BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komika Praz Teguh memberikan kesaksiannya di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan yang melibatkan Hanania Group, sebuah biro perjalanan umrah. Dalam pemeriksaan tersebut, Praz Teguh mengaku sempat bertemu dengan Paula Verhoeven, figur publik lain yang juga terseret dalam pusaran kasus ini. Namun, Praz menegaskan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti siapa saja artis atau influencer lain yang turut diperiksa. "Saya kurang tahu itu, yang pasti kalau Mbak Paula tadi kita satu ruangan tadi ya. Udah itu aja yang saya tahu tadi ada di situ. Banyak mungkin ya tapi saya tidak tahu," ujar Praz Teguh di Polda Metro Jaya pada Kamis, 11 Juni 2026.
Praz Teguh dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki hubungan dekat dengan pemilik Hanania Group. Pertemuannya dengan pihak travel tersebut hanya terjadi beberapa kali, sebatas membahas rencana keberangkatan dan proses pembayaran umrah. "Mengenali dekat tidak. Kita cuma bertemu kayaknya sebanyak dua kali apa ya. Sebanyak dua kali," jelasnya. "Jadi ya itu pertemuan, awalnya untuk membahas keberangkatan, kedua ya kita pembayaran ya. Sudah. Itu aja sih kita tidak mengenali sama sekali bahkan sebenarnya. Jujur aja," tambahnya, menekankan bahwa kedekatannya dengan pihak Hanania Group sangat minim.
Menanggapi kabar dugaan penipuan Hanania Group, Praz Teguh mengungkapkan rasa kecewa dan kekesalannya yang mendalam. Ia tidak hanya terkejut, tetapi juga merasa muak dengan situasi yang terjadi. "Bukan kaget lagi, guys. Muak! Kok bisa gini? Kaget…, muak nggak?" serunya, menggambarkan perasaannya yang campur aduk antara tidak percaya dan rasa frustrasi.
Meskipun demikian, Praz Teguh berusaha untuk bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru dalam memberikan pernyataan kepada publik. Ia memilih untuk menunggu proses pemeriksaan oleh kepolisian terlebih dahulu sebelum angkat bicara lebih jauh. "Jadi sebenarnya ya kaget, sangat kaget. Jadi ya, nggak menyangka banget kok bisa jadi begini. Makin lama makin ramai. Sebenarnya tekanan dari media juga udah banyak gitu, ‘Kenapa nggak bersuara?’. Ya kita tunggu dulu karena saya sudah sebenarnya sudah dipanggil pihak kepolisian," terangnya. "Sudah ada tanggalnya, jadi saya tidak mau berspekulasi dari awal. Jadi ya, ini saya bicara," lanjutnya, menandakan bahwa pernyataannya saat ini adalah hasil dari proses pemeriksaan yang telah dijalaninya.
Mengenai konten-konten terkait Hanania Group yang pernah diunggahnya di media sosial, Praz Teguh mengaku masih mempertimbangkan untuk menghapusnya. Keputusan tersebut akan diambilnya dengan melihat perkembangan situasi di kemudian hari. "Nah, itu saya juga mikir tadi tuh waktu di atas sempat ditanyain tuh, ‘Berapa kali nge-share’ dan segala macam. Saya sempat mikir tadi, ‘Apa guae hapus apa ya?’. Tapi mau gimana. Nanti kita pikirkan lagi, kita tidak tahu," tuturnya, menunjukkan keraguannya dalam mengambil keputusan final terkait konten-konten tersebut.
Praz Teguh menilai bahwa kerugian terbesar yang dialaminya dalam kasus ini adalah tercorengnya nama baiknya. Ia merasa terseret dalam masalah yang tidak seharusnya menimpa dirinya, dan hal tersebut berdampak luas. "Kerugian pastinya nama ya, nama ya karena ini sudah terseret-seret saya sudah ke mana-mana. Paling itu aja kerugiannya," ungkapnya, menekankan bahwa dampak pada reputasinya merupakan hal yang paling ia rasakan.
Ia kembali menegaskan bahwa biaya umrah untuk rombongannya sepenuhnya dibayar menggunakan uang pribadi. Saat ditanya mengenai lamanya waktu pengumpulan dana tersebut, Praz menjawab dengan nada bercanda, menyiratkan perjuangan yang telah ia lakukan. "Tapi sekali lagi saya tekankan, saya bayar, teman-teman. Hampir… itu saya ngumpulin duit…," ucapnya. "Ya lu pikirin aja dari segitu berapa itu capek cuap-cuap itu ya. Tapi tidak apa-apa, pokoknya kita sudah sampai…. Jadi pembelajaran buat kita," katanya, menganggap pengalaman ini sebagai pelajaran berharga.
Praz Teguh berjanji akan lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama dengan biro perjalanan umrah di masa mendatang. Ia bahkan menyiratkan keinginan untuk mengurus semuanya sendiri jika ada kesempatan umrah lagi. "Pasti, pasti hati-hati untuk kerja sama travel umrah. Kalau bisa niat saya ya jujur aja ya, kalau seandainya besok ada rezeki lagi, nggak usahlah, bayar sendiri aja dah. Gitu, bayar sendiri aja dah," tuturnya, menunjukkan keengganannya untuk kembali bergantung pada pihak ketiga.
Menanggapi anggapan bahwa ia memiliki kewajiban khusus untuk mempromosikan Hanania Group karena mendapatkan potongan biaya perjalanan, istri Praz, Qorry Rizky Ananda Majid, meluruskan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa unggahan mengenai perjalanan umrah lebih merupakan bentuk testimoni atas pelayanan yang dinilai baik, bukan imbalan atas diskon yang diberikan. "Nggak, sebenarnya tidak berkewajiban secara penuh untuk oh ini barter, nggak, tapi lebih ke karena didiskon. Jadi kita kan happy juga dan pelayanannya bagus, jadi kita dikasih, kita kasih testimoni," ujar Qorry.
Praz Teguh membenarkan pernyataan istrinya. Ia menegaskan bahwa pihak travel tidak pernah mewajibkan dirinya untuk membuat unggahan tertentu. Diskon yang didapatkan oleh Praz dan empat orang lainnya dalam rombongannya adalah bentuk apresiasi dari Hanania Group karena telah memberangkatkan 20 orang. "Benar karena sudah memberangkatkan 20 orang, jadi mereka sebenarnya nggak ada kewajiban, ‘Harus posting ini, harus posting ini’, nggak. Jadi ya karena kebetulan di sana pelayanannya baik, bagus jujur aja, jadi ya saya tergugah sendiri aja buat, ya udah posting gitu aja sebenarnya," pungkasnya, menegaskan bahwa niat awalnya adalah memberikan testimoni tulus atas pelayanan yang memuaskan.
Kasus dugaan penipuan oleh Hanania Group ini memang menimbulkan banyak pertanyaan dan kekecewaan di kalangan publik, terutama bagi mereka yang merasa dirugikan. Keterlibatan figur publik seperti Praz Teguh dan Paula Verhoeven semakin menambah sorotan terhadap kasus ini. Kepolisian terus mendalami dugaan penipuan ini untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan bagi para korban.
Dugaan penipuan ini berawal dari laporan para calon jemaah umrah yang merasa dijanjikan oleh Hanania Group terkait keberangkatan ibadah ke tanah suci. Namun, janji tersebut tidak kunjung ditepati, bahkan banyak yang mengaku telah membayar biaya perjalanan yang tidak sedikit. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan kemarahan di kalangan mereka yang merasa tertipu.
Pihak Hanania Group sendiri hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi yang memuaskan terkait tudingan penipuan ini. Pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai pihak, termasuk para saksi yang telah diperiksa. Proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dan adil.
Praz Teguh, sebagai salah satu figur publik yang ikut menjadi saksi, berharap agar kasus ini dapat segera terselesaikan. Ia ingin nama baiknya kembali pulih dan tidak lagi dikaitkan dengan praktik penipuan yang merugikan banyak orang. Pengalamannya ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih selektif dalam memilih rekan kerja sama di masa depan, terutama dalam industri perjalanan ibadah.
Penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah. Sebaiknya melakukan riset mendalam, memeriksa legalitas travel, dan membaca ulasan dari calon jemaah lain sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa mereka. Transparansi dan kehati-hatian adalah kunci untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan.
Kasus Hanania Group ini juga menjadi pengingat bagi para influencer dan figur publik untuk lebih bijak dalam mempromosikan produk atau jasa. Meskipun niatnya baik, namun perlu dipastikan kembali kredibilitas pihak yang dipromosikan agar tidak terseret dalam masalah yang sama. Tanggung jawab moral perlu dijunjung tinggi agar tidak menyesatkan publik.
Praz Teguh sendiri, meskipun merasa dirugikan secara nama baik, tetap berusaha melihat sisi positif dari pengalaman ini. Ia menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dukungan dari penggemarnya diharapkan dapat membantunya melewati masa-masa sulit ini.
Polda Metro Jaya terus bekerja keras untuk mengungkap tuntas kasus ini. Harapannya, keadilan dapat ditegakkan dan para korban dapat memperoleh hak mereka kembali. Kepercayaan publik terhadap industri perjalanan umrah juga perlu dikembalikan melalui penegakan hukum yang tegas dan profesional.
Seluruh proses hukum yang sedang berjalan akan menjadi perhatian publik. Keputusan akhir dari pengadilan diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai duduk perkara sebenarnya dari dugaan penipuan Hanania Group ini.
Praz Teguh, dalam kesaksiannya, menunjukkan sikap yang kooperatif dan terbuka. Ia berharap kejujurannya dapat membantu proses penyelidikan dan memberikan pencerahan bagi publik. Pengalamannya ini menjadi pelajaran berharga yang akan selalu ia ingat.
Kisah Praz Teguh dan keterlibatannya dalam kasus Hanania Group ini menunjukkan betapa pentingnya kehati-hatian dan riset yang mendalam dalam setiap keputusan finansial, terutama terkait perjalanan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi.

