BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pernikahan antara bintang FTV, Ridho Illahi, dan Anindya Caroline yang dilangsungkan pada Januari lalu, ternyata menyimpan kisah di balik layar yang penuh warna. Jauh dari gambaran romantis yang biasa disajikan di layar kaca, hubungan mereka justru diwarnai pertengkaran hebat yang nyaris membuat keduanya berpisah. Ridho Illahi sendiri yang membeberkan alasan di balik keputusan besar ini, mengungkapkan bahwa perbedaan usia 16 tahun bukanlah hambatan utama, melainkan ego dan dinamika hubungan yang nyaris membuat mereka menyerah.
Ridho mengakui bahwa selama lebih dari setahun berpacaran, ia dan Anindya sama-sama memiliki ego yang tinggi. "Lucu juga sih sebenarnya. Kita kan sudah pacaran setahun lebih. Sering berantemlah. Ego aku masih besar, ditambah umur dia yang 21 mau 22 tahun ini, egonya juga makin gede kan," ungkap Ridho saat ditemui di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Pertengkaran demi pertengkaran tersebut membuat hubungan mereka terasa semakin renggang dan tidak sejalan. "Sebagai cowok, ego aku juga ada. Jadi kita di titik yang sering berantem besar. Ah capek nih hubungan berantem terus, kayak nggak nyambung," tambahnya.
Di tengah kondisi hubungan yang berada di ujung tanduk, muncul sebuah usulan mengejutkan dari Anindya. Dalam kondisi yang sudah sangat lelah dengan pertengkaran yang tak kunjung usai, Anindya mengusulkan untuk segera menikah. "Ya kalau kita masih mau balik, nikah saja. Karena waktu itu sudah di ujung banget hubungannya, sudah hopeless banget. Kayak ya sudah deh kalau mau putus, putus. Tapi kalau kita mau jalan lagi, nikah saja," tutur Anindya Caroline. Ia merasa sudah tidak kuat lagi menjalani hubungan pacaran yang dipenuhi konflik, dan berharap pernikahan dapat menjadi katalisator kedewasaan bagi keduanya. Harapan Anindya terbukti, ia menyatakan bahwa setelah menikah, hubungan mereka justru menjadi lebih tenang, meskipun debat masih sesekali terjadi, namun tidak lagi separah saat pacaran.
Perbedaan usia yang cukup signifikan, 16 tahun, ternyata tidak menjadi masalah besar bagi keluarga Anindya. Menurut Anindya, ibunya justru lebih fokus menanyakan tentang masa lalu Ridho. "Kalau dari keluarga, cuma nanya masa lalu dia saja. Ditanya ‘Yakin nggak?’. Masa lalu dia gimana sih. Bukan masalah umur, atau kerjaan. Cuma masa lalu kamu doang yang ditanya sama mama aku," ujar Anindya sambil tertawa. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga Anindya lebih mengutamakan kesiapan mental dan rekam jejak calon menantu daripada sekadar perbedaan usia.
Prosesi pernikahan Anindya sendiri berjalan sedikit berbeda dari yang direncanakan. Ia dinikahkan oleh wali hakim, sebuah keputusan yang diambil karena ayah kandungnya yang non-muslim sedang menjalani perawatan di rumah sakit pada hari pernikahan. "Iya benar, wali hakim. Sebenarnya bisa datang, cuma kan papa non-muslim. Waktu itu papa juga lagi sakit saraf, dirawat di rumah sakit pas banget di hari H," jelas Anindya. Selain itu, ibunya juga batal hadir karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia tepat di hari pernikahan mereka. "Terus mama sudah mau kita beliin tiket, tapi pas di hari H-nya, pakde aku meninggal. Makanya jadi diwalihakimkan, dan kita video call sama papa dan mamanya," lanjutnya. Meskipun ada kendala, momen pernikahan tetap terasa sakral dan penuh makna, bahkan dengan kehadiran virtual orang tua Anindya.
Ridho Illahi memiliki harapan besar untuk rumah tangganya bersama Anindya Caroline. Ia berharap pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir baginya, serta kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi kedewasaan, memiliki anak yang saleh dan salehah, serta menjalani hidup yang lurus dan jauh dari drama. "Kalau harapan ke depan, semoga ini pernikahan pertama dan terakhir. Ke depannya kita lebih dewasa, punya anak yang soleh dan solehah. Hidup lurus-lurus saja, aku nggak pengin yang muluk-muluk," ungkap Ridho.
Lebih lanjut, Ridho menyatakan keinginannya untuk fokus pada kehidupan rumah tangga dan karier tanpa mencari sensasi. Ia ingin membangun citra yang lebih positif dan meninggalkan segala bentuk drama yang mungkin pernah menghampirinya di masa lalu. "Nggak ada nyenggol orang, nggak ada drama, kita pengin semuanya baik, nggak ada musuh. Tenang saja hidup, nggak nyari sensasi, aku sudah meninggalkan itu. Makanya aku jarang sekarang muncul di media, karena aku pengin fokus sama keluarga dan karier," pungkasnya. Keputusan Ridho untuk lebih membatasi kemunculannya di media menunjukkan keseriusannya dalam membangun rumah tangga yang stabil dan fokus pada hal-hal yang lebih fundamental dalam hidupnya. Ini adalah sebuah langkah mundur dari sorotan publik yang mungkin kerap dikaitkan dengan sensasi, demi sebuah kehidupan yang lebih tenang dan bermakna bersama Anindya. Perjalanan cinta mereka yang dimulai dari pertengkaran hebat dan diakhiri dengan keputusan menikah yang berani, menjadi bukti bahwa terkadang, cinta sejati membutuhkan perjuangan dan komitmen yang kuat untuk melewatinya.
Kisah Ridho Illahi dan Anindya Caroline ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda yang menghadapi tantangan dalam hubungan. Perbedaan usia yang lebar bukanlah penghalang utama, melainkan bagaimana kedua belah pihak mampu mengelola ego, berkomunikasi dengan baik, dan menemukan solusi kreatif untuk setiap permasalahan. Keputusan Anindya untuk mengusulkan pernikahan di saat hubungan sedang genting menunjukkan kedewasaan dan keberanian dalam mengambil langkah demi menyelamatkan apa yang ia yakini. Sementara Ridho, dengan merespons usulan tersebut dan berkomitmen untuk perubahan, menunjukkan keseriusannya dalam membangun masa depan bersama.
Pernikahan yang dilangsungkan dengan wali hakim dan video call bersama orang tua, meski dalam situasi yang tidak ideal, tetap menjadi momen yang berharga. Hal ini mengajarkan bahwa dalam hidup, terkadang kita harus beradaptasi dengan keadaan dan menemukan cara untuk tetap merayakan momen penting, meskipun tidak sesuai dengan rencana awal. Yang terpenting adalah niat dan komitmen yang tulus untuk membangun kehidupan bersama.
Dengan harapan untuk hidup yang tenang, jauh dari drama, dan fokus pada keluarga serta karier, Ridho Illahi dan Anindya Caroline memulai babak baru dalam kehidupan mereka. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa di balik setiap hubungan yang terlihat harmonis, seringkali ada perjuangan dan pelajaran berharga yang membentuknya. Semoga pernikahan mereka langgeng dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

