BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Musisi Virgoun telah menyelesaikan pemeriksaan yang mendalam sebagai saksi terkait laporan dugaan akses ilegal yang diajukan oleh mantan istrinya, Inara Rusli. Dalam pernyataannya, Virgoun secara tegas membantah keterlibatannya dalam dugaan penyebaran rekaman CCTV dari kediaman Inara Rusli. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan sama sekali dengan tindakan yang dilaporkan tersebut, bahkan merasa ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menggiring opini publik agar dirinya terlihat bersalah.
Kuasa hukum Virgoun, Wijayono Hadi Sukrisno, menjelaskan bahwa kliennya telah bersikap sangat kooperatif selama proses pemeriksaan. Virgoun menjawab puluhan pertanyaan yang diajukan oleh penyidik, yang sebagian besar berfokus pada keterkaitannya dengan dugaan penyebaran rekaman CCTV di rumah Inara Rusli. "Jadi tadi kita sudah diperiksa dari jam 3 sampai sekarang. Itu mungkin sekitar 22 atau 28 pertanyaan, tapi satu pertanyaan itu ada beberapa sub pertanyaan. Jadi kalau ditotal mungkin hampir sekitar 80-an pertanyaan yang sudah dijawab," ungkap Wijayono Hadi Sukrisno kepada awak media di Bareskrim Polri pada Kamis (2/4/2026).
Virgoun sendiri menyatakan kekecewaannya atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia merasa bahwa narasi yang dibangun di media telah menciptakan kesan bahwa dirinya terlibat dalam tindakan ilegal, padahal kenyataannya tidak demikian. "Mungkin ada tekanan dari beberapa pihak yang mungkin jadinya di media juga kesannya menjadi bahwa saya ada kaitan padahal sama sekali gak ada," ujar Virgoun dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa saat ini fokus utamanya adalah melanjutkan kehidupan barunya dan tidak ingin lagi dikaitkan dengan konflik masa lalu yang dapat berdampak negatif pada anak-anak mereka.
"Apa pun yang terjadi jangan sampai anak-anak saya jadi korban lagi. Ya itu saja sudah poinnya dan fokus di situ saja sudah. Sisanya saya mau ngelanjutin hidup, saya sudah punya kehidupan baru. Itu saja sih," tegas Virgoun, menekankan pentingnya melindungi anak-anak dari dampak buruk perseteruan orang tua mereka. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai jejak digital yang akan ditinggalkan oleh pemberitaan media terkait kasus ini. Virgoun khawatir bahwa jejak digital tersebut dapat memengaruhi pandangan anak-anaknya di masa depan. "Cuma yang saya cemaskan adalah ke depannya jejak digital yang kalian tinggalkan untuk anak-anak saya itu menurut saya agak ngeri," pungkasnya.
Kasus ini berawal dari laporan Inara Rusli yang menduga adanya pelanggaran privasi melalui dugaan akses ilegal terhadap rekaman CCTV di area pribadinya. Inara Rusli, yang merupakan mantan personel girlband Bexxa, melaporkan bahwa data pribadi berupa rekaman CCTV rumahnya telah diambil dan disebarluaskan oleh pihak lain. Laporan ini diajukan dengan jeratan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), mengingat kejadian tersebut terjadi di tengah proses perceraian mereka pada tahun lalu.
Sebelum Virgoun diperiksa, penyidik telah lebih dahulu memanggil dan memeriksa sejumlah saksi kunci yang dianggap memiliki informasi relevan terkait kasus ini. Di antaranya adalah mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Yuni dan mantan sopir pribadi bernama Agung. Berdasarkan keterangan para saksi tersebut, terungkap adanya dugaan pemindahan data dari memori CCTV secara ilegal. Investigasi ini bertujuan untuk melacak aliran data dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran privasi tersebut.
Dalam konteks hukum, status Virgoun dalam pemeriksaan ini masih sebagai saksi. Perannya adalah untuk memberikan klarifikasi dan keterangan mengenai aliran data yang diduga berasal dari rekaman CCTV di rumah Inara Rusli. Keterangan Virgoun diharapkan dapat membantu penyidik dalam mengungkap secara utuh kronologi kejadian dan siapa saja yang terlibat dalam dugaan akses ilegal tersebut. Kasus ini menjadi salah satu sorotan publik, mengingat proses hukum yang berjalan di tengah kompleksitas hubungan antara Virgoun dan Inara Rusli pasca-perceraian.
Virgoun, yang dikenal luas melalui karya-karyanya bersama band Last Child, berusaha untuk tidak terjebak dalam pusaran konflik hukum yang berlarut-larut. Ia berupaya untuk menata kembali kehidupannya dan memfokuskan energi pada hal-hal yang positif, terutama demi kesejahteraan anak-anaknya. Pernyataannya mencerminkan keinginan kuat untuk mengakhiri perseteruan dan membangun masa depan yang lebih baik, terlepas dari segala permasalahan yang tengah dihadapi.
Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini, mengumpulkan bukti-bukti yang ada, dan menganalisis keterangan dari para saksi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap tindakan hukum dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang kuat. Laporan Inara Rusli terkait dugaan akses ilegal CCTV ini menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya perlindungan data pribadi dan privasi seseorang di era digital seperti saat ini.
Proses hukum yang melibatkan figur publik seperti Virgoun seringkali menarik perhatian media dan publik. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan proses hukum yang adil dan imparsial. Pernyataan Virgoun yang menegaskan ketidaklibatannya dalam akses ilegal CCTV ini merupakan bagian dari upaya pembelaan diri dan klarifikasi atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Lebih lanjut, kekhawatiran Virgoun mengenai jejak digital bagi anak-anaknya menyoroti isu penting tentang bagaimana pemberitaan media dapat membentuk persepsi publik dan memengaruhi kehidupan individu, terutama anak-anak yang rentan. Dalam era informasi yang begitu cepat dan luas, jejak digital menjadi semacam warisan yang sulit untuk dihapus. Oleh karena itu, penting bagi media untuk menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, terutama ketika menyangkut privasi dan kesejahteraan anak-anak.
Pihak kuasa hukum Virgoun juga terus berkoordinasi dengan penyidik untuk memastikan bahwa kliennya mendapatkan perlakuan yang adil selama proses hukum berlangsung. Mereka berupaya untuk memberikan klarifikasi yang dibutuhkan dan membuktikan bahwa Virgoun tidak bersalah atas tuduhan yang dilayangkan oleh mantan istrinya.
Kasus ini masih terus bergulir, dan publik menantikan perkembangan selanjutnya dari pihak kepolisian. Fokus utama adalah pada penegakan hukum yang adil dan upaya untuk menyelesaikan perseteruan ini secara tuntas, sambil tetap memperhatikan dampak yang mungkin timbul pada semua pihak yang terlibat, terutama anak-anak. Pernyataan tegas Virgoun ini menjadi bagian penting dari narasi yang sedang berkembang, dan bagaimana kelanjutannya akan sangat bergantung pada hasil investigasi dan proses hukum yang akan dijalani.

