0

Konvoi Dikawal Polisi Berhenti dan Foto-foto di Sitinjau Lauik, Ini Bahayanya

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah video yang belakangan menjadi viral di berbagai platform media sosial, termasuk Threads, menampilkan adegan yang mengundang keprihatinan dan pertanyaan. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah konvoi kendaraan mewah, yang diduga kuat mengangkut sejumlah pejabat atau figur publik, berhenti secara mendadak di salah satu titik paling berbahaya di tanjakan dan tikungan Sitinjau Lauik. Keberadaan mobil patroli polisi yang mengawal konvoi tersebut semakin menambah sorotan pada kejadian ini, terutama karena mobil patroli itu terlihat berulang kali membunyikan sirene, seolah memberikan sinyal akan adanya kegiatan resmi, namun kenyataannya justru berhenti di tengah jalan demi aktivitas yang tak seharusnya dilakukan di lokasi tersebut.

Mobil-mobil yang identik dengan kemewahan dan kenyamanan, seperti Toyota Fortuner dan Kijang Innova, terparkir di tengah tanjakan dan tikungan yang terkenal ekstrem di Sitinjau Lauik. Bukannya melanjutkan perjalanan, beberapa orang yang berada di dalam rombongan tersebut justru turun dari kendaraan. Tujuan mereka berhenti bukan karena ada kendala teknis atau keperluan mendesak lainnya, melainkan untuk melakukan sesi foto-foto. Adegan ini terekam jelas saat rombongan tersebut berpose santai, sementara di kedua arah tikungan, kendaraan lain, terutama truk-truk besar yang memiliki bobot dan kecepatan lebih rendah, terpaksa menunggu dengan sabar. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan.

Kekecewaan dan keprihatinan atas tindakan tersebut diungkapkan oleh salah satu pengguna media sosial di akun Threads dengan nama joezenzie. Ia menuliskan, "Kejadian yg sangat tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Ditikungan yg terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yg lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yg lain. Mirisnya ini dikawal oleh Polantas pula." Komentar ini mencerminkan pandangan banyak warganet yang menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas, egois, dan membahayakan keselamatan banyak pihak.

Menanggapi isu ini, Sony Susmana, seorang praktisi keselamatan berkendara yang juga menjabat sebagai Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), memberikan penjelasannya mengenai tingkat bahaya di kawasan Sitinjau Lauik. Beliau menegaskan bahwa lokasi tersebut memang terkenal dengan karakteristik jalan yang sangat menantang. "Nggak semua mobil bisa melewati dengan aman tanpa panduan. Banyak kendaraan juga yang mengalami kecelakaan akibat gagal nanjak atau gagal ngerem," ujar Sony kepada detikOto, Senin (13/4/2026). Pernyataannya ini menggarisbawahi bahwa Sitinjau Lauik bukanlah tempat yang bisa dianggap remeh, dan setiap tindakan yang mengabaikan kondisi jalan dapat berujung pada konsekuensi fatal.

Lebih lanjut, Sony Susmana menekankan bahwa area Sitinjau Lauik secara inheren merupakan zona rawan kecelakaan. Oleh karena itu, keberadaan kendaraan yang berhenti dengan sengaja di tengah tikungan dan tanjakan curam sangatlah tidak dapat ditoleransi. "Area tersebut harus clear dari kendaraan yang berhenti dengan sengaja, tidak pada tempatnya dan membahayakan orang lain," tegasnya. Ia menambahkan bahwa tindakan berhenti di lokasi seperti itu tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga menjadi potensi ancaman serius bagi pengguna jalan lainnya yang sedang berjuang melewati medan yang sulit.

Sony Susmana juga menguraikan beberapa ancaman bahaya spesifik yang mengintai rombongan pejabat yang nekat berhenti di tikungan dan tanjakan curam Sitinjau Lauik. Salah satu skenario terburuk adalah potensi menjadi korban dari kendaraan lain yang mengalami masalah teknis, seperti rem blong saat menuruni tanjakan. "Spot jalannya curam, licin, patah, ramai, padat. Kalau ada kendaraan yang gagal rem atau gagal nanjak, mereka-mereka ini jadi target kecelakaan. Mereka-mereka ini yang dibilang unsafe act," jelas Sony. Tindakan berhenti di tempat yang tidak semestinya ini, menurut Sony, termasuk dalam kategori "unsafe act" atau tindakan tidak aman yang dapat memicu atau memperparah kecelakaan.

Mengacu pada pemberitaan dari CNN Indonesia, terungkap bahwa rombongan yang melakukan aksi berhenti dan berfoto di tengah tanjakan Sitinjau Lauik ini diduga kuat adalah rombongan mantan anggota DPR RI, Arteria Dahlan. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. M. Reza Chairul, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa kejadian itu berlangsung ketika rombongan yang diduga bersama Arteria Dahlan tersebut sedang dalam rangkaian kegiatan di wilayah Solok Kota. Kombes Reza menjelaskan bahwa di tanjakan yang memiliki tikungan patah tersebut, terkadang ada pengemudi yang berhenti untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang membantu mengatur lalu lintas. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut berbeda dengan kegiatan berfoto di tengah jalan.

Meskipun membenarkan adanya kejadian tersebut, Kombes Pol. M. Reza Chairul juga menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan. Ia menyatakan bahwa jajaran kepolisian di Solok Kota telah diberikan teguran. Petugas kepolisian lalu lintas yang bertugas mengawal rombongan tersebut juga tidak luput dari sanksi teguran. "Iya itu yang mengawal dari Satlantas Polres Solok Kota. Sudah saya tegur Kapolres dan Kasatlantasnya," kata Kombes Reza, menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak dibiarkan begitu saja dan ada upaya penegakan disiplin di internal kepolisian. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan berlalu lintas, terutama di medan yang berat seperti Sitinjau Lauik, serta pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab sosial, bahkan bagi mereka yang memiliki posisi penting.