0

Rencana Lebaran Harris Vriza dan Haviza Devi yang Berbeda Setelah Menikah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen Lebaran tahun ini menjadi sorotan hangat di kalangan penggemar selebritas tanah air, terutama bagi pasangan yang baru saja mengikat janji suci, Harris Vriza dan Haviza Devi. Untuk pertama kalinya mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai suami istri, dan seperti yang diduga, banyak kebiasaan lama yang harus sedikit beradaptasi. Perubahan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sebuah penyesuaian alami yang menyertai babak baru dalam kehidupan mereka.

Dalam sebuah kesempatan saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Harris Vriza secara terbuka membagikan cerita mengenai rencana Lebaran mereka. Tradisi mudik ke kampung halaman telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran bagi Harris selama bertahun-tahun. Hal serupa juga berlaku bagi Haviza Devi, yang selalu antusias untuk kembali ke pangkuan keluarga di Medan. Namun, tahun ini, dinamika keluarga baru mereka membawa sebuah perubahan signifikan yang membuat momen silaturahmi terasa berbeda.

"Tahun pertama jadi suami istri ya guys, jadi tahun ini kita gak mudik. Kalau biasanya Lebaran aku ke Medan terus dia (Harris) ke Aceh. Tapi, karena sudah menikah tahun ini ikut suami gak mudik, jadi aku ikut gak mudik, gitu," ujar Haviza dengan nada ceria, menjelaskan bagaimana keputusan untuk tidak mudik diambil demi kebersamaan sebagai pasangan baru. Suaranya memancarkan semangat menyambut tradisi baru yang akan mereka ciptakan bersama.

Harris Vriza, yang berdiri di samping sang istri, tersenyum penuh arti, membenarkan ucapan Haviza. Senyumnya menggambarkan kebahagiaan dan rasa syukur atas perjalanan hidup yang mereka lalui. "Iya karena, baru menikah tahun ini (kebiasaan baru) jadi Lebaran di Jakarta aja ya tahun ini," sambungnya, menegaskan komitmen mereka untuk merayakan momen spesial ini di ibu kota. Keputusan ini, meskipun mungkin terasa berat bagi sebagian orang yang terbiasa dengan tradisi mudik, justru menjadi simbol kedewasaan dan prioritas baru mereka sebagai pasangan. Mereka memilih untuk membangun memori Lebaran pertama mereka bersama di lingkungan baru, sebagai fondasi bagi kebiasaan-kebiasaan selanjutnya yang akan mereka bangun.

Lebih lanjut, Haviza Devi mengungkapkan sedikit keterkejutannya saat menyadari sebuah kebiasaan lain dari keluarga besar Harris yang belum pernah ia ketahui sebelumnya. Kebiasaan ini berkaitan dengan persiapan seragam keluarga untuk Hari Raya. "Nah biasanya Lebaran tuh gak mikirin seragaman keluarga (baju lebaran) ya kan, yaudah apa aja. Terus ini Lebaran pertama sebagai suami istri kok, ‘eh ada seragaman keluarga besar ternyata ya’ gitu," papar Haviza sambil tertawa geli. Tawa itu bukan sekadar tawa geli, melainkan juga tawa bahagia yang menyiratkan penerimaan terhadap dinamika keluarga baru yang ia masuki. Hal ini menunjukkan bahwa selain perubahan dalam rutinitas, ada juga penemuan-penemuan baru yang menambah kekayaan pengalaman mereka dalam berumah tangga.

Pernikahan Harris Vriza dan Haviza Devi yang dilangsungkan pada Mei 2025 lalu, memang menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang harmonis dan serasi, baik di layar kaca maupun dalam kehidupan pribadi. Saat ini, mereka tengah menikmati fase-fase awal pernikahan yang sering disebut sebagai masa-masa ‘pengantin baru’, di mana setiap momen terasa lebih istimewa dan penuh kehangatan. Perayaan Lebaran pertama sebagai suami istri ini tentu menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan cinta mereka.

Keputusan untuk tidak mudik tahun ini, meskipun terdengar seperti sebuah pengorbanan, justru bisa dilihat sebagai sebuah kesempatan emas bagi Harris dan Haviza untuk menciptakan tradisi Lebaran mereka sendiri. Tanpa harus terbagi perhatiannya dengan tuntutan keluarga besar di kampung halaman masing-masing, mereka memiliki kebebasan penuh untuk merancang perayaan yang benar-benar mencerminkan identitas mereka sebagai pasangan. Ini bisa berarti sebuah acara makan malam intim di rumah, mengunjungi teman-teman dekat yang juga tidak mudik, atau bahkan melakukan kegiatan amal bersama sebagai bentuk rasa syukur.

Selain itu, pembicaraan mengenai seragam keluarga besar ini juga membuka pintu untuk diskusi lebih lanjut mengenai bagaimana mereka akan menyikapi kebiasaan-kebiasaan keluarga besar di masa mendatang. Apakah mereka akan berpartisipasi penuh dalam setiap tradisi yang ada, atau akan mencari keseimbangan yang pas antara menjaga tradisi dan membangun identitas keluarga baru mereka? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi bagian menarik dari perkembangan rumah tangga mereka.

Bagi Harris Vriza, tahun ini bisa menjadi kesempatan untuk lebih banyak berbagi cerita dan pengalaman masa kecilnya saat Lebaran dengan Haviza. Begitu pula Haviza, ia bisa menceritakan bagaimana tradisi Lebaran di Medan dijalankan, sehingga keduanya bisa saling memahami dan menghargai latar belakang masing-masing. Momen di Jakarta ini bisa menjadi jembatan yang kuat untuk menyatukan dua keluarga besar menjadi satu keluarga yang lebih solid.

Masa pengantin baru memang identik dengan penemuan-penemuan baru, baik itu tentang pasangan maupun tentang keluarga besar. Kebiasaan seragaman keluarga yang Haviza temukan ini bisa menjadi awal dari banyak kejutan menyenangkan lainnya. Mungkin ada ritual khusus saat Hari Raya, makanan khas keluarga yang belum pernah ia cicipi, atau bahkan cerita-cerita lucu dari masa lalu Harris yang akan terungkap. Semua ini akan menjadi bumbu penyedap dalam perjalanan pernikahan mereka.

Perayaan Lebaran di Jakarta juga bisa memberikan keuntungan tersendiri. Mereka bisa lebih leluasa untuk merencanakan acara bersama teman-teman selebritas lainnya yang mungkin juga berada di Jakarta. Ini bisa menjadi ajang silaturahmi yang lebih santai dan personal, tanpa terburu-buru harus berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya seperti saat mudik. Kebebasan waktu dan ruang ini bisa dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan di antara sesama rekan kerja.

Perubahan kebiasaan Lebaran ini bukan berarti Harris dan Haviza melupakan akar budaya mereka. Sebaliknya, ini adalah bukti kedewasaan mereka dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Mereka menunjukkan bahwa cinta dan komitmen yang mereka miliki mampu membawa mereka untuk menyesuaikan diri dan menciptakan kebahagiaan di tengah perubahan. Lebaran di Jakarta tahun ini akan menjadi saksi bisu dari babak baru yang mereka mulai, sebuah lembaran baru yang penuh dengan harapan dan cinta.

Harris Vriza dan Haviza Devi, dengan keputusan mereka untuk merayakan Lebaran pertama sebagai suami istri di Jakarta, telah memberikan inspirasi bagi banyak pasangan muda. Mereka menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus terpaku pada tradisi yang sudah ada, melainkan bisa diciptakan melalui komunikasi, kompromi, dan cinta yang tulus. Momen ini akan menjadi kenangan tak terlupakan yang akan mereka kenang di masa mendatang, saat mereka merayakan Lebaran-Lebaran berikutnya dengan keluarga yang semakin besar.

Dengan penuh semangat menyambut Hari Raya, Harris dan Haviza membuktikan bahwa cinta mereka lebih dari sekadar kata-kata. Ia adalah tindakan, penyesuaian, dan kesediaan untuk membangun masa depan bersama, satu momen Lebaran pada satu waktu. Penggemar mereka tentu akan terus mengikuti perjalanan cinta mereka, mendoakan kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan selebritas favorit mereka ini.