik peramal hewan dalam Piala Dunia tetap kuat. Kisah Nelly menambahkan sentuhan keunikan pada Piala Dunia 2014, menjadikannya salah satu ikon tak resmi dari turnamen tersebut.

3. Farah Burung Elang (Piala Dunia 2018)

Piala Dunia 2018 di Rusia juga tidak luput dari kehadiran peramal hewan yang viral. Kali ini, sorotan jatuh pada Farah, seekor burung elang dari Dubai. Farah mewakili jenis peramal yang lebih lincah dan berani, menunjukkan bahwa bukan hanya makhluk laut atau darat yang bisa mencoba membaca masa depan.

Farah akan melakukan peramalannya dengan memilih antara dua pilihan yang disajikan dalam bentuk dua tongkat estafet atau bendera yang diletakkan di tanah. Elang tersebut akan terbang dan mendarat di salah satu pilihan, yang kemudian diinterpretasikan sebagai tim pemenang. Sebagai simbol kekuatan dan ketajaman penglihatan, burung elang memang memiliki aura mistis tersendiri yang cocok untuk peran peramal.

Namun, tidak seperti Paul atau Nelly yang memiliki tingkat akurasi tinggi, Farah memberikan prediksi dengan hasil yang lebih beragam. Salah satu prediksinya yang paling diingat, sayangnya, adalah ketika ia memberikan prediksi yang salah pada semifinal antara Belgia dan Prancis. Farah memilih untuk mendarat di bendera Belgia, padahal pertandingan sesungguhnya dimenangkan oleh Prancis yang akhirnya melaju ke final dan menjadi juara. Meskipun demikian, kehadiran Farah tetap menjadi daya tarik tersendiri, menunjukkan variasi jenis hewan yang bisa diangkat menjadi peramal viral. Kisahnya mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, ini hanyalah hiburan, dan sepak bola tetaplah olahraga yang penuh kejutan dan hasil yang tak terduga.

4. Kucing Achilles (Piala Dunia 2018)

Bersamaan dengan Farah sang elang di Piala Dunia 2018, ada juga peramal hewan lain yang tak kalah menggemaskan dan viral: seekor kucing bernama Achilles. Berasal dari Museum Hermitage yang terkenal di St. Petersburg, Rusia, Achilles adalah kucing putih tuli yang dipercaya memiliki kemampuan intuitif khusus karena kondisi pendengarannya yang membuatnya kurang terdistraksi.

Cara meramal Achilles sangat mirip dengan Paul Si Gurita, namun dengan sentuhan kucing. Dua mangkuk makanan dengan isi yang sama akan disajikan kepadanya, masing-masing ditandai dengan bendera dua negara yang akan bertemu. Mangkuk pertama yang dipilih dan makanannya dihabiskan oleh Achilles dianggap sebagai prediksinya untuk tim pemenang. Keunikan Achilles sebagai kucing tuli yang "pemalu" namun "berbakat" segera menarik perhatian publik dan media.

Achilles bahkan sempat memberikan ramalan jitu ketika diminta memprediksi pertandingan pembuka Piala Dunia 2018 antara Arab Saudi melawan tim tuan rumah Rusia. Dia memilih mangkuk berbendera Rusia, dan benar saja, Rusia menang telak 5-0 atas Arab Saudi, bukan 4-0 seperti disebutkan di beberapa sumber, memberikan awal yang spektakuler bagi tim tuan rumah. Achilles juga berhasil memprediksi beberapa pertandingan lain dengan benar, termasuk kemenangan Brasil atas Kosta Rika. Meskipun tidak seikonik Paul, Achilles berhasil memenangkan hati banyak penggemar dengan tingkah lakunya yang tenang dan prediksinya yang cukup akurat, menjadikannya salah satu bintang tak terduga di Piala Dunia 2018.

5. Bonsam Dukun Ghana (Piala Dunia 2022)

Memasuki era modern, fenomena peramal Piala Dunia tidak hanya terbatas pada hewan. Figur-figur manusia dengan klaim kekuatan supernatural juga kerap menjadi sorotan, dan salah satu yang paling menonjol adalah Nana Kwaku Bonsam, seorang dukun terkenal dari Ghana. Namanya mulai viral jauh sebelum Piala Dunia 2022, dengan klaim-klaim kontroversial yang selalu berhasil menarik perhatian media internasional.

Bonsam bukanlah dukun sembarangan; ia adalah figur yang dihormati (dan ditakuti) di Ghana, dengan pengikut yang banyak dan klaim-klaim yang seringkali bertepatan dengan turnamen internasional besar. Ia pertama kali mendapatkan perhatian global menjelang Piala Dunia 2014, ketika ia secara terbuka mengklaim telah melakukan ritual ‘juju’ atau sihir untuk menyakiti bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, agar tidak bisa bermain maksimal melawan Ghana di fase grup. Klaim ini tentu saja menjadi berita utama di seluruh dunia, menambahkan intrik supernatural pada pertandingan tersebut.

Menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar, Nana Kwaku Bonsam kembali menjadi sorotan. Meskipun laporan tentang ramalan spesifiknya bervariasi dan kadang kontradiktif, ia dikenal sering membuat klaim tentang nasib tim-tim besar, terutama yang berhadapan dengan Ghana atau tim Afrika lainnya. Ada laporan yang mengindikasikan ia telah melakukan ritual untuk memengaruhi hasil pertandingan atau nasib tim tertentu, seperti mengutuk tim lawan atau memberkati timnya sendiri.

Namun, hasil akhir Piala Dunia 2022 menunjukkan Argentina keluar sebagai juara, sementara Portugal, yang diperkuat Cristiano Ronaldo, harus pulang lebih awal setelah dikalahkan Maroko di perempat final. Ini kembali menegaskan bahwa, terlepas dari klaim supernatural, sepak bola tetaplah olahraga yang penuh ketidakpastian dan kejutan. Dukun Bonsam, dengan segala klaim dan kontroversinya, menjadi representasi dari sisi lain fenomena peramalan di Piala Dunia: perpaduan antara kepercayaan lokal, drama media, dan hiburan global yang membuat turnamen ini selalu menarik untuk diikuti, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Pada akhirnya, para peramal Piala Dunia ini, baik hewan maupun manusia, adalah bagian tak terpisahkan dari narasi yang membuat turnamen ini begitu istimewa. Mereka menambahkan elemen kebetulan, keajaiban, dan hiburan yang melampaui skor akhir pertandingan. Apakah mereka benar-benar memiliki kemampuan melihat masa depan ataukah hanya kebetulan semata, kehadiran mereka selalu berhasil menghidupkan suasana, memancing tawa, harapan, dan kadang kekecewaan. Yang jelas, fenomena ini menunjukkan betapa dalamnya hasrat manusia untuk mencari jawaban di tengah ketidakpastian, dan bagaimana Piala Dunia, dengan segala dramanya, selalu berhasil menciptakan kisah-kisah di luar dugaan yang akan terus dikenang.