BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor Anrez Adelio mengungkapkan bahwa Ramadan tahun ini terasa lebih bermakna dan penuh berkah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perasaan positif ini ia rasakan seiring dengan peningkatan kedekatan emosional dengan kedua orang tuanya, serta kesadaran baru untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi konsumsi gula saat berbuka puasa. Pengalaman spiritual dan personal ini menjadi sorotan dalam kesibukan Anrez sebagai seorang figur publik yang terus aktif di dunia hiburan.
"Alhamdulillah, tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya," ujar Anrez Adelio saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (23/2/2026) malam. Pernyataan ini mengawali perbincangan mengenai bagaimana ia menjalani bulan suci Ramadan di tengah padatnya jadwal pekerjaan. Anrez menambahkan bahwa ada perubahan signifikan yang ia rasakan, terutama dalam hal kualitas waktu yang dihabiskan bersama keluarga. "Lebih banyak sama keluarga, lebih dekat sama Mama Papa. Mama Papa kan sudah nggak bareng, nah tahun ini nih jadi sering bareng," tuturnya dengan nada bahagia.
Perpisahan orang tua Anrez, yang kini tidak lagi tinggal bersama, menjadi salah satu faktor yang mendorongnya untuk lebih aktif meluangkan waktu berkualitas bersama mereka di momen Ramadan ini. Ia merasa bahwa kesempatan untuk berkumpul dan berinteraksi secara intensif dengan ayah dan ibunya di bulan yang penuh keberkahan ini adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri. Momen-momen sederhana seperti sahur bersama, berbuka puasa, hingga salat tarawih berjamaah menjadi prioritas baginya, menciptakan ikatan emosional yang semakin kuat.
Meskipun demikian, Anrez tidak menampik bahwa kesibukan di dunia hiburan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Ia tetap harus menjalankan berbagai proyek pekerjaan yang menuntut komitmen dan waktu. Namun, ia bersyukur karena hingga saat ini, semua agenda tersebut dapat berjalan lancar beriringan dengan kewajiban ibadah puasanya. "Alhamdulillah, ini juga sekarang lagi banyak urusan dan semoga sih ekspektasinya semua bisa tercapai ya. Walaupun puasa-puasa, meeting sana-sini," jelasnya dengan optimisme.
Keseimbangan antara tuntutan profesional dan spiritual menjadi tantangan tersendiri, namun Anrez mengaku selalu berusaha untuk mengaturnya dengan baik. Ia percaya bahwa dengan niat yang tulus dan manajemen waktu yang efektif, ia dapat menjalankan keduanya tanpa mengorbankan salah satunya. Dukungan dari keluarga dan tim kerjanya juga menjadi faktor penting yang membantunya melewati periode sibuk ini.
Lebih lanjut, Anrez membagikan perubahan gaya hidup yang mulai ia terapkan, khususnya terkait kebiasaan berbuka puasa. Menginjak usia yang sebentar lagi genap 29 tahun, Anrez mengaku mulai lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Salah satu langkah konkret yang ia ambil adalah mengurangi konsumsi gula. "Sudah mau 29 ya, paling kurang-kurangin gula saja deh kalau buka puasa tuh. Seram kalau makan gula langsung, manis-manis langsung," ungkapnya dengan sedikit kekhawatiran.
Keputusan untuk mengurangi gula ini bukan tanpa alasan. Anrez menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, terutama setelah seharian berpuasa, dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang. Ia ingin menjadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat, yang dapat ia pertahankan bahkan setelah bulan puasa berakhir. Ia mulai mencari alternatif takjil yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar atau kurma dalam jumlah moderat, serta menghindari minuman manis kemasan.
Perubahan ini mencerminkan kedewasaan Anrez dalam memandang kesehatan sebagai aset berharga. Ia tidak hanya fokus pada ibadah spiritual, tetapi juga pada pemeliharaan fisik yang optimal agar dapat terus beraktivitas dan berkarya. Kesadaran ini semakin meningkat seiring dengan usianya yang semakin matang dan pengalamannya yang semakin luas.
Di tengah kesibukannya dan upaya menjaga pola makan, Anrez tetap menyempatkan diri untuk berolahraga. Aktivitas fisik ini dianggapnya penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi rasa lemas saat berpuasa. Ia memiliki dua pilihan waktu utama untuk berolahraga: sebelum berbuka puasa atau setelah menunaikan salat Tarawih. "Pilihannya cuma dua, sebelum buka puasa kayak sekarang atau habis tarawih. Makanya kemarin juga main bolanya habis tarawih, cuma jadinya kemalaman banget kan," tukasnya.
Pilihan berolahraga sebelum berbuka puasa memberikan keuntungan tersendiri, yaitu tubuh dapat langsung terhidrasi dengan baik setelah berolahraga. Namun, terkadang ia juga memilih waktu setelah salat Tarawih, meskipun hal ini dapat membuatnya pulang larut malam. Olahraga yang ia tekuni bervariasi, mulai dari bermain sepak bola hingga latihan fisik lainnya, tergantung pada ketersediaan waktu dan energi.
Dengan menjalani Ramadan kali ini dengan penuh kesadaran, Anrez Adelio tidak hanya memperdalam ibadahnya, tetapi juga merawat hubungannya dengan keluarga dan menjaga kesehatan fisiknya. Pengalaman Ramadan kali ini menjadi bukti bahwa keseimbangan antara kehidupan spiritual, personal, dan profesional dapat dicapai dengan baik, menciptakan sebuah bulan suci yang lebih bermakna dan memuaskan. Harapannya, kebiasaan baik yang ia mulai di bulan Ramadan ini dapat terus berlanjut dan menjadi gaya hidupnya di masa mendatang, membawa dampak positif bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Ia juga berharap dapat terus berkontribusi positif di dunia hiburan dengan energi dan semangat yang ia dapatkan dari bulan Ramadan ini.

