BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen kemenangan 3-1 Liverpool atas Crystal Palace di Anfield pada Sabtu malam (25/4/2026) ternoda oleh cedera yang dialami bintang andalan mereka, Mohamed Salah. Kekhawatiran besar pun menyelimuti kubu The Reds; apakah laga melawan Crystal Palace ini akan menjadi penampilan terakhir sang superstar Mesir bersama klub yang telah dibelanya dengan setia? Mohamed Salah hanya mampu bermain kurang dari satu jam sebelum harus ditarik keluar lapangan. Cedera yang menyerang paha kirinya, tepatnya pada otot hamstring, memaksa pelatih Arne Slot untuk menggantinya dengan Jeremie Frimpong.
Kondisi cedera hamstring, terutama yang menyerang paha kiri, seringkali memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar. Berita mengenai kemungkinan Salah telah memainkan laga terakhirnya di Liverpool semakin menguat mengingat ia sendiri telah mengumumkan akan meninggalkan klub di akhir musim kompetisi 2025/2026. Perkiraan medis untuk cedera semacam ini bervariasi, mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung pada tingkat keparahannya. Ini menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang masih memiliki empat pertandingan krusial tersisa sebelum Liga Inggris musim ini rampung pada 24 Mei mendatang. Kepastian mengenai kondisi Mohamed Salah masih menjadi misteri yang ditunggu-tunggu oleh seluruh elemen klub, mulai dari manajemen, staf pelatih, hingga para penggemar setia.
Manajer Liverpool, Arne Slot, dalam keterangannya kepada BBC Sport, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam. "Masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti, namun kita semua mengenal Mo dan betapa berat baginya untuk meninggalkan lapangan hijau," ujar Slot. Ia menambahkan, "Fakta bahwa Mo sampai harus meninggalkan lapangan menunjukkan ada sesuatu yang serius terjadi. Kami harus menunggu dan melihat seberapa parah cederanya." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa tingkat cedera Salah mungkin cukup mengkhawatirkan, mengingat Salah sendiri dikenal sebagai pemain dengan daya tahan dan semangat juang yang luar biasa.
Peristiwa dramatis ini terekam jelas dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Sebelum meninggalkan lapangan, Mohamed Salah terlihat memberikan apresiasi kepada para pendukung yang memadati stadion Anfield. Ia bertepuk tangan sebagai bentuk terima kasih atas dukungan yang diberikan. Momen tersebut, ditambah dengan ekspresi wajahnya, semakin memunculkan spekulasi bahwa ia menyadari betul kemungkinan ini adalah penampilan terakhirnya. Salah, yang telah menjadi ikon Liverpool selama bertahun-tahun, telah menorehkan sejarah gemilang bagi klub. Total 257 gol yang ia cetak dalam 435 penampilan membuatnya bertengger di posisi tiga besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool. Sebuah pencapaian luar biasa yang tentu akan selalu dikenang.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai apakah Salah memikirkan kemungkinan laga terakhirnya, Arne Slot memberikan jawaban yang jujur dan lugas. "Jawaban jujur saya adalah iya, dilihat dari cara dia meninggalkan lapangan. Hal itu pasti terlintas di benaknya, terutama karena kompetisi tinggal menyisakan beberapa pekan lagi," kata Slot. Ia menekankan pentingnya proses diagnosis medis. "Ada pemeriksaan yang harus dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa menunggu perkiraan waktu pemulihannya," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi ini sangat sensitif dan membutuhkan penanganan yang hati-hati serta informasi yang akurat dari tim medis.
Sejarah transfer dan rumor kepindahan Mohamed Salah memang telah menjadi topik hangat dalam beberapa musim terakhir. Kontraknya yang akan berakhir di musim panas 2026 telah memicu berbagai spekulasi mengenai masa depannya. Sejumlah klub besar dari berbagai liga top Eropa dilaporkan tertarik untuk memboyong pemain berusia 34 tahun ini. Salah sendiri, sebagai seorang profesional, selalu fokus pada performanya di lapangan, namun ketidakpastian kontrak dan godaan dari klub lain selalu menjadi latar belakang diskusi. Kini, dengan cedera yang dialaminya, pertanyaan mengenai apakah ia akan mengenakan seragam Liverpool lagi di sisa musim ini atau bahkan di masa depan, menjadi semakin pelik.
Jika cedera yang dialami Mohamed Salah tergolong parah dan membutuhkan waktu pemulihan yang lama, maka otomatis empat pertandingan sisa Liverpool di Premier League musim 2025/2026 ini akan terlewatkan olehnya. Pertandingan-pertandingan tersebut adalah melawan tim-tim yang juga memiliki ambisi dan target masing-masing. Ketiadaan Salah, yang seringkali menjadi pembeda dalam pertandingan krusial, tentu akan menjadi kehilangan besar bagi The Reds. Terlebih lagi jika Liverpool masih berjuang untuk mengamankan posisi di papan atas klasemen atau bahkan bersaing untuk gelar juara, meskipun peluangnya mungkin semakin menipis seiring berjalannya waktu.
Momen perpisahan yang seharusnya meriah dan penuh kenangan manis, kini dibayangi oleh ketidakpastian dan kekhawatiran akan cedera. Mohamed Salah telah memberikan segalanya untuk Liverpool sejak didatangkan dari AS Roma pada tahun 2017. Ia menjadi figur sentral dalam kebangkitan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp, membawa klub meraih berbagai gelar prestisius, termasuk Liga Champions dan Premier League. Ketajamannya di lini depan, kemampuan dribblingnya yang memukau, serta naluri mencetak golnya yang tinggi telah menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya dan pujaan para penggemar.
Pengumuman Salah bahwa ia akan meninggalkan Liverpool di akhir musim menambah dimensi emosional pada situasi ini. Keputusan tersebut, yang kemungkinan telah diambil jauh-jauh hari, kini berbenturan dengan takdir di lapangan hijau. Para penggemar Liverpool tentu berharap bahwa laga melawan Crystal Palace bukanlah akhir dari kisah Salah bersama klub kesayangan mereka. Mereka berharap ada keajaiban medis yang memungkinkan Salah kembali merumput, setidaknya untuk mengucapkan selamat tinggal dengan layak di hadapan publik Anfield yang mencintainya. Namun, kenyataan medis seringkali tidak bisa dibantah.
Manajer baru Liverpool, Arne Slot, yang dijadwalkan akan memulai tugasnya secara resmi di musim depan, tentu akan menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali tim tanpa kehadiran Mohamed Salah. Kepergian Salah akan membuka era baru bagi The Reds, di mana pemain lain diharapkan dapat mengambil peran kepemimpinan dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh sang bintang. Namun, sebelum itu, fokus utama adalah pada pemulihan Mohamed Salah dan bagaimana Liverpool dapat menyelesaikan sisa musim ini dengan performa terbaik, terlepas dari absennya salah satu pemain terpenting mereka.
Proses diagnosis lebih lanjut akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai seberapa parah cedera hamstring yang dialami Mohamed Salah. Hasil pemeriksaan medis, seperti MRI atau scan lainnya, akan menjadi penentu utama dalam memperkirakan waktu pemulihan dan apakah ia masih memiliki peluang untuk bermain di sisa musim ini. Para penggemar Liverpool di seluruh dunia kini menahan napas, berharap yang terbaik untuk sang idola. Pertanyaan "Sudahkah Mo Salah memainkan laga terakhirnya di Liverpool?" masih menggantung, menunggu jawaban pasti dari waktu dan medis. Jika ini adalah akhir dari perjalanannya, maka ini adalah akhir yang tragis dan menyakitkan, jauh dari kata perpisahan yang layak diterima oleh seorang legenda.

