0

Yosika Ayumi Ungkap Momen ‘Ospek’ Saat Pertama Kali Bertemu Soimah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen perkenalan Yosika Ayumi dengan sang calon mertua, yang kini telah menjadi ibu mertuanya, Soimah, ternyata menyisakan cerita tak terlupakan. Pernyataan Soimah yang sempat viral mengenai "mengospek" pacar anaknya, Aksa, ternyata memiliki konteks yang lebih mendalam menurut penuturan Yosika. Alih-alih perundungan dalam arti negatif, Yosika justru menggambarkan pertemuan pertamanya dengan Soimah sebagai sebuah kejutan budaya yang membuatnya menangis karena merasa dibentak. Pengalaman ini terungkap ketika Yosika menjadi bintang tamu dalam program FYP di Trans7, yang kemudian diunggah di kanal YouTube Official Trans7 pada Minggu, 14 Juni 2026.

Yosika Ayumi menjelaskan bahwa istilah "di-ospek" oleh Soimah bukanlah dalam artian sesungguhnya seperti orientasi studi dan pengenalan mahasiswa baru. Sebaliknya, ia merasa kaget dan tidak terbiasa dengan gaya bicara Soimah yang sangat blak-blakan dan to the point. "Sebenarnya nggak di-ospek gitu karena aku nggak biasa (dengan sikap Soimah awalnya). Kalau ibu (Soimah) ngomong ceplas-ceplos, to the point. Sedangkan aku di rumah nggak gitu. Kaget aja, terus nangis. Aku rasanya kayak dibentak, awal kenal," ungkap Yosika Ayumi dengan nada sedikit bergetar. Ia menambahkan bahwa perbedaan latar belakang dan cara berkomunikasi ini menjadi pemicu utama rasa kaget dan kesalahpahaman awalnya. Lingkungan tempat Yosika dibesarkan cenderung lebih halus dan tidak terbiasa dengan komunikasi yang sangat langsung, berbeda dengan karakter Soimah yang dikenal lugas dan apa adanya.

Yosika Ayumi Ungkap Momen 'Ospek' Saat Pertama Kali Bertemu Soimah

Momen yang dianggap Yosika sebagai "ospek" ini terjadi saat dirinya pertama kali berkunjung ke kediaman Soimah. Saat itu, Aksa, putranya, baru saja akan memperkenalkannya kepada sang ibu. Suasana tegang dan penuh antisipasi tentu menyelimuti Yosika, apalagi ini adalah pertemuan pertamanya dengan sosok yang akan menjadi bagian penting dalam hidupnya. Yosika mengungkapkan bahwa ia tidak hanya gugup karena akan bertemu calon mertua, tetapi juga karena ia menyadari bahwa ia memiliki usia yang lebih tua lima tahun dibandingkan Aksa. Perbedaan usia ini terkadang menjadi perhatian tambahan saat memperkenalkan pasangan kepada keluarga, apalagi kepada figur yang disegani seperti Soimah.

Aksa sendiri mengakui bahwa ia juga merasakan kegugupan yang luar biasa saat akan memperkenalkan Yosika kepada ibunya. Ia khawatir bahwa gaya bicara ibunya yang ceplas-ceplos bisa saja membuat Yosika merasa tidak nyaman atau bahkan tersinggung. "Ya deg-degan takutnya nyerocos aja Ibu," ujar Aksa, menggambarkan ketakutannya akan reaksi ibunya yang memang terkenal tanpa basa-basi. Aksa sangat memahami kepribadian ibunya dan menyadari bahwa cara Soimah berinteraksi terkadang bisa disalahartikan oleh orang yang belum terbiasa. Ia berharap pertemuan pertama ini berjalan lancar dan Yosika dapat diterima dengan baik oleh ibunya.

Yosika kemudian merinci lebih lanjut kejadian yang membuatnya merasa "dibentak" dan menangis. Ia menceritakan bahwa saat itu Soimah sedang mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungannya. "Jadi sebenarnya gini, jadi waktu aku datang ibu lagi kerja bakti. Orang lagi kerja bakti masa aku datang diem aja, aku nyapu," tutur Yosika, menjelaskan bahwa ia berusaha ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung sebagai bentuk sopan santun. Setelah membantu menyapu dan mengumpulkan sampah, Yosika bertanya kepada Soimah mengenai tempat untuk membuang kotoran yang telah dikumpulkan. Pertanyaan sederhana ini kemudian dijawab Soimah dengan kalimat yang membuat Yosika bingung dan merasa diperlakukan tidak pantas.

Yosika Ayumi Ungkap Momen 'Ospek' Saat Pertama Kali Bertemu Soimah

"Sudah nyapu kotorannya sudah kekumpul, ‘BU seorknya di mana?’. (Soimah jawab) ‘Seroknya nenggone Pak Lurah ngono!’. Aku yang, ‘Hah kok seroknya di Pak Lurah? aku maksudnya baru pertama kenal. Baru ketemu tanya serokan, aku masih belum mencerna karena ibu nggak senyum juga," Yosika menirukan perkataan Soimah dengan ekspresi masih sedikit tidak percaya. Bagi Yosika, pertanyaan Soimah yang terdengar sarkastis dan tidak membantu itu membuatnya merasa diremehkan dan bingung. Ia merasa bahwa sebagai orang baru, ia membutuhkan arahan yang lebih jelas, bukan jawaban yang terkesan menyindir. Ekspresi wajah Soimah yang datar dan tidak tersenyum saat itu semakin menambah rasa tidak nyaman Yosika. Ia merasa seperti sedang diuji atau dihadapkan pada sebuah teka-teki yang tidak ia mengerti konteksnya.

Setelah momen canggung dan membingungkan tersebut, Yosika akhirnya mendapatkan penjelasan mengenai maksud Soimah. Ia menyadari bahwa cara Soimah berkomunikasi memang sangat lugas, dan ia tidak perlu bertanya hal-hal yang sebenarnya bisa ia cari tahu sendiri. "Pas udah ini dijelasin, maksudnya ibu tuh kalau apa-apa udah nggak usah tanya, ini sendiri, ‘Habis nyapu serok dimana?’. Ya sudah cari dimana, nggak usah tanya," beber Yosika Ayumi, menunjukkan pemahamannya yang kini sudah lebih mendalam. Ia mengerti bahwa Soimah ingin menanamkan kemandirian dan inisiatif pada dirinya sejak awal. Meskipun awalnya terasa berat dan menyakitkan, Yosika menyadari bahwa itu adalah cara Soimah untuk "menggodok" dan mempersiapkannya menjadi bagian dari keluarga.

Perbedaan usia antara Yosika dan Aksa yang terpaut lima tahun sempat menjadi catatan tersendiri bagi Aksa. Ia mengakui bahwa ia sempat merasa sedikit cemas mengenai bagaimana ibunya akan menerima Yosika, terutama karena Yosika lebih dewasa. "Ya deg-degan takutnya nyerocos aja Ibu," ujar Aksa, yang menyiratkan kekhawatirannya akan reaksi ibunya yang cenderung spontan dan mungkin saja membuat Yosika merasa kurang nyaman. Namun, di balik kekhawatiran itu, tersirat pula harapan Aksa agar ibunya bisa melihat kebaikan dan kecocokan antara dirinya dan Yosika.

Yosika Ayumi Ungkap Momen 'Ospek' Saat Pertama Kali Bertemu Soimah

Yosika kemudian melanjutkan ceritanya mengenai kesalahpahaman awal tersebut. Ia menjelaskan bahwa ia menangis bukan karena ia benar-benar merasa dibentak dalam artian fisik atau ucapan kasar yang menusuk, melainkan karena keterkejutan emosional akibat gaya komunikasi Soimah yang sangat berbeda dari kebiasaan di rumahnya. "Aku nangis karena kaget aja, kayak dibentak. Ya kaget aja, nggak biasa di rumah gitu," ungkap Yosika, mengklarifikasi bahwa tangisannya lebih disebabkan oleh syok budaya dan perbedaan gaya interaksi. Ia menambahkan bahwa dalam keluarganya, komunikasi cenderung lebih halus dan tidak ada yang terbiasa berbicara dengan nada tinggi atau langsung pada intinya tanpa sedikit pemanis.

Proses adaptasi Yosika terhadap kepribadian Soimah memang membutuhkan waktu. Namun, dengan keterbukaan dan keinginan untuk memahami, Yosika berhasil melewati fase awal yang penuh tantangan tersebut. Kini, Yosika dan Soimah tampaknya memiliki hubungan yang baik, terbukti dari berbagai unggahan di media sosial yang menunjukkan keakraban mereka. Pengalaman "ospek" ala Soimah ini justru menjadi cerita lucu yang sering dikenang oleh Yosika, menandakan bahwa ia telah berhasil menaklukkan hati ibu mertuanya dengan cara yang unik.

Kisah ini menjadi bukti bahwa perbedaan karakter dan gaya komunikasi bukanlah hambatan permanen dalam membangun hubungan. Dengan komunikasi yang jujur, saling pengertian, dan sedikit humor, bahkan momen yang awalnya terasa menakutkan pun bisa berubah menjadi kenangan manis. Yosika Ayumi, melalui pengakuannya, memberikan gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana ia beradaptasi dan akhirnya menemukan tempatnya dalam keluarga besar Soimah. Pengalaman ini juga menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang yang mungkin akan menghadapi situasi serupa saat bertemu dengan calon mertua atau orang baru dengan kepribadian yang kuat.

Yosika Ayumi Ungkap Momen 'Ospek' Saat Pertama Kali Bertemu Soimah

Lebih lanjut, Yosika Ayumi menekankan bahwa maksud Soimah bukanlah untuk menjatuhkan atau mempermalukan dirinya. Justru, menurut Yosika, Soimah memiliki cara tersendiri untuk menguji dan melihat bagaimana calon menantunya bereaksi dalam situasi yang tidak terduga. Ini adalah bentuk penerimaan yang berbeda, yang mungkin tidak lazim bagi orang di luar lingkaran terdekat Soimah. Yosika kini bisa menertawakan momen tersebut, karena ia telah belajar banyak dari pengalaman tersebut dan semakin dekat dengan ibu mertuanya.

Kisah Yosika Ayumi ini juga dapat diinterpretasikan sebagai sebuah bentuk "didikan" awal dari Soimah. Sang biduan dangdut itu ingin memastikan bahwa calon menantunya adalah sosok yang mandiri, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Soimah secara tidak langsung mengajarkan Yosika untuk tidak mudah menyerah dan mencari solusi sendiri ketika dihadapkan pada sebuah masalah. Hal ini tentu saja sangat berharga bagi Yosika dalam menjalani kehidupan rumah tangganya kelak.

Pada akhirnya, Yosika Ayumi tidak hanya menjadi menantu bagi Soimah, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar yang hangat dan penuh kasih. Momen "ospek" yang awalnya menimbulkan air mata itu kini menjadi cerita yang membanggakan, sebuah bukti ketahanan dan kemampuan Yosika dalam beradaptasi dengan dinamika keluarga yang unik. Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa terkadang, cinta dan penerimaan datang dalam bentuk yang tidak terduga, bahkan melalui cara-cara yang paling mengejutkan sekalipun.