BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Suasana haru bercampur canda mewarnai peringatan ulang tahun ke-36 almarhum Vidi Aldiano yang seharusnya dirayakan hari ini, Minggu (29/3/2026). Puluhan penggemar setia Vidi Aldiano tak ketinggalan meramaikan momen sakral tersebut dengan berziarah ke makam idola mereka di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Para penggemar terlihat kompak mengenakan pakaian berwarna biru muda, serasi dengan bunga mawar aneka warna yang mereka bawa sebagai simbol cinta dan kenangan abadi. Tak hanya penggemar, keluarga inti almarhum Vidi Aldiano juga hadir, menambah khidmat suasana. Ayah Vidi, Harry Kiss, datang bersama rombongan keluarga sembari membawa kue ulang tahun berwarna biru. Ibunda Vidi, Besbarini, juga turut mengenakan busana senada bernuansa biru muda, menunjukkan kekompakan dan rasa kehilangan yang mendalam.
Di tengah keheningan TPU Tanah Kusir, Harry Kiss tak kuasa menahan haru namun tetap mencoba mencairkan suasana dengan guyonannya. Setibanya di makam sang putra, ia menyapa almarhum Vidi dengan nada penuh kasih sayang. "Ini pengantinnya udah datang. Mempelai perempuan mana? Vidi, hari ini kamu ulang tahun yang mengunjungi kamu banyak sekali, mudah-mudahan kamu lihat. Hari ini bunga birunya banyak sekali, bunga tabur juga banyak," ujarnya, seraya mengamati tumpukan bunga yang menghiasi makam.
Momen ziarah tersebut juga dimanfaatkan keluarga untuk berbagi kenangan dengan membagikan beberapa pakaian milik almarhum Vidi Aldiano kepada kerabat dan orang terdekat. Harry Kiss menceritakan, "Aku pakai baju Vidi. Hari ini juga Bu Besba membawa beberapa baju Vidi. Tadi sudah satu dikasih ke Mas Andhika. Nah itu dia tuh, pamer saja apa-apa. Pak ustaz minggir Pak ustaz. Nah itu salah satu mereknya LUM, tahu nggak LUM? alat tenun. Kepingin. Mudah-mudahan cukup ya." Pembagian pakaian ini menjadi pengingat fisik akan sosok Vidi yang dicintai, sekaligus menjadi sarana berbagi kebahagiaan di tengah duka.
Agenda utama hari itu adalah doa bersama untuk almarhum Vidi Aldiano. Harry Kiss tak lupa menyapa para penggemar yang telah hadir, menunjukkan apresiasi atas kesetiaan mereka. "Hari ini tuh acaranya berdoa ya, untuk Vidi ya. Ibu-ibu yang di sana bagaimana? Masya Allah itu. Terima kasih ya. Ini kayak ada pasar malam, oh pasar malamnya di situ ya? Harusnya suruh pindah ke sini lebih ramai," katanya dengan senyum terkembang, mencoba membangkitkan semangat para hadirin. Ia melihat kehadiran para penggemar sebagai bentuk "pasar malam" yang ramai, sebuah metafora yang unik untuk menggambarkan antusiasme mereka.
Tak hanya itu, Harry Kiss juga menyinggung kondisi makam yang sebelumnya sempat tergenang air, serta peran serta penjaga makam dalam merawat area tersebut. Ia bahkan sempat melontarkan candaan yang mengundang tawa, terkait dengan usaha yang mungkin bisa muncul dari situasi tersebut. "Hari ini kemarin di sini becek banget, terus Pak Ebong inisiatif bikin ini. Nanti sebentar lagi ditanamin rumput katanya, cuma rumputnya dimakan kambing. Pokoknya Pak Ebong ini gara-gara Vidi jadi viral," ungkapnya. Guyonannya berlanjut dengan ide usaha yang terinspirasi dari rumput yang dimakan kambing, "Karena rumputnya Vidi ini dimakanin sama kambing. Jadi saya bilang, ‘Ya sudah Pak Ebong bikin sate kambing saja di sini. Sate kambing Haji Ebong ya.’" Candaan ini, meskipun terdengar ringan, menunjukkan cara Harry Kiss dalam menghadapi kesedihan dengan kekuatan positif dan humor.
Doa bersama kemudian dipimpin oleh ustaz Lutfi, yang telah mendampingi keluarga sejak Vidi Aldiano meninggal dunia. Harry Kiss menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang ustaz yang tak henti-hentinya memberikan dukungan spiritual. "Ya sudah hari ini kita doa ya, dipimpin oleh ustaz Lutfi. Ini ustaz kita satu-satunya yang dari mulai Vidi meninggal sampai hari ini masih bantu doa terus," tutupnya, mengakhiri rangkaian acara dengan kekhusyukan doa. Kehadiran keluarga, penggemar, dan dukungan spiritual dari ustaz menjadi bukti nyata bahwa almarhum Vidi Aldiano akan selalu dikenang dan dicintai.

