0

Changan Bakal Bawa Mobil REEV, Nyetir EV Jarak Jauh Nggak Ragu Lagi

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Changan bersiap mendobrak pasar otomotif Indonesia dengan inovasi teknologi kendaraan ramah lingkungan yang masih jarang disentuh oleh produsen lain. Teknologi yang dimaksud adalah REEV, singkatan dari Range Extended Electric Vehicle. Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki pemain yang secara spesifik menghadirkan teknologi REEV. Changan digadang-gadang akan menjadi pionir dalam membawa mobil berteknologi revolusioner ini ke tanah air. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, secara gamblang mengungkapkan rencana ambisius perusahaannya untuk meluncurkan mobil dengan teknologi REEV di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada intinya, mobil REEV adalah kendaraan listrik murni, namun diperkaya dengan keberadaan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator.

"Kalau jarak pendek berarti kan 100 persen masih pakai baterai. Berarti mesin bensinnya nggak gerak. Kecuali lebih dari range baterainya baru engine nyala sebagai generator," terang Setiawan dalam kunjungannya ke kantor detikcom, Jakarta, pada Kamis (7/7/2026). Prinsip kerja sistem REEV ini memang unik. Mesin bensin tidak secara langsung menggerakkan roda. Sebaliknya, mesin tersebut bertugas sebagai generator yang mengisi daya baterai mobil. Dengan demikian, sensasi yang dirasakan oleh pengemudi saat berkendara adalah sensasi murni mobil listrik, karena seluruh tenaga yang disalurkan ke roda berasal dari motor listrik. Hal ini menjadi pembeda signifikan dengan mobil plug-in hybrid, di mana mesin bensin pada mobil tersebut masih memiliki kemampuan untuk menggerakkan roda secara langsung.

Menurut Setiawan, kehadiran mobil berteknologi REEV ini merupakan jawaban atas keraguan dan kekhawatiran yang kerap muncul di benak masyarakat terkait kendaraan listrik berbasis baterai murni. Dengan adanya mesin bensin yang berfungsi sebagai generator, jangkauan tempuh kendaraan menjadi jauh lebih panjang. Hal ini secara efektif mengurangi ketergantungan pengguna pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang ketersediaannya masih terbatas di banyak wilayah Indonesia. "Kan ada sebagian orang, kalau EV kan lebih banyak di dalam kota. Kalau dia ke luar kota, bagi sebagian orang ada kekhawatiran. Bisa pergi, pulangnya ngecas di mana. Kalau ada pengecasan, penuh nggak. Takutnya kan ada yang ngantre. Makanya kan dikeluarin REEV. Jadi sebagai bridging aja sih. Jadi pilihan ke customer. Jadi kalau jalan jauh ya nggak usah khawatir lagi," ujar Setiawan, menggarisbawahi keuntungan utama dari teknologi REEV.

Beliau memberikan ilustrasi konkret mengenai skenario penggunaan REEV dalam perjalanan jarak jauh. "Misalnya ke Semarang, jarak 400 km, ini mobil jarak 170 km baterainya. Habis itu generator hidup. Kalau di tengah-tengah ada casan kan bisa juga. Kalau nggak keburu mungkin dia pakai dulu sebagian bensin, di sana dia ngecas lagi," papar Setiawan, menjelaskan fleksibilitas yang ditawarkan oleh sistem REEV. Ilustrasi ini menunjukkan bagaimana pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik murni untuk sebagian besar perjalanan, dan beralih ke generator bensin ketika daya baterai mulai menipis, tanpa harus merasa cemas akan kehabisan daya di tengah jalan. Kemampuan untuk mengisi daya baterai di SPKLU yang tersedia di sepanjang rute perjalanan juga tetap menjadi opsi, menambah lapisan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna.

Model yang diduga kuat akan diperkenalkan Changan di Indonesia dengan teknologi REEV adalah Changan Deepal SO5 REEV. Di pasar global, khususnya Tiongkok, varian REEV dari Deepal SO5 ini mengusung sistem range-extender yang ditenagai oleh mesin bensin berkapasitas 1.5 liter. Mesin ini berperan sebagai sumber daya penghasil listrik dengan output sebesar 72 kW atau setara dengan 97 tenaga kuda. Tenaga listrik tersebut kemudian disalurkan ke motor listrik penggerak roda belakang yang memiliki performa jauh lebih impresif, yaitu 160 kW atau 215 tenaga kuda, dengan torsi puncak mencapai 320 Nm. Sistem ini dipadukan dengan paket baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 27,28 kWh, yang menawarkan keseimbangan antara performa, daya tahan, dan keamanan.

Spesifikasi yang ditawarkan oleh Changan Deepal SO5 REEV sangat menarik dan kompetitif. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak murni listrik sejauh 200 km berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC). Angka ini sudah sangat memadai untuk kebutuhan mobilitas perkotaan sehari-hari. Namun, keunggulan sesungguhnya terletak pada jarak tempuh komprehensifnya, yang mencapai angka fantastis 1.234 km (juga berdasarkan standar CLTC). Jarak tempuh gabungan ini menunjukkan betapa efisiennya kombinasi antara tenaga listrik dan generator bensin, menghilangkan range anxiety yang selama ini menjadi momok bagi para calon pengguna mobil listrik. Dari sisi performa, mobil ini juga tidak kalah mengesankan. Kecepatan maksimumnya dapat mencapai 175 km/jam, sementara akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 7,9 detik.

Lebih lanjut, Changan Deepal SO5 REEV juga dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat (fast charging). Fitur ini sangat krusial untuk mobilitas pengguna yang dinamis. Dengan teknologi fast charging, baterai mobil ini hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk terisi daya dari 30% hingga 80%. Waktu pengisian yang relatif singkat ini memungkinkan pengguna untuk mengisi daya dengan cepat saat singgah di SPKLU, tanpa harus menunggu terlalu lama. Ini sangat berguna bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh dan membutuhkan pengisian daya di tengah perjalanan.

Kehadiran teknologi REEV dari Changan di Indonesia diprediksi akan menjadi game changer dalam adopsi kendaraan listrik. Bagi konsumen yang masih ragu untuk beralih sepenuhnya ke mobil listrik karena keterbatasan infrastruktur pengisian daya atau kekhawatiran akan jangkauan, teknologi REEV menawarkan solusi yang elegan. Ini adalah langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara mobil konvensional bermesin pembakaran internal dan mobil listrik murni. Dengan demikian, Changan tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga menawarkan sebuah filosofi mobilitas yang lebih fleksibel dan tanpa kompromi, terutama bagi mereka yang mendambakan pengalaman berkendara yang ramah lingkungan namun tetap memiliki kebebasan jelajah tanpa batas.

Teknologi REEV, dengan kombinasi cerdas antara motor listrik dan mesin bensin sebagai generator, membuka babak baru dalam pasar otomotif Indonesia. Ini adalah bukti nyata komitmen Changan untuk menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang tidak hanya inovatif tetapi juga praktis dan sesuai dengan kondisi pasar lokal. Dengan potensi untuk mengatasi berbagai kekhawatiran konsumen terkait kendaraan listrik, Changan Deepal SO5 REEV memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dan memimpin tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Kehadiran mobil ini akan mendorong produsen lain untuk turut berinovasi dan mengembangkan teknologi serupa, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat lebih besar bagi konsumen dan lingkungan.

Pertimbangan utama di balik pengembangan teknologi REEV adalah untuk memberikan pilihan yang lebih luwes kepada konsumen. Tidak semua konsumen siap untuk sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni, terutama jika mereka tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian daya yang belum memadai atau jika mereka sering melakukan perjalanan jauh yang membutuhkan jangkauan lebih dari yang ditawarkan oleh mobil listrik murni pada umumnya. REEV hadir sebagai solusi "terbaik dari kedua dunia", menawarkan keheningan, efisiensi, dan emisi nol saat menggunakan tenaga listrik, namun tetap memberikan jaminan jangkauan yang luas berkat generator bensinnya. Ini bukan hanya tentang mengurangi emisi, tetapi juga tentang memberikan ketenangan pikiran kepada pengemudi.

Dampak dari kehadiran Changan Deepal SO5 REEV di pasar Indonesia bisa sangat signifikan. Pertama, ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berbagai opsi teknologi kendaraan listrik yang ada, tidak hanya terbatas pada mobil listrik baterai murni. Kedua, ini dapat memacu persaingan di segmen kendaraan ramah lingkungan, yang pada gilirannya akan menguntungkan konsumen melalui pilihan yang lebih beragam dan harga yang lebih kompetitif. Ketiga, ini akan membantu mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

Lebih jauh lagi, strategi Changan dalam membawa teknologi REEV ke Indonesia menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika pasar otomotif negara ini. Indonesia adalah negara kepulauan dengan jarak antar kota yang cukup jauh, dan infrastruktur pengisian daya masih dalam tahap pengembangan. Dalam konteks ini, REEV menjadi pilihan yang sangat rasional dan menarik bagi sebagian besar konsumen. Kemampuan untuk mengisi daya baterai di rumah atau di kantor untuk penggunaan sehari-hari, namun tetap memiliki "cadangan" tenaga dari mesin bensin untuk perjalanan luar kota yang panjang, adalah sebuah keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Ini adalah pendekatan yang pragmatis untuk memperkenalkan teknologi kendaraan listrik kepada khalayak yang lebih luas.

Meskipun mesin bensin berfungsi sebagai generator, penting untuk diingat bahwa sensasi berkendara utama tetaplah pengalaman mobil listrik. Akselerasi instan, suara yang senyap, dan getaran yang minim adalah ciri khas kendaraan listrik yang akan tetap dirasakan oleh pengemudi dan penumpang. Mesin bensin hanya "terbangun" ketika diperlukan untuk menjaga agar baterai tetap terisi daya, dan tidak pernah secara langsung memengaruhi putaran roda. Ini adalah perbedaan mendasar yang membedakan REEV dari mobil hybrid konvensional, di mana mesin bensin dan motor listrik seringkali bekerja bersamaan untuk menggerakkan kendaraan.

Pengenalan Changan Deepal SO5 REEV juga dapat menjadi katalis bagi pengembangan infrastruktur pendukung di Indonesia. Dengan meningkatnya permintaan untuk kendaraan listrik, termasuk model REEV, diharapkan akan ada dorongan lebih lanjut untuk memperluas jaringan SPKLU dan meningkatkan kapasitas pasokan listrik yang ramah lingkungan. Pemerintah dan sektor swasta kemungkinan akan melihat ini sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Dalam jangka panjang, ini akan menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih matang dan berkelanjutan di Indonesia.

Changan, sebagai pemain otomotif global yang terus berkembang, menunjukkan ambisi besar di pasar Indonesia. Dengan membawa teknologi REEV, mereka tidak hanya berambisi untuk meraih pangsa pasar, tetapi juga untuk memposisikan diri sebagai pemimpin dalam inovasi mobilitas ramah lingkungan. Langkah ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat memicu gelombang inovasi serupa dari produsen otomotif lainnya yang beroperasi di Indonesia. Masa depan mobilitas di Indonesia tampaknya akan semakin menarik dengan hadirnya pilihan-pilihan teknologi yang semakin canggih dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, keputusan Changan untuk membawa mobil REEV ke Indonesia adalah langkah strategis yang cerdas dan berpotensi besar. Ini adalah bukti komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan inovasi, serta pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan kekhawatiran konsumen di pasar Indonesia. Dengan Changan Deepal SO5 REEV, masyarakat Indonesia akan segera memiliki opsi kendaraan ramah lingkungan yang menawarkan kebebasan jelajah tanpa batas, mengakhiri keraguan akan jangkauan mobil listrik dan membuka jalan menuju era mobilitas yang lebih bersih dan efisien.