0

Ustaz Solmed Tak Pasang Batasan Anggaran Kurban, Fokus Niat dan Kemampuan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Memasuki bulan Zulhijah, momen Idul Adha selalu dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali oleh Ustaz Soleh Mahmud, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ustaz Solmed. Bersama sang istri, April Jasmine, Ustaz Solmed telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjalankan ibadah kurban setiap tahunnya. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas keagamaan keluarga mereka, tetapi juga berkembang seiring waktu, di mana jumlah hewan kurban yang disiapkan terus bertambah. Pada Idul Adha 2026 ini, keluarga Ustaz Solmed telah mempersiapkan empat ekor sapi untuk disembelih. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menegaskan dedikasi mereka dalam berbagi rezeki dan menjalankan syariat Islam.

Lebih dari sekadar menjalankan ibadah untuk diri sendiri, Ustaz Solmed tahun ini memperluas cakupan niat kurbannya dengan memasukkan nama para karyawannya dalam daftar penyembelihan. Langkah ini mencerminkan kepedulian Ustaz Solmed terhadap tim yang telah bekerja bersamanya, memberikan kesempatan bagi mereka untuk turut merasakan keberkahan Idul Adha. Ketika ditanya mengenai total anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian empat ekor sapi tersebut, Ustaz Solmed memilih untuk tidak merinci nominalnya secara spesifik. Alih-alih memberikan angka pasti, ia melontarkan jawaban santai yang penuh makna. "Harga kita yang penting nggak murahan dah," ujarnya sambil tertawa, menyiratkan bahwa prioritasnya adalah kualitas dan nilai ibadah, bukan sekadar biaya.

April Jasmine, sang istri, turut menimpali pernyataan suaminya dengan penuh pengertian. Ia menambahkan bahwa yang terpenting dari ibadah kurban adalah terlaksananya niat tersebut. "Yang penting kebayar. Ekonomis," ucap April, menekankan bahwa dalam konteks ibadah, esensi dan kemampuan untuk menjalankanlah yang utama, bukan kemewahan materi. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi keluarga Ustaz Solmed dalam beribadah kurban, di mana niat yang tulus dan kemampuan yang dimiliki menjadi tolok ukur utama.

Meskipun jumlah hewan kurban yang disiapkan terus bertambah setiap tahunnya, Ustaz Solmed dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki batasan anggaran yang kaku. Baginya, ibadah kurban lebih mengutamakan niat dan kemampuan individu dalam menjalankannya. "Asal mampu saja deh. Kan kalau kurban kan yang penting punya kemauan dan kemampuan. Dan soal jumlah itu pasti balik lagi bagaimana kita dengan kemampuan dan kemauan kita," jelasnya. Penegasan ini sangat penting, karena ibadah kurban memang sejatinya bersifat sunah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang mampu, dan tidak memberatkan bagi yang tidak memiliki kemampuan finansial.

Ustaz Solmed melanjutkan penjelasannya dengan menekankan pentingnya menjalankan sunah Rasullullah SAW ini. "Paling tidak ada sunah yang kita jalankan ya, berkurban di tahun ini. Alhamdulillah, mudah-mudahan kesampaian. Sapinya nyampe, niatnya nyampe," tuturnya penuh harap. Ucapan ini menunjukkan bahwa tujuan utama dari kurban bukanlah untuk pamer atau sekadar memenuhi kewajiban, melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengamalkan ajaran agama. Keinginan agar hewan kurban dan niat baiknya sampai kepada Allah menjadi doa utama yang dipanjatkan.

Ia juga sempat berbagi pandangannya mengenai perbedaan suasana Idul Adha tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun secara umum tidak ada perbedaan signifikan dalam ritual ibadah, Ustaz Solmed menyebutkan bahwa kemungkinan besar anak-anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren tidak dapat menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban di rumah. Hal ini dikarenakan jadwal liburan yang mungkin tidak bertepatan dengan hari pelaksanaan kurban. "Kalau perbedaan yang lain, ya enggak ada beda kecuali tahunnya yang beda," pungkasnya, menyiratkan bahwa inti dari perayaan Idul Adha tetap sama, yaitu semangat berbagi dan meningkatkan ketakwaan.

Ibadah kurban memiliki makna spiritual yang mendalam dalam Islam. Ia mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Dengan menyembelih hewan kurban, umat Muslim merayakan kembali kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, demi menaati perintah Allah. Pengorbanan ini menjadi simbol ketundukan total seorang hamba kepada Sang Pencipta. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, serta kaum fakir miskin, mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Bagi Ustaz Solmed dan keluarga, ibadah kurban bukan hanya sekadar kewajiban syariat, tetapi juga sebuah momentum untuk merefleksikan diri, meningkatkan rasa syukur, dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Keputusan untuk tidak membatasi anggaran secara ketat, melainkan fokus pada niat dan kemampuan, mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang esensi ibadah. Hal ini juga menunjukkan bahwa rezeki yang Allah berikan patut disyukuri dengan cara yang terbaik, termasuk dengan berbagi kepada sesama melalui jalur ibadah kurban.

Penambahan jumlah hewan kurban setiap tahunnya, serta perluasan cakupan penerima manfaat kurban dengan memasukkan nama karyawan, merupakan bukti nyata dari komitmen Ustaz Solmed dalam mengamalkan ajaran Islam secara utuh. Ia tidak hanya menjalankan ibadah untuk dirinya sendiri, tetapi juga berusaha menularkan semangat kebaikan dan berbagi kepada orang-orang di sekitarnya. Sikap rendah hati dan fokus pada nilai-nilai spiritual ini patut menjadi teladan bagi banyak orang.

Perbedaan kecil dalam suasana Idul Adha karena ketidakhadiran anak-anak yang sedang mondok, meskipun disayangkan, tidak mengurangi makna dan kekhidmatan ibadah kurban itu sendiri. Hal ini juga menunjukkan bahwa kehidupan keluarga Ustaz Solmed berjalan dinamis, dengan berbagai kesibukan dan komitmen yang dijalani oleh setiap anggota keluarga. Namun, esensi dari Idul Adha, yaitu berbagi dan mendekatkan diri kepada Allah, tetap menjadi prioritas utama.

Dalam konteks yang lebih luas, kisah Ustaz Solmed ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Ibadah kurban tidak harus selalu dibebani dengan target anggaran yang ketat. Yang terpenting adalah niat yang tulus, kemampuan yang dimiliki, dan kemauan untuk berbagi. Dengan semangat ini, ibadah kurban dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menyebarkan keberkahan kepada seluruh lapisan masyarakat. Komitmen Ustaz Solmed dalam menjalankan ibadah kurban ini menunjukkan bahwa keikhlasan dan ketulusan dalam beribadah jauh lebih berharga daripada sekadar jumlah materi yang dikeluarkan. Ia adalah cerminan nyata dari pribadi yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui amalan-amalan yang dianjurkan.