BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Setelah penantian yang begitu panjang dan penuh antisipasi, mobil listrik pertama dari pabrikan legendaris Ferrari akhirnya resmi diperkenalkan ke publik global. Namun, alih-alih disambut dengan pujian meriah dan sanjungan yang layak, kendaraan yang diberi nama Luce EV ini justru menuai badai kritik pedas dan hujatan dari berbagai kalangan, termasuk dari para penggemar otomotif setia. Kejutan ini tentu saja menggemparkan dunia otomotif, mengingat nama besar Ferrari yang selalu identik dengan kesempurnaan desain dan performa.
Kritik tajam yang dilayangkan kepada Ferrari Luce EV bukanlah tanpa alasan yang kuat. Sorotan publik tertuju pada desain atau tampilan mobil listrik supercar tersebut yang dinilai sangat tidak ‘Il Cavallino Rampante’ atau kuda jingkrak, lambang ikonik Ferrari. Sekujur bodi Luce EV terasa jauh dari nuansa khas pabrikan asal Maranello yang selama ini telah memukau dunia. Desainnya terlihat begitu asing dan tidak merefleksikan warisan desain Ferrari yang telah terukir puluhan tahun. Para pengamat otomotif dan penggemar garis keras Ferrari merasa bahwa esensi dan jiwa Ferrari seolah hilang dari wujud Luce EV.
Salah satu suara paling lantang yang menyuarakan kekecewaannya adalah Luca Di Montezemolo, seorang tokoh yang memegang peranan penting dan menjabat sebagai petinggi Ferrari selama dua dekade penuh. Pengalaman dan pemahamannya yang mendalam tentang DNA Ferrari membuatnya merasa sangat kecewa melihat hasil akhir Luce EV. Menurut pandangannya yang kritis, desain mobil listrik ini begitu jauh dari standar Ferrari sehingga ia bahkan berani berucap bahwa produsen otomotif asal Tiongkok, yang seringkali menjadi sorotan karena meniru desain, pun akan enggan meniru desain Luce EV. Ini adalah sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan dan menunjukkan betapa dalamnya kekecewaan Montezemolo.
"Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda. Setidaknya, ini jelas mobil yang tidak akan ditiru oleh pabrikan-pabrikan Cina," ujar Montezemolo dengan nada prihatin setelah menyaksikan Ferrari Luce EV untuk pertama kalinya. Pernyataannya ini, yang dikutip dari media Politico pada hari Kamis, 28 Mei, menggarisbawahi betapa jauhnya desain Luce EV dari apa yang diharapkan dari sebuah Ferrari. Di masa lalu, desain mobil-mobil Ferrari selalu menjadi kiblat dan inspirasi bagi banyak merek otomotif lain di seluruh dunia. Namun, kini, Montezemolo merasa situasinya telah berbalik 180 derajat.

Montezemolo melanjutkan penjelasannya, menekankan bahwa keunikan dan keindahan desain Ferrari adalah bagian integral dari identitas merek tersebut. Ia merasa bahwa Luce EV telah kehilangan elemen-elemen krusial tersebut. Baginya, dengan desain yang demikian, logo ‘kuda jingkrak’ yang sangat sakral bagi para penggemar Ferrari, sebenarnya tidak pantas untuk disematkan di tubuh Luce EV. Ini adalah bentuk kritik yang sangat mendalam, menyiratkan bahwa mobil ini tidak mewakili nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Ferrari.
"Kalau saya mengatakan apa yang benar-benar saya pikirkan, saya justru akan merugikan Ferrari. Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda, dan saya benar-benar menyesal akan hal itu. Saya harap mereka setidaknya melepas logo kuda jingkrak dari mobil tersebut," tegas Montezemolo. Pernyataan ini menunjukkan dilema yang dihadapi oleh para pecinta Ferrari yang melihat merek kesayangan mereka mengambil langkah yang berpotensi merusak citra legendarisnya. Harapannya agar logo kuda jingkrak dilepas menunjukkan betapa ia merasa mobil ini tidak layak menyandang identitas Ferrari.
Sekadar mengingatkan kembali, berita sebelumnya dari detikOto telah memberitakan bahwa Ferrari Luce EV memang telah resmi diluncurkan untuk pasar global. Kendaraan listrik perdana ini rencananya akan mulai bisa dipesan di wilayah Eropa pada akhir tahun ini dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar 520 ribu euro atau setara dengan Rp 12 miliaran. Sementara itu, negara-negara di luar Eropa baru akan mendapatkan jatah unitnya pada tahun depan. Peluncuran ini menandai era baru bagi Ferrari, sebuah transisi besar menuju elektrifikasi.
Namun, di balik peluncuran global dan harga selangit tersebut, terungkap fakta menarik mengenai tim di balik desain Luce EV. Desain Ferrari Luce EV dikerjakan oleh LoveFrom, sebuah studio desain yang sangat ternama yang dipimpin oleh Jony Ive dan Marc Newson. Kedua desainer ini adalah otak di balik penciptaan beberapa produk ikonik dari Apple, seperti iPhone dan Apple Watch. Kehadiran mereka dalam proyek ini tentu saja diharapkan membawa sentuhan inovatif dan futuristik, namun hasilnya justru menimbulkan perdebatan sengit.
Lalu, seperti apa sebenarnya hasil desain dari kolaborasi prestisius ini? Luce EV hadir dengan konsep desain glass house yang sangat bersih dan minimalis. Terdapat sayap aerodinamis yang terlihat melayang di bagian depan dan belakang mobil, memberikan kesan futuristik dan fungsional. Salah satu fitur yang cukup menonjol adalah pintu baris kedua yang mengadopsi gaya suicide doors, mirip dengan yang biasa terlihat pada mobil-mobil mewah seperti Rolls-Royce, memberikan nuansa elegan dan eksklusif.

Bagian kaki-kaki Luce EV juga tidak kalah mencuri perhatian. Mobil ini menggunakan velg berukuran sangat besar, yaitu 23 inci untuk roda depan dan 24 inci untuk roda belakang. Ini merupakan rekor velg terbesar yang pernah dipasang pada mobil jalan raya produksi Ferrari, menegaskan kesan gagah dan sporty. Ukuran velg yang masif ini tentu saja memberikan kontribusi pada tampilan agresif dan futuristik mobil ini.
Ferrari juga menekankan bahwa seluruh komponen Luce EV dibuat secara mandiri oleh perusahaan (in-house). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mobil tersebut dapat diperbaiki oleh perusahaan sendiri hingga masa depan, sebuah langkah strategis untuk melindungi nilai jual kembali kendaraan tersebut. Dengan kontrol penuh atas produksi, Ferrari berharap dapat memberikan jaminan kualitas dan layanan purna jual yang optimal bagi para pemilik Luce EV.
Dari segi performa, Ferrari Luce EV tidak kalah mengagumkan, sejalan dengan reputasi pabrikan asal Italia ini. Motor listrik di bagian depan mampu menyemburkan tenaga sebesar 282 HP (210 kW), sementara motor listrik di bagian belakang memiliki daya yang jauh lebih besar, yaitu 831 HP (620 kW). Ketika keempat motor listrik ini bekerja bersama dalam mode Boost, Ferrari Luce EV mampu memuntahkan tenaga kombinasi yang luar biasa sebesar 1.035 HP! Angka ini jelas menempatkannya di jajaran supercar listrik terganas.
Performa akselerasi Luce EV pun tak kalah membuat geleng-geleng kepala. Berbekal empat motor listrik yang bertenaga, supercar listrik ini mampu melesat dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 2,5 detik saja. Waktu akselerasi yang sangat singkat ini membuktikan bahwa Ferrari tetap mampu menghadirkan sensasi kecepatan dan performa luar biasa, bahkan dalam era elektrifikasi. Namun, di balik performa dahsyatnya, isu desain yang dianggap tidak merepresentasikan Ferrari inilah yang terus menjadi sorotan utama. Perdebatan antara inovasi dan pelestarian warisan desain legendaris Ferrari akan terus berlanjut seiring dengan semakin banyaknya informasi yang terungkap mengenai Luce EV.

