0

Rizki DA Bersyukur Bisa Haji di Usia Muda dan Menjadi Pelipur Lara bagi Orang Tua

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pedangdut Rizki DA baru saja menuntaskan perjalanan spiritualnya ke Tanah Suci, menunaikan ibadah haji selama kurang lebih 40 hari. Momen ini terasa begitu istimewa baginya, terlebih karena ia berangkat untuk memenuhi panggilan ibadah yang sejatinya diperuntukkan bagi almarhum ayahnya, yang telah berpulang ke rahmatullah pada tahun 2021. Keberangkatan haji ini bukan sekadar pemenuhan rukun Islam, melainkan juga sebuah bentuk penghormatan dan penerusan cita-cita sang ayah. Rizki mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan langka ini, terutama karena ia masih tergolong muda, baru berusia 29 tahun, saat menunaikan ibadah yang seringkali menjadi impian seumur hidup banyak orang, terutama mereka yang telah memasuki usia lanjut.

Pengalaman ibadah haji di usia muda, menurut Rizki, memberikan perspektif yang berbeda dan memungkinkannya untuk benar-benar meresapi setiap detik momen spiritual tersebut. Ia membandingkan pengalamannya dengan mayoritas jamaah haji yang ditemuinya di Tanah Suci, yang umumnya telah berusia lanjut. "Alhamdulillah sangat menikmati pengalamannya. Karena memang Iki juga tergolong masih muda, jadi sangat-sangat bisa menikmati yang namanya ibadah haji ini. Karena memang kebanyakan orang yang di sana, yang berangkat itu ya lansia," ujarnya saat ditemui di Studio Trans, Mampang, Jakarta Selatan. Perbandingan ini, alih-alih membuatnya merasa bangga diri, justru menumbuhkan rasa iba dan kepedulian yang mendalam terhadap para jamaah lansia.

Selama berada di Makkah dan Madinah, Rizki menyaksikan langsung perjuangan para jamaah lanjut usia dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah haji. Ia melihat bagaimana keterbatasan fisik dan terkadang kondisi kesehatan yang menurun menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. "Kasihan saja sih ngelihat orang tua yang mungkin di sana sudah pikun, ngelakuin ibadahnya kurang khusyuk. Tapi tergantung amal ibadah dan niat masing-masing, Allah menilainya seperti apa. Tapi yang sangat bersyukurnya itu ya Iki, kalau memang masih muda itu masih bisa nikmatin ibadah," tuturnya dengan nada penuh empati. Perjuangan para lansia ini semakin menguatkan tekad Rizki untuk memanfaatkan usianya yang masih prima demi memaksimalkan ibadah dan mengapresiasi setiap anugerah yang diberikan Tuhan.

Meskipun telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental, Rizki tidak menampik adanya tantangan selama menjalani ibadah haji. Namun, ia bersyukur bahwa segala kesulitan dapat dilalui dengan baik, bahkan ia menjadikan tantangan tersebut sebagai kesempatan untuk berbuat lebih. "Kalau kesulitan sih alhamdulillah pasti ada saja. Apalagi karena kita tergolong yang masih muda ini, sebisa mungkin kita ngebantu orang-orang yang lansia itu sendiri," jelasnya. Peran sebagai pemuda yang masih memiliki energi dan stamina menjadi sangat krusial di tengah-tengah kerumunan jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia. Keterbatasan jumlah petugas haji, baik dari pihak Indonesia maupun otoritas Arab Saudi, kerap membuat sesama jamaah harus saling bahu-membahu. Rizki aktif membantu para jamaah lansia yang membutuhkan dukungan, baik dalam mobilitas, navigasi, maupun sekadar memberikan semangat.

"Banyak yang membutuhkan bantuan itu, karena memang tenaga medis atau tenaga dari kru-kru yang di sana untuk menangani haji dari Indonesianya juga kan terbatas. Kalau untuk tim jemaah yang tersesat, kadang kita juga sering ngebantuin untuk gimana nunjukin jalan, itu pasti banyak banget," terang Rizki. Ia menggambarkan betapa pentingnya rasa kekeluargaan dan solidaritas antarjamaah di Tanah Suci. Seringkali, ia dan jamaah muda lainnya mengambil inisiatif untuk membimbing jamaah yang tersesat, memastikan mereka kembali ke rombongan atau menemukan tempat yang aman. Pengalaman ini tidak hanya mengasah spiritualitas Rizki, tetapi juga menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial yang semakin mendalam.

Sementara itu, di Tanah Air, saudara kembar Rizki, Ridho DA, merasakan dampak yang signifikan atas keberangkatan sang kakak. Selama kurang lebih satu setengah bulan, jadwal pekerjaan mereka harus mengalami penyesuaian drastis. Sejumlah tawaran manggung dan proyek yang telah direncanakan terpaksa ditunda atau dibatalkan. "Baru kali ini sih, baru kali ini yang satu bulan setengah nggak ngapa-ngapain. Maksudnya kerjaan juga di-hold semuanya. Ada nyanyi di TV kemarin juga di-hold, kerjaan off air juga beberapa kali," ungkap Ridho. Meskipun demikian, Ridho memberikan dukungan penuh terhadap keputusan Rizki untuk menunaikan ibadah haji. Baginya, ibadah haji merupakan sebuah kewajiban dan prioritas utama yang tidak dapat ditawar, bahkan demi pekerjaan sekalipun.

Ridho memahami bahwa momen haji adalah kesempatan yang sangat berharga dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Ia melihat kepergian Rizki sebagai sebuah cobaan sekaligus berkah yang harus dijalani dengan lapang dada. "Kita bilangnya ya sudah, cobaan mau berangkat haji. Dan akhirnya job-nya sudah nggak diambil, dan Iki tetap jalan," pungkasnya dengan senyum. Dukungan dari Ridho ini semakin menguatkan Rizki dalam menjalankan ibadahnya tanpa beban pikiran mengenai pekerjaan. Pengalaman haji ini tidak hanya menjadi babak baru dalam perjalanan spiritual Rizki DA, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana niat baik dan ketulusan dapat membuka pintu rezeki dan keberkahan yang tak terduga, baik dalam kehidupan pribadi maupun kariernya. Kepulangannya disambut hangat oleh keluarga dan penggemar, membawa cerita inspiratif tentang bagaimana usia muda bukanlah halangan untuk menunaikan ibadah yang mulia, bahkan bisa menjadi modal untuk berbuat lebih banyak kebaikan bagi sesama.