0

Asty Ananta Rela Kepentok Meja demi Konten Bareng Suami

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Asty Ananta, yang dikenal sebagai presenter televisi, belakangan ini berhasil mencuri perhatian publik dan menghibur para pengikutnya di Instagram melalui serangkaian konten "random" yang diunggahnya bersama sang suami, Hendra Suryanto. Konten-konten yang menampilkan interaksi kocak dan tak terduga antara pasangan ini telah menjadi viral dan mengundang gelak tawa netizen. Namun, di balik kelucuan yang tersaji, terungkap sebuah insiden tak terduga yang dialami oleh Asty selama proses syuting salah satu videonya. Insiden tersebut melibatkan benturan kepala Asty dengan sebuah meja, sebuah pengorbanan kecil demi menghasilkan tayangan yang otentik dan menghibur.

Peristiwa yang cukup mengejutkan ini bermula ketika Asty tengah mempersiapkan sebuah adegan untuk konten terbarunya di area meja kerja sang suami. Dalam skenario video tersebut, Asty diposisikan berada di lantai, sementara objek meja menjadi bagian penting dari narasi visual. Siapa sangka, saat proses pengambilan gambar berlangsung, kepala Asty justru terbentur keras pada permukaan meja. Kejadian ini tentu saja di luar perkiraan, mengingat Asty mengaku telah melakukan persiapan yang matang sebelum memulai syuting. Ia bahkan telah melakukan latihan atau gladi resik bersama karyawannya untuk memastikan setiap gerakan dan posisinya aman, terutama terkait dengan keberadaan meja yang berpotensi menimbulkan benturan.

"Itu sebetulnya sebelum Bapak masuk ke ruangan, saya udah sama karyawan saya, ‘Nak, maju segini, mundur segini, aman ya? Hati-hati kepalanya ada meja’. Saya maju mundur udah latihan tuh, aman," cerita Asty Ananta dengan nada sedikit geli saat diwawancarai di Studio Brownis TransTV, kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 22 Februari 2026. Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa Asty telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengantisipasi potensi bahaya dan memastikan kenyamanannya selama syuting. Ia telah melakukan perhitungan jarak dan posisi dengan teliti, serta memastikannya dengan bantuan karyawannya.

Namun, sebagaimana yang sering terjadi dalam kehidupan, rencana yang telah disusun matang terkadang dapat berbenturan dengan realitas di lapangan. Antusiasme dan semangat Asty yang memuncak saat sang suami memasuki ruangan rupanya sedikit mengaburkan perhitungan jarak yang telah ia latih sebelumnya. Terlalu fokus pada ekspresi dan interaksi dengan suaminya, Asty kehilangan sedikit presisi dalam gerakannya. "Ternyata waktu syuting ya namanya mungkin bersemangat, kepentok beneran!" ungkapnya sambil tertawa, mengakui bahwa momen bersemangatnya justru berujung pada benturan fisik yang tidak terduga. Tawa Asty dalam wawancara tersebut menunjukkan bahwa ia mampu melihat sisi humor dari kejadian tersebut, meskipun mengalami sedikit rasa sakit.

Meskipun mengalami insiden kecil yang menyebabkan kepalanya terbentur meja, Asty Ananta membuat keputusan yang patut diacungi jempol. Ia memilih untuk tidak mengulang adegan tersebut. Keputusan ini diambil bukan karena ia tidak peduli dengan rasa sakit yang dialaminya, melainkan didasari oleh pertimbangan artistik yang mendalam. Asty sangat memahami pentingnya menjaga keaslian dan spontanitas dalam sebuah konten komedi. Ia ingin menangkap reaksi suaminya yang paling natural dan otentik, tanpa adanya unsur rekayasa atau pengulangan yang dapat mengurangi "energi" dari momen tersebut.

"Hal kayak gitu tuh harus spontan karena, suami saya kan memang orangnya real. Kalau diulang-ulang pasti energinya beda. Saya percaya yang natural itu pasti sampai ke hati," pungkasnya dengan keyakinan. Filosofi Asty ini sangat relevan dalam dunia konten digital saat ini, di mana penonton cenderung lebih menyukai tayangan yang terasa jujur dan apa adanya. Ia percaya bahwa keautentikanlah yang mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan audiens. Dengan membiarkan momen benturan tersebut terekam sebagaimana adanya, Asty berhasil menangkap esensi dari interaksi mereka yang sebenarnya, sebuah perpaduan antara kelucuan dan cinta yang tulus.

Alhasil, pengorbanan Asty yang rela kepentok meja ternyata berbuah manis. Konten yang menampilkan insiden tersebut berhasil menjadi viral dan mendapatkan sambutan luar biasa dari netizen. Banyak pengguna internet yang mengaku terhibur melihat tingkah Asty yang terkadang absurd dan penuh kejutan, yang sangat kontras dengan sikap suaminya yang cenderung lebih kalem dan tenang. Perpaduan kepribadian yang berbeda inilah yang justru menjadi daya tarik utama konten mereka. Keberanian Asty untuk tampil apa adanya, bahkan dalam momen-momen yang sedikit canggung atau tidak terduga, telah membuktikan bahwa ketulusan dan spontanitas adalah kunci utama dalam menciptakan konten yang berkesan dan disukai banyak orang. Insiden benturan meja tersebut, meskipun tidak disengaja, justru menjadi salah satu elemen yang membuat kontennya semakin unik dan tak terlupakan. Ini menunjukkan bahwa terkadang, "kekurangan" atau "kesalahan" kecil justru bisa menjadi bumbu penyedap yang membuat sebuah karya menjadi lebih hidup dan relevan.