0

CEO TSMC Bilang ‘Good Luck’ ke Elon Musk soal Rencana Gila Terafab.

Share

Jakarta – Ambisi Elon Musk memang kerap melampaui batas nalar dan ekspektasi pasar, namun kali ini, rencananya untuk membangun "Terafab" dengan target produksi chip yang luar biasa gila-gilaan telah menarik perhatian, bahkan dari raksasa semikonduktor global. C.C. Wei, CEO TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), perusahaan manufaktur chip terbesar di dunia, memberikan tanggapan yang lugas namun sarat makna: "Saya hanya akan mengucapkan, ‘Semoga beruntung’ atas proyek Terafab milik Elon Musk," ujarnya, sebagaimana dilansir Nikkei Asia pada Jumat (5/6/2026). Pernyataan ini muncul kala Wei dimintai tanggapan oleh para pemegang saham mengenai rencana Musk untuk memproduksi satu juta wafer per bulan secara mandiri, sebuah angka yang mencengangkan dan belum pernah terdengar dari entitas non-foundry.

Rencana Musk, yang dikenal dengan nama "Terafab," mengindikasikan keinginan kuat untuk mencapai kemandirian produksi chip pada skala yang monumental. Bagi seorang visioner seperti Musk, yang telah berhasil merevolusi industri otomotif dengan Tesla dan eksplorasi antariksa dengan SpaceX, tantangan ini mungkin terlihat seperti babak selanjutnya dalam serangkaian proyek "mustahil" yang berhasil diwujudkannya. Namun, industri semikonduktor adalah medan perang yang jauh berbeda, dengan kompleksitas, biaya, dan kurva pembelajaran yang tak tertandingi oleh sektor lain. Skala produksi satu juta wafer per bulan bukan hanya ambisius, tetapi juga menuntut investasi triliunan dolar, keahlian teknis yang mendalam, dan ekosistem rantai pasok yang sangat matang—sesuatu yang baru bisa dicapai oleh TSMC setelah puluhan tahun berinvestasi dan berinovasi.

C.C. Wei, yang memimpin perusahaan yang menjadi tulang punggung teknologi global, tidak hanya mengucapkan "semoga beruntung" sebagai basa-basi. Ada nada realisme yang kuat dalam pernyataannya. "Akan butuh waktu yang cukup lama untuk terwujud," tutur Wei, merujuk pada proyek Terafab Musk. Ia menjelaskan bahwa membangun satu pabrik chip saja biasanya memakan waktu antara dua hingga tiga tahun. Itu baru tahap konstruksi fisik. Setelah pabrik berdiri, dibutuhkan waktu tambahan satu hingga dua tahun untuk menaikkan kapasitas produksi hingga mencapai tingkat yang efisien dan stabil. Ini adalah proses yang sangat rumit, melibatkan kalibrasi mesin-mesin presisi tinggi, optimasi proses kimiawi, dan manajemen hasil (yield management) yang ketat. "Oleh karena itu, tidak ada jalan pintas dalam bisnis chip," tegas Wei, menyoroti realitas pahit yang sering diabaikan oleh para pendatang baru.

Pernyataan Wei bukan sekadar opini, melainkan refleksi dari pengalaman puluhan tahun TSMC dalam menavigasi kompleksitas industri semikonduktor. TSMC telah berinvestasi miliaran dolar setiap tahun untuk riset dan pengembangan (R&D) serta pembangunan pabrik-pabrik baru yang menggunakan teknologi paling mutakhir, seperti litografi ultraviolet ekstrem (EUV). Proses pembuatan chip melibatkan ratusan tahapan, mulai dari desain sirkuit hingga pengujian akhir, yang masing-masing memerlukan presisi nanometer. Membangun infrastruktur ini dari nol, merekrut ribuan insinyur dan ilmuwan yang sangat spesialisasi, serta mengembangkan rantai pasokan bahan baku dan peralatan yang andal, adalah pekerjaan Herculean yang membutuhkan waktu dan modal yang sangat besar. Ambisi Musk untuk memproduksi satu juta wafer per bulan secara mandiri berarti ia harus membangun kapasitas yang setara dengan sebagian besar produksi TSMC saat ini, sebuah tugas yang bahkan bagi perusahaan-perusahaan semikonduktor raksasa pun membutuhkan waktu puluhan tahun.

Selain tantangan teknis dan waktu, Wei juga menyinggung aspek persaingan dalam industri. Ia menyatakan bahwa selama 30 hingga 40 tahun terakhir, TSMC selalu berhadapan dengan berbagai macam kompetisi, mulai dari Intel yang dulunya dominan, hingga Samsung yang agresif. Namun, TSMC selalu berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. "Di masa lalu, Wei yakin TSMC sudah menang, dan begitu pula di masa depan," katanya, menyiratkan kepercayaan diri yang tak tergoyahkan terhadap model bisnis dan keunggulan teknologi perusahaannya. Keyakinan ini bukan tanpa dasar; TSMC telah membangun ekosistem foundry yang tak tertandingi, melayani hampir semua perusahaan teknologi besar di dunia yang merancang chip mereka sendiri, mulai dari Apple, Qualcomm, Nvidia, hingga AMD.

Mengenai Intel, yang sedang berjuang untuk bersaing di bisnis foundry, Wei memberikan komentar yang menarik. Intel, yang secara historis merupakan produsen chip terkemuka dengan model bisnis Integrated Device Manufacturer (IDM), kini berupaya keras untuk membangun kembali kapabilitas foundry-nya di bawah inisiatif "IDM 2.0". Namun, dalam transisi ini, Intel juga menjadi pelanggan penting bagi TSMC untuk beberapa produknya. "Saat ini Intel masih menjadi salah satu dari 10 pelanggan utama kami. Kami ingin menghasilkan uang dari mereka dan juga akan terus melindungi kekayaan intelektual dan rahasia dagang kami sendiri," akunya, dikutip detikINET dari Electronics Weekly. Pernyataan ini menyoroti hubungan yang kompleks antara TSMC dan Intel: di satu sisi, Intel adalah pelanggan yang mendatangkan pendapatan signifikan bagi TSMC; di sisi lain, Intel adalah pesaing yang ingin merebut pangsa pasar foundry.

Pernyataan terakhir Wei mengenai perlindungan kekayaan intelektual (IP) dan rahasia dagang kemungkinan merujuk pada litigasi yang sempat mencuat terkait perjanjian non-kompetisi dan rahasia dagang yang melibatkan mantan SVP TSMC, Wei-Jen Lo, yang kemudian direkrut oleh Intel. Kasus ini menggarisbawahi betapa berharganya IP dalam industri semikonduktor, di mana inovasi dan proses manufaktur adalah kunci keunggulan kompetitif. Setiap formula, setiap desain, setiap parameter proses adalah hasil dari investasi miliaran dolar dan ribuan jam kerja para insinyur. Melindungi aset-aset tak berwujud ini adalah prioritas utama bagi TSMC, dan pesan Wei kepada Intel adalah pengingat bahwa meskipun mereka adalah pelanggan, batas-batas persaingan dan etika bisnis harus tetap dihormati.

Selain isu persaingan dan ambisi Musk, Wei juga menyampaikan keprihatinannya atas kenaikan harga komponen yang telah memukul pasar PC dan smartphone, serta pasar lainnya secara global. Fenomena ini, yang dipicu oleh gangguan rantai pasok dan lonjakan permintaan pasca-pandemi, telah menyebabkan inflasi di berbagai sektor teknologi. Namun, TSMC mengambil pendekatan yang berbeda. "Kami tidak akan menaikkan harga seperti chip memori – tiba-tiba naik 400% dalam jangka pendek," tegas Wei. Industri chip memori, yang lebih volatil, memang sering mengalami fluktuasi harga yang drastis. TSMC, sebagai foundry yang melayani berbagai segmen pasar, memilih stabilitas. "Meskipun saya iri dengan margin laba kotor mereka yang mencapai 80%, kami tidak akan melakukan itu. Itu tidak realistis. Kami benar-benar berpikir kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan lebih penting," tandasnya.

Filosofi bisnis TSMC yang mengutamakan kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan adalah salah satu pilar utama yang membuatnya menjadi pemimpin tak terbantahkan di industri ini. Dengan menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan menawarkan harga yang stabil serta kompetitif, TSMC memastikan bahwa ekosistem teknologi global tetap berfungsi dengan baik. Kenaikan harga yang drastis dapat mengganggu inovasi dan pertumbuhan di seluruh rantai nilai. Pendekatan ini juga membantu TSMC mempertahankan loyalitas pelanggan, yang sangat penting mengingat investasi besar yang diperlukan untuk mengembangkan chip baru.

Pada akhirnya, tantangan Elon Musk dengan Terafab-nya adalah cerminan dari dua dunia yang berbeda: dunia ambisi teknologi disruptif yang berani melawan arus, dan dunia realitas industri manufaktur yang telah matang, kompleks, dan membutuhkan kesabaran serta investasi yang luar biasa. Ucapan "semoga beruntung" dari CEO TSMC C.C. Wei bukan hanya sebuah doa, tetapi juga peringatan yang halus namun kuat. Ini adalah pengakuan atas skala ambisi Musk, sekaligus penekanan pada betapa sulitnya menduplikasi puluhan tahun keahlian, infrastruktur, dan ekosistem yang telah dibangun oleh TSMC. Apakah Elon Musk akan berhasil menaklukkan gunung ini, ataukah ia akan menemukan bahwa ada beberapa "jalan pintas" yang benar-benar tidak ada di dunia semikonduktor, hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang pasti, industri chip adalah pertarungan maraton, bukan sprint, dan TSMC telah membuktikan dirinya sebagai juara bertahan.