0

Bangga! Ringtone Galaxy S26 Digubah Komposer RI, Angklung Mendunia

Share

Jakarta – Seri terbaru Galaxy S26 dari Samsung tak hanya menghadirkan terobosan dalam peningkatan spesifikasi dan inovasi teknologi canggih, namun juga membawa kejutan istimewa di sektor audio yang patut dibanggakan. Nada dering ikonik mereka, "Over The Horizon 2026", kini digubah oleh seorang komposer berbakat asal Indonesia. Ini menandai sebuah pencapaian luar biasa yang mengukuhkan posisi talenta Nusantara di panggung global.

Sosok di balik mahakarya audio ini adalah Eunike Tanzil, seorang komposer dan pianis yang kini berbasis di Los Angeles. Lebih mengagumkan lagi, dalam aransemen terbarunya, Eunike berhasil menyematkan instrumen tradisional angklung yang secara harmonis berpadu dengan megahnya orkestrasi simfonik kelas dunia. Perpaduan unik ini tidak hanya menciptakan pengalaman mendengarkan yang kaya, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia ke jutaan pengguna smartphone di seluruh dunia.

Dari Unggahan Media Sosial Menuju Panggung Dunia yang Ikonik

Kisah kolaborasi antara Eunike Tanzil dan raksasa teknologi Samsung ini bermula dari sebuah unggahan sederhana di media sosial pada Februari 2024. Kala itu, Eunike membagikan reinterpretasi pribadinya terhadap "Over the Horizon", nada dering khas Samsung yang telah melegenda. Kreativitas dan keunikan aransemennya berhasil menarik perhatian Samsung, hingga akhirnya ia dipercaya untuk menggarap edisi 2026. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa talenta dan passion yang dibagikan melalui platform digital dapat membuka pintu menuju kesempatan global yang tak terduga.

Bagi Eunike, proyek ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Betapa tidak, ia tak hanya mendapatkan kepercayaan untuk menciptakan nada dering bagi salah satu merek smartphone terkemuka di dunia, tetapi juga berkesempatan memimpin proses rekaman bersama Royal Philharmonic Orchestra di studio legendaris Abbey Road Studios, London. Studio ini merupakan tempat lahirnya banyak karya musik ikonik dunia, dari The Beatles hingga berbagai soundtrack film Hollywood. Pengalaman memimpin orkestra sekelas Royal Philharmonic Orchestra di tempat bersejarah seperti Abbey Road adalah puncak karier bagi banyak musisi, dan Eunike berhasil meraihnya.

"Menciptakan kembali Over The Horizon 2026 untuk @samsung benar-benar sebuah MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN!!!!!! Tidak hanya saya berkesempatan membuat nada dering baru mereka, saya juga mendapat kehormatan memimpin dan merekamnya bersama @royalphilorchestra di @abbeyroadstudios yang legendaris !!!!! (Masih tak percaya….)," tulis Eunike penuh haru dalam unggahannya. Ungkapan ini menggambarkan betapa besar arti proyek ini baginya, sebuah pencapaian yang bahkan sulit ia percaya.

Lebih jauh, Eunike mengungkapkan koneksi pribadinya dengan merek tersebut. "Sejak kecil, saya adalah penggemar berat seri Samsung Note dan selalu menyukai berbagai versi Over the Horizon selama bertahun-tahun, jadi momen ini terasa sangat sempurna. Terima kasih, Samsung, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya," lanjut komposer dan pianis kelahiran Medan yang kini tinggal dan berkarya di Los Angeles ini. Pengakuan ini menambah kedalaman pada cerita kolaborasi, menunjukkan bahwa proyek ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah manifestasi dari passion yang telah lama terpendam.

Proses rekaman "Over The Horizon 2026" dilakukan dengan teknologi audio mutakhir Dolby Atmos. Teknologi ini dirancang untuk memberikan pengalaman audio imersif 3D yang mendalam, membuat pendengar seolah berada di tengah-tengah orkestra. Produser dan insinyur suara terkemuka, Jonathan Allen, turut berperan penting dalam proses ini. Ia menempatkan mikrofon secara presisi di seluruh ruang studio Abbey Road agar resonansi alami dan akustik khas studio tersebut dapat terekam maksimal. Hasilnya adalah kualitas suara yang jernih, detail, dan kaya, yang mampu membawa pendengar masuk ke dalam dunia komposisi Eunike secara menyeluruh. Ini memastikan bahwa setiap notifikasi yang berbunyi dari Galaxy S26 akan terdengar seperti sebuah konser mini.

Angklung: Identitas Indonesia Menggema di Kancah Global

Salah satu elemen yang paling menonjol dan membuat "Over the Horizon 2026" begitu istimewa adalah kehadiran angklung dalam orkestrasinya. Angklung, instrumen musik tradisional yang terbuat dari bambu, berasal dari Jawa Barat, Indonesia. Instrumen ini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan pada tahun 2010. Kehadirannya dalam sebuah komposisi orkestra simfonik kelas dunia bukan hanya sekadar penambahan melodi, tetapi juga sebuah pernyataan budaya yang kuat.

Angklung memberikan tekstur suara alami yang unik, beresonansi dengan tema ‘A Soundtrack of the Earth’ yang diusung Samsung untuk edisi tahun ini. Getaran bambu yang khas menciptakan nuansa yang menenangkan sekaligus memukau, memperkuat pesan keberlanjutan dan keindahan alam yang ingin disampaikan. Perpaduan suara angklung yang etnik dengan megahnya orkestra Barat adalah sebuah jembatan budaya yang berhasil dibangun oleh Eunike.

Dalam sebuah video wawancara, Eunike menjelaskan visinya, "Untuk mengambil rasa alam ini, saya menggunakan alat-alat yang kebanyakan orkestral yang menggunakan sumber daya alam seperti kayu. Jadi, menggabungkan suara klasik Barat dan suara Timur dari angklung bagi saya adalah cara yang sangat menyenangkan." Pernyataan ini menunjukkan betapa sengajanya dan penuh perhitungan Eunike dalam memilih angklung sebagai elemen kunci, bukan hanya karena ia instrumen Indonesia, tetapi karena kualitas suaranya yang secara intrinsik terhubung dengan alam.

Komposisi ini dibuka dengan aransemen brass dan horn yang megah, membangkitkan imaji pegunungan yang menjulang tinggi dan kokoh. Kemudian, string legato yang lembut masuk, melukiskan gambaran lautan yang tenang dan luas. Di tengah kemegahan orkestrasi tersebut, angklung masuk secara halus namun kuat, menciptakan nuansa alam yang autentik, damai, sekaligus emosional. Bagian angklung ini tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan menjadi inti yang menyatukan seluruh elemen, memberikan sentuhan khas Indonesia yang tak terlupakan. Video di platform seperti TikTok yang menampilkan Eunike dengan angklungnya semakin memperkuat pesan ini, dengan bangga ia menyatakan telah "menaburkan sedikit warisan budaya saya ke nada dering Samsung yang baru."

Tradisi Tahunan "Over the Horizon": Evolusi Identitas Suara Samsung

Samsung secara konsisten menghadirkan interpretasi baru dari ‘Over the Horizon’ setiap tahun, menjadikannya sebuah tradisi yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar teknologi dan musik. Nada dering ini bukan hanya sekadar pengingat panggilan atau notifikasi, melainkan identitas suara (sonic identity) dari lini smartphone Galaxy. Setiap versi ‘Over the Horizon’ dirancang untuk mencerminkan inovasi, tren, dan pesan yang ingin disampaikan Samsung pada tahun tersebut.

Edisi 2024, misalnya, menampilkan sentuhan orkestra tradisional Korea (Gukak), menghadirkan nuansa kebanggaan budaya Korea yang kaya dan mendalam. Sementara itu, versi 2025 mengusung nuansa big band jazz yang energik dan modern, merefleksikan dinamika kehidupan urban yang serba cepat dan penuh gaya.

Kini, versi 2026 hadir dengan orkestrasi simfonik megah yang sarat pesan keberlanjutan dan keindahan alam, diperkaya dengan sentuhan angklung dari Indonesia. Nada dering ini akan tertanam di seluruh lini Galaxy S26 series yang akan segera meluncur, memungkinkan pengguna untuk langsung merasakan pengalaman audio sinematik setiap kali perangkat mereka berbunyi. Ini adalah bagian dari strategi Samsung untuk memberikan pengalaman premium yang holistik, tidak hanya dari segi visual dan performa, tetapi juga dari aspek audio.

Keterlibatan Eunike Tanzil dalam proyek prestisius ini bukan hanya pencapaian pribadi yang gemilang, tetapi juga kebanggaan nasional yang luar biasa bagi Indonesia. Komposer kelahiran Medan tersebut berhasil membawa angklung, instrumen warisan budaya bangsa, ke salah satu proyek audio paling prestisius di industri smartphone global. Ini adalah bukti nyata bahwa talenta Indonesia mampu bersaing, berinovasi, dan berkontribusi di level internasional, bahkan dalam proyek yang menjadi identitas brand teknologi besar dunia.

Kolaborasi ini melampaui batas-batas musik dan teknologi. ‘Over the Horizon 2026’ bukan sekadar nada dering; ia adalah perpaduan harmonis antara budaya, teknologi, dan pesan keberlanjutan dalam satu komposisi. Ia mewakili pertemuan antara tradisi dan modernitas, Timur dan Barat, serta alam dan inovasi. Dan tahun ini, melalui melodi angklung yang khas, Indonesia ikut berdering bersama dunia, menegaskan eksistensi budaya dan kreativitasnya di kancah global. Ini adalah sebuah kemenangan bagi musik, teknologi, dan tentu saja, bagi Indonesia.