BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Nia Damanik, yang bertindak sebagai penyalur asisten rumah tangga (ART) bernama Hera, memberikan tanggapan tegas terkait tuduhan dugaan penganiayaan yang dilayangkan kepada Erin Anthony. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Polres Metro Jakarta Selatan, Nia Damanik menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada upaya komunikasi yang terjalin baik dari pihak Erin Anthony maupun Andre Taulany terkait polemik yang sedang bergulir. "Sampai hari ini tidak ada," ujar Nia Damanik dengan lugas, menggarisbawahi absennya komunikasi dari pihak terlapor.
Lebih lanjut, ketika disinggung mengenai kemungkinan adanya pendekatan dari Andre Taulany, Nia Damanik memberikan klarifikasi yang jelas. Ia menyatakan bahwa Andre Taulany sama sekali tidak pernah menghubunginya terkait kasus ini. Nia mengutip pernyataan Andre Taulany di awal mula permasalahan, yang menurutnya menyatakan bahwa ia tidak memiliki keterkaitan langsung dengan yayasan penyalur ART dan tidak ingin namanya dikaitkan dalam kasus ini. "Karena, dia (Andre Taulany) sudah dari awal juga bilang saya tidak ada hubungan sama yayasan dan saya tidak mau bawa nama saya bawa-bawa," ungkap Nia Damanik, merujuk pada pernyataan yang disampaikan Hera kepadanya. Nia juga menyarankan, jika memang ada bukti konkret mengenai kejadian tersebut, Hera sebaiknya segera melaporkannya secara resmi kepada pihak kepolisian.
Klaim adanya bukti kuat ini turut diperkuat oleh pandangan kuasa hukum Nia Damanik, Ernes Hasibuan. Ernes menilai bahwa tindakan pihak Erin, yang tidak memberikan bantahan tegas terhadap tuduhan, secara tidak langsung dapat diartikan sebagai pengakuan atas perbuatannya. "Jadi secara tidak langsung dia mengakui kok kalau dia memukul. Kalau misalkan kita dituduh melakukan sesuatu, tetapi ternyata tidak, tentu kita akan langsung membantah dengan tegas. Itu secara psikologi seperti itu," jelas Ernes, mengacu pada pola respons psikologis ketika seseorang difitnah. Ernes menyoroti bahwa dalam bukti percakapan atau chat yang beredar, tidak ada pernyataan bantahan yang jelas dari pihak Erin. Ia mengartikan ketiadaan bantahan tegas tersebut sebagai indikasi bahwa Erin membenarkan tindakannya, atau setidaknya tidak membantah dengan sungguh-sungguh.
Ernes Hasibuan lebih lanjut menguraikan bahwa isi percakapan yang ada, menurut analisisnya, tidak menunjukkan penolakan yang kuat dari Erin Anthony. "Namun, dalam bukti chat-chat tersebut tidak ada dia secara tegas membantah. Itu karena dia (kata-kata kasar) karena kerjanya nggak bener. Artinya kan mengiyakan," imbuhnya, menginterpretasikan respon Erin sebagai bentuk penerimaan atau pembenaran atas tindakannya yang dinilai Hera sebagai kekerasan. Hal ini mengindikasikan bahwa daripada menyangkal tuduhan, Erin justru memberikan alasan atau justifikasi atas tindakannya, yang bagi Nia dan tim hukumnya, merupakan bentuk pengakuan terselubung.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya yang mendampingi Nia Damanik, Natalius Bangun, memberikan sinyal bahwa pihaknya akan segera membuka seluruh bukti yang mereka miliki kepada publik. Langkah ini diambil agar masyarakat luas dapat secara independen menilai duduk perkara dan kebenaran dari tuduhan yang dilayangkan. "Untuk bukti-bukti itu nanti Sabtu akan kita munculkan ke publik, biar publik yang menilai," ujar Natalius Bangun, memberikan jadwal pasti mengenai publikasi bukti. Ia menambahkan bahwa presentasi bukti ini akan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Menanggapi adanya bantahan yang dilontarkan oleh pihak Erin Anthony terhadap sejumlah bukti yang telah beredar di berbagai platform media sosial, Natalius Bangun menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan klarifikasi yang komprehensif. Klarifikasi ini tidak hanya akan menyangkut bantahan tersebut, tetapi juga akan mencakup seluruh aspek permasalahan yang muncul ke permukaan, termasuk unggahan-unggahan yang telah beredar. "Ia juga menyebut klarifikasi soal unggahan di media sosial akan disampaikan secara menyeluruh," terang Natalius, mengindikasikan bahwa tidak akan ada celah yang terlewatkan dalam penjelasan mereka.
Di penghujung pernyataannya, Nia Damanik kembali menegaskan posisinya dengan yakin. Ia mengklaim bahwa pihaknya memiliki sejumlah bukti yang sangat kuat dan relevan terkait dengan kasus dugaan kekerasan ini. Keberadaan bukti-bukti ini menjadi landasan utama bagi Nia dan timnya dalam melanjutkan proses hukum. Kasus ini sendiri menjadi sorotan publik setelah Hera, melalui Nia Damanik, melaporkan Erin Anthony ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan. Laporan tersebut merinci dugaan tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan gagang sapu lidi dan tendangan. Menariknya, di tengah berjalannya laporan Hera, pihak Erin Anthony juga mengajukan laporan balik terhadap Hera ke pihak kepolisian, yang menambah kompleksitas kasus ini.
Kronologi awal kasus ini bermula dari laporan Hera yang merasa menjadi korban kekerasan fisik oleh Erin Anthony. Menurut keterangan yang beredar, Hera melaporkan adanya pemukulan dengan gagang sapu lidi dan juga tendangan yang diduga dilakukan oleh Erin. Kejadian ini kemudian mencuat ke publik setelah Nia Damanik, selaku pihak penyalur ART, angkat bicara dan menyatakan akan mendampingi Hera. Pernyataan Nia Damanik ini disambut dengan reaksi dari pihak Erin Anthony dan Andre Taulany. Pihak Erin, melalui kuasa hukumnya, diketahui telah membantah tuduhan tersebut dan bahkan mengajukan laporan balik terhadap Hera atas dugaan pencemaran nama baik.
Nia Damanik dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa Hera telah menceritakan seluruh kejadian tersebut kepadanya. Ia juga menekankan pentingnya adanya bukti yang kuat untuk mendukung setiap klaim yang diajukan. "Karena, dia (Andre Taulany) sudah dari awal juga bilang saya tidak ada hubungan sama yayasan dan saya tidak mau bawa nama saya bawa-bawa," ujar Nia, mengutip perkataan Hera yang ia terima. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Hera merasa tertekan atau dirugikan oleh situasi tersebut, dan Nia Damanik berusaha untuk memberikan dukungan dan advokasi.
Kuasa hukum Nia Damanik, Ernes Hasibuan, secara spesifik menyoroti aspek psikologis dari respons pihak Erin. Ia berargumen bahwa jika tuduhan tersebut tidak benar, seharusnya ada bantahan yang tegas dan langsung dari pihak Erin. Ketiadaan bantahan tersebut, menurut Ernes, justru memberikan kesan bahwa ada pengakuan tersirat. "Jadi secara tidak langsung dia mengakui kok kalau dia memukul. Kalau misalkan kita dituduh melakukan sesuatu, tetapi ternyata tidak, tentu kita akan langsung membantah dengan tegas. Itu secara psikologi seperti itu," papar Ernes. Ia juga menambahkan bahwa isi percakapan yang beredar tidak menunjukkan penolakan yang kuat. "Namun, dalam bukti chat-chat tersebut tidak ada dia secara tegas membantah. Itu karena dia (kata-kata kasar) karena kerjanya nggak bener. Artinya kan mengiyakan," tegasnya. Interpretasi ini menjadi salah satu pilar argumen tim Nia Damanik.
Sementara itu, Natalius Bangun, kuasa hukum lainnya, telah mengumumkan rencana untuk mempublikasikan bukti-bukti yang dimiliki oleh pihaknya pada hari Sabtu mendatang. "Untuk bukti-bukti itu nanti Sabtu akan kita munculkan ke publik, biar publik yang menilai," katanya. Langkah ini bertujuan untuk memberikan transparansi penuh kepada publik dan membiarkan masyarakat yang menjadi juri atas kasus ini. Natalius juga siap untuk memberikan klarifikasi menyeluruh mengenai bantahan yang dilontarkan pihak Erin serta semua unggahan yang telah beredar di media sosial. Hal ini menunjukkan keseriusan tim Nia Damanik dalam menghadapi isu ini dan keyakinan mereka terhadap kekuatan bukti yang mereka miliki.
Nia Damanik sendiri, di akhir pernyataannya, kembali menegaskan bahwa ia memiliki segudang bukti yang dapat menguatkan klaim Hera. Keberadaan bukti-bukti ini, yang meliputi rekaman percakapan, pesan teks, atau bahkan kesaksian saksi, menjadi kunci utama dalam proses hukum yang akan ditempuh. Kasus ini menjadi semakin rumit dengan adanya laporan balik dari pihak Erin Anthony terhadap Hera. Laporan balik ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai narasi sebenarnya di balik peristiwa ini. Namun, pihak Nia Damanik tetap optimis dan siap untuk membuktikan kebenaran dari tuduhan yang dilayangkan oleh kliennya. Publik kini menantikan dengan cemas pembuktian yang akan disampaikan oleh tim Nia Damanik pada hari Sabtu mendatang.

