BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kekalahan mengejutkan dialami AC Milan di kandang sendiri saat menjamu Parma dalam lanjutan Serie A pekan ke-26. Rossoneri takluk dengan skor tipis 0-1, gol tunggal Mariano Troilo di babak kedua memastikan tiga poin penuh untuk tim tamu. Hasil ini semakin memperlebar jarak Milan dengan pemuncak klasemen, Inter Milan, yang kini terpaut 10 poin. Pertandingan yang digelar di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB, sejatinya menjadi momentum bagi Milan untuk kembali ke jalur kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Como di laga sebelumnya. Namun, ambisi tersebut pupus di hadapan Parma yang tampil disiplin dan efektif.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi AC Milan, mengakhiri rentetan 24 pertandingan tak terkalahkan di Serie A. Pasukan Massimiliano Allegri tertahan di peringkat kedua klasemen dengan mengoleksi 54 poin. Sementara itu, Parma berhasil merengkuh kemenangan ketiga beruntun di liga domestik, membawa mereka naik ke peringkat ke-12 dengan 32 poin. Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral yang berharga bagi tim Gialloblu dalam upaya mereka menjauhi zona degradasi.
Sejak awal pertandingan, AC Milan mencoba mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang dari Christian Pulisic yang menerima umpan dari Alexis Saelemaekers. Namun, tendangan Pulisic dari sudut sempit berhasil diblok oleh kiper Parma, Edoardo Corvi. Jelang turun minum, Pulisic kembali mendapatkan kesempatan emas. Menerima operan dari Adrien Rabiot, ia melepaskan tembakan yang sayangnya masih melebar dari sasaran. Milan menunjukkan dominasi penguasaan bola, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka kesulitan membongkar pertahanan Parma.
Memasuki babak kedua, Milan meningkatkan intensitas serangan mereka. Pada menit ke-54, peluang ganda tercipta. Umpan terobosan dari Saelemaekers jatuh ke kaki Rafael Leao, namun upayanya berhasil digagalkan oleh Corvi. Rabiot yang mencoba memanfaatkan bola liar juga tak mampu menaklukkan pertahanan kokoh Parma yang dikomandoi oleh Troilo. Menit ke-64, tendangan akrobatik Leao sempat membuat publik San Siro berdebar, namun bola hanya membentur tiang gawang. Keberuntungan seolah enggan berpihak pada Milan.
Puncak drama terjadi pada menit ke-80 ketika Parma berhasil mencetak gol melalui sundulan Mariano Troilo memanfaatkan sepak pojok. Awalnya, wasit menganulir gol tersebut karena dianggap ada pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Namun, setelah melalui proses pengecekan VAR yang memakan waktu hampir lima menit, wasit akhirnya memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut. Keputusan ini diambil setelah wasit memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Parma, Valenti, terhadap kiper Milan, Mike Maignan. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Parma.
Tertinggal satu gol, Milan berupaya keras untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk tendangan dari Fullkrug yang sayangnya masih melebar. Namun, lini pertahanan Parma yang solid dan disiplin berhasil menahan gempuran Milan hingga peluit panjang dibunyikan. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Milan dan para pendukungnya, sekaligus memberikan keuntungan bagi Inter Milan dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.
Analisis lebih mendalam terhadap jalannya pertandingan menunjukkan bahwa AC Milan memang mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun, efektivitas Parma dalam memanfaatkan satu momen krusial, ditambah dengan solidnya pertahanan mereka, menjadi faktor penentu kekalahan Milan. Ketidakefisienan lini serang Milan dalam menyelesaikan peluang yang ada juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi Massimiliano Allegri.
Secara taktis, Parma menerapkan strategi bertahan yang rapat dan disiplin, memanfaatkan setiap celah untuk melancarkan serangan balik cepat. Gol tunggal Troilo adalah buah dari kerja keras dan konsentrasi mereka sepanjang pertandingan. Penggunaan VAR dalam pengesahan gol juga menjadi sorotan, menunjukkan bagaimana teknologi ini dapat memengaruhi hasil akhir sebuah pertandingan.
Melihat komposisi pemain, AC Milan menampilkan sejumlah pemain kunci seperti Maignan di bawah mistar gawang, didukung oleh lini belakang yang diperkuat Tomori, De Winter, dan Bartesaghi. Lini tengah diisi oleh pemain berpengalaman seperti Modric dan Rabiot, serta potensi dari Loftus-Cheek dan Saelemaekers. Lini depan diandalkan pada kecepatan dan dribbling Leao serta kreativitas Pulisic. Namun, performa lini depan yang kurang tajam menjadi catatan penting.
Di kubu Parma, Edoardo Corvi tampil gemilang di bawah mistar gawang, menjadi benteng terakhir yang sulit ditembus. Lini pertahanan yang solid diperkuat oleh Delprato, Troilo, dan Valenti. Lini tengah diisi oleh kombinasi Britschgi, Bernabe, Keita, Ordonez, dan Valeri yang mampu mengalirkan bola dengan baik. Lini depan mengandalkan Strefezza dan Pellegrino untuk menciptakan ancaman. Keberhasilan Parma dalam mencetak gol tunggal melalui Troilo menunjukkan ketajaman mereka dalam memanfaatkan peluang.
Kekalahan ini tentu akan menjadi evaluasi penting bagi AC Milan. Mereka perlu segera bangkit dan menemukan kembali performa terbaik mereka jika ingin terus bersaing dalam perburuan gelar. Sementara itu, Parma dapat merayakan kemenangan berharga ini dan menjadikannya modal untuk melanjutkan tren positif mereka di sisa musim. Inter Milan, di sisi lain, semakin nyaman di puncak klasemen dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih scudetto. Pertarungan di Serie A masih akan sangat menarik untuk diikuti hingga akhir musim.
Susunan Pemain:
AC Milan: Maignan; Tomori (Athekame 85′), De Winter, Bartesaghi; Saelemaekers, Loftus-Cheek (Jashari 11′) (Nkunku 85′), Modric, Rabiot, Estupinan (Pavlovic 62′); Leao, Pulisic (Fullkrug 62′)
Parma: Corvi; Delprato, Troilo, Valenti; Britschgi, Bernabe (Nicolussi Caviglia 59′), Keita, Ordonez (Sorensen 59′), Valeri; Strefezza (Ondrejka 76′), Pellegrino (Estevez 90+3′)

