BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Keputusan mengejutkan dari Dorna Sports selaku promotor MotoGP untuk menghapus Sirkuit Phillip Island dari kalender balap mulai musim 2027, telah memicu kemarahan dan keprihatinan mendalam dari Bob Barnard, sang perancang legendaris di balik layout Sirkuit Phillip Island yang ikonik, sekaligus arsitek di balik penciptaan sirkuit jalanan Formula 1 di Adelaide. Rencana ambisius untuk memindahkan gelaran MotoGP Australia ke sebuah sirkuit jalanan baru yang rencananya akan dibangun di Adelaide, memicu surat terbuka dari Barnard yang menyuarakan penolakannya dan kekhawatiran akan potensi terhapusnya dua pilar penting dalam sejarah olahraga otomotif Australia.
Barnard, yang menghabiskan tiga dekade tinggal di luar Australia, awalnya merasa ragu untuk mengemukakan pendapatnya, merasa bahwa posisinya di luar negeri mungkin membuatnya kehilangan hak untuk berkomentar. Namun, sebagai pribadi yang memiliki keterikatan historis yang kuat dengan kedua sirkuit tersebut—ia bertanggung jawab atas perancangan Sirkuit Phillip Island yang kita kenal saat ini dan juga berperan dalam membawa ajang balap bergengsi ke Australia pada tahun 1989, serta menciptakan sirkuit jalanan F1 di Adelaide—ia merasa terpanggil untuk bersuara. Ia berpendapat bahwa netralitas mungkin adalah sikap yang ideal, namun urgensi situasi saat ini memaksanya untuk mengambil sikap yang lebih tegas.
Dalam surat terbukanya yang dibagikan secara luas oleh jurnalis MotoGP terkemuka, Mat Oxley, Barnard mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam. Ia melihat potensi besar bahwa keputusan pemindahan ini tidak hanya akan mengakhiri sejarah panjang MotoGP di Phillip Island, tetapi juga berisiko mengancam keberadaan sirkuit jalanan Adelaide yang juga memiliki nilai sejarah tinggi. "Ketika saya mendengar rencana untuk memindahkan putaran MotoGP Australia dari Phillip Island, ke sirkuit jalanan di Adelaide, saya mengambil posisi bahwa, usai 30 tahun tinggal di luar Australia, bukan lagi hak saya untuk memberi pendapat. Saya juga berpendapat bahwa sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembuatan Sirkuit Phillip Island saat ini dan membawa acara tersebut ke Australia pada 1989, dan juga sebagai orang yang menciptakan sirkuit F1 Adelaide, saya harus tetap netral," ujar Barnard, mengawali penjelasannya yang penuh kekhawatiran.
Ia melanjutkan dengan menggambarkan skenario terburuk yang mungkin terjadi pada Sirkuit Phillip Island. Ketidakpastian mengenai masa depan sirkuit ini, terutama setelah kehilangan hak penyelenggaraan MotoGP dan World Superbike (WSBK), menjadi sumber kekhawatiran terbesarnya. Barnard secara spesifik menyebutkan kemungkinan bahwa pemilik properti Sirkuit Phillip Island, Lindsay Fox, mungkin akan mempertimbangkan untuk mengubah sirkuit legendaris ini menjadi lapangan golf. "Komentar baru-baru ini menunjukkan bahwa setelah kehilangan GP dan WSBK, pemilik properti Sirkuit Phillip Island, Lindsay Fox, mungkin akan mengubah sirkuit ini menjadi lapangan golf. Tuan Fox sudah terlibat dalam upaya membangun sirkuit baru di Avalon, Victoria," terang Barnard, menyoroti potensi hilangnya aset balap yang tak ternilai harganya.
Kekhawatiran Barnard tidak berhenti pada Phillip Island saja. Ia juga mengkhawatirkan nasib sirkuit jalanan Adelaide. Menurutnya, keputusan yang diambil oleh Liberty Media, pemilik MotoGP Sport Entertainment dan pemegang hak komersial untuk MotoGP dan WSBK, serta Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan, berpotensi mengakibatkan "hilangnya kedua sirkuit ikonik tersebut, hilang dan lenyap selamanya." Barnard dengan tegas mengkritik motif di balik keputusan tersebut, yang menurutnya lebih didorong oleh kepentingan finansial dan politik semata. "Demi peningkatan harga saham untuk satu pihak dan suara untuk pihak lain, keduanya tidak memikirkan kebaikan olahraga atau warisan yang mereka wakili," tegas Barnard, menyuarakan kekecewaannya terhadap pragmatisme yang mengalahkan nilai-nilai historis dan sportif.
Barnard menegaskan bahwa Australia seharusnya tidak dihadapkan pada pilihan yang sulit antara mempertahankan warisan olahraga otomotifnya dan melindungi lingkungan alamnya. "Australia seharusnya tidak dipaksa untuk memilih antara olahraga motor dan warisan lingkungan. Kita seharusnya tidak kehilangan trek jalanan terbaik di dunia dan mungkin kehilangan trek balap motor terbaik sambil mengorbankan Taman Adelaide," tambahnya, menekankan bahwa keputusan ini seolah-olah memaksa negara untuk mengorbankan salah satu dari dua aspek penting tersebut.
Ia juga menyerukan transparansi dan kajian mendalam sebelum keputusan yang final diambil. Barnard berpendapat bahwa masyarakat berhak untuk melihat desain sirkuit baru secara lengkap, mengevaluasi dampak lingkungan yang sebenarnya, mempertimbangkan aspek finansial secara jujur, dan mendapatkan penilaian yang objektif mengenai apakah pengorbanan dua aset kelas dunia ini benar-benar merupakan sebuah kemajuan. "Sebelum keputusan yang tidak dapat diubah ini dibuat, kita tentu berhak melihat desain sirkuit secara lengkap dan dampak lingkungan sebenarnya, pertimbangan finansial, dan penilaian jujur tentang apakah menghancurkan dua aset kelas dunia benar-benar merupakan kemajuan," jelasnya.
Lebih lanjut, Barnard menekankan pentingnya kesejajaran antara kepentingan masyarakat lokal Adelaide dan para penggemar olahraga otomotif. Ia menyayangkan minimnya suara dari berbagai pihak dalam industri olahraga otomotif, baik roda dua maupun roda empat, yang tidak mengambil sikap yang lebih tegas dalam isu krusial ini. "Oleh karena itu, kepentingan masyarakat lokal Adelaide dan kepentingan para penggemar olahraga otomotif harus selaras dalam masalah ini, dan saya kecewa karena tidak lebih banyak pihak yang terlibat dalam olahraga otomotif roda dua dan roda empat yang angkat bicara," tuturnya dengan nada kecewa.
Setelah mempertimbangkan dengan matang seluruh aspek yang terlibat, Bob Barnard kini menyatakan penolakannya yang tegas terhadap usulan pemindahan MotoGP ke sirkuit yang masih berupa rencana, belum pasti dibangun, dan berpotensi merusak kawasan Taman Adelaide. "Setelah mempertimbangkan dengan saksama, saya sekarang dengan tegas menentang usulan pemindahan MotoGP ke sirkuit yang belum diketahui dan belum dibangun di Adelaide Parklands," pungkas Barnard, menutup surat terbukanya dengan sebuah pernyataan yang kuat dan penuh keyakinan. Keputusan ini tidak hanya menyangkut kalender balap, tetapi juga masa depan warisan otomotif Australia dan keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, dan nilai sejarah yang tak ternilai.

