BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Band indie asal Jakarta, His N’ Hers, kembali menyapa para penikmat musik dengan rilisan terbaru mereka, sebuah Extended Play (EP) bertajuk "Transition". EP ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah narasi musikal yang menandai sebuah babak baru dalam perjalanan artistik dan personal para personelnya. Dengan nuansa khas britpop yang telah menjadi identitas mereka sejak awal, "Transition" menawarkan pendengar sebuah cerminan mendalam tentang proses pendewasaan dan penerimaan diri. Rilisan ini, yang berada di bawah naungan label Filipina, Jam Lemon Record, menghadirkan lima buah lagu yang dirancang untuk merangkum dan mengabadikan fase transisi yang krusial dalam kehidupan dan karier His N’ Hers. Didit, sang vokalis, dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa EP ini adalah sebuah cermin yang merefleksikan perjalanan mereka, baik sebagai entitas band yang solid maupun sebagai individu yang terus berkembang. "Transition adalah fase di mana kami belajar menerima perubahan, baik sebagai band maupun sebagai individu. Kami tumbuh, dan musik kami ikut tumbuh bersama proses itu," ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, 21 Februari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi esensi dari "Transition" sebagai sebuah karya yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga introspektif dan penuh makna.
Secara musikal, "Transition" tetap kokoh berakar pada pondasi britpop era 90-an yang telah membentuk suara khas His N’ Hers sejak awal pembentukan mereka. Namun, dalam EP terbaru ini, terdengar jelas sebuah eksplorasi sound yang lebih matang dan mendalam. Setiap elemen musik, mulai dari melodi keyboard yang menghanyutkan, petikan gitar yang presisi, hingga hentakan drum yang dinamis, semuanya berpadu harmonis untuk menciptakan sebuah lanskap suara yang kaya akan emosi. Lirik-lirik yang disajikan pun semakin menunjukkan kedalaman emosional dan kejujuran, mengangkat tema-tema yang intim dan sangat relatable bagi pendengar. His N’ Hers, yang terbentuk pada tahun 2019, memang dikenal dengan kemampuannya menyajikan tema-tema universal dalam balutan musik yang sederhana namun menyentuh hati. Formasi band yang solid terdiri dari Didit pada vokal, Miko pada keyboard, Aldy pada lead guitar, Berland pada rhythm guitar, Mike pada bass, dan Mojei pada drum, masing-masing memberikan kontribusi krusial dalam membangun karakter suara "Transition".
Lebih dari sekadar rilisan digital, His N’ Hers juga memberikan apresiasi lebih kepada para penggemarnya dengan menghadirkan "Transition" dalam format fisik yang eksklusif. Sebuah boxset edisi terbatas telah disiapkan, yang tidak hanya berisi kaset berisi lagu-lagu dalam EP, tetapi juga berbagai merchandise menarik seperti kaos, headset, hingga MP3 player. Kehadiran boxset ini menunjukkan komitmen His N’ Hers untuk memberikan pengalaman yang lebih komprehensif dan bernilai bagi para pendukung setia mereka. Melalui EP "Transition" ini, His N’ Hers tidak hanya berupaya untuk meromantisasi dan mengabadikan momen-momen penting dalam proses bertumbuh, tetapi juga secara aktif membuka pintu bagi peluang kolaborasi lintas negara. Inisiatif ini mencerminkan ambisi mereka untuk memperluas jangkauan musik mereka dan terhubung dengan komunitas musik global, menunjukkan bahwa musik indie Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di panggung internasional.
Proses kreatif di balik "Transition" melibatkan refleksi mendalam terhadap perubahan yang dialami oleh setiap anggota band. Transformasi ini tidak hanya terjadi pada level personal, tetapi juga tercermin dalam evolusi musikal mereka. Jika pada karya-karya sebelumnya His N’ Hers lebih banyak mengeksplorasi tema-tema yang ringan dan cenderung universal, dalam "Transition" mereka memberanikan diri untuk menggali lebih dalam aspek-aspek emosional yang lebih kompleks. Hal ini terlihat dari pemilihan progresi akord yang lebih kaya, variasi tempo yang lebih dinamis, serta aransemen musik yang lebih detail. Pengaruh britpop 90-an, yang seringkali dicirikan oleh melodi yang catchy dan lirik yang puitis, tetap menjadi benang merah yang kuat. Namun, His N’ Hers berhasil menyuntikkan sentuhan modern dan kedewasaan dalam setiap lagu, menciptakan sebuah perpaduan yang segar dan otentik.
Didit, sebagai vokalis, memegang peranan penting dalam menyampaikan narasi emosional "Transition". Suara merdunya mampu membawakan lirik-lirik yang sarat makna dengan penuh penghayatan, seolah mengajak pendengar untuk turut merasakan setiap gejolak perasaan yang terangkum dalam lagu-lagu tersebut. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi juga bercerita, menciptakan sebuah ikatan emosional yang kuat antara dirinya dan audiens. Hal ini juga didukung oleh permainan instrumen para personel lainnya yang sangat solid. Miko dengan sentuhan keyboardnya yang seringkali memberikan nuansa melankolis atau euforia, Aldy dan Berland dengan harmonisasi gitar mereka yang ikonik, Mike yang memberikan fondasi bass yang kokoh, serta Mojei yang menjaga ritme dengan presisi, semuanya bersinergi untuk menciptakan sebuah karya yang utuh dan berkesan.
Label rekaman asal Filipina, Jam Lemon Record, patut diapresiasi atas dukungannya terhadap His N’ Hers. Kepercayaan yang diberikan oleh label internasional ini menjadi bukti bahwa kualitas musik His N’ Hers telah diakui di kancah regional. Kolaborasi ini membuka peluang baru bagi His N’ Hers untuk menjangkau audiens yang lebih luas di luar Indonesia, sekaligus memperkaya pengalaman mereka dalam industri musik. "Transition" menjadi jembatan yang menghubungkan His N’ Hers dengan pasar musik Asia Tenggara, dan bahkan berpotensi lebih jauh lagi.
Konsep boxset yang dirilis bersamaan dengan EP ini adalah sebuah strategi cerdas yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai jual, tetapi juga untuk memberikan apresiasi lebih kepada para penggemar setia. Dalam era digital di mana musik seringkali hanya dinikmati dalam format streaming, kehadiran rilisan fisik yang dikemas secara apik dan eksklusif menjadi sebuah nilai tambah yang signifikan. Koleksi barang-barang seperti kaos dengan desain orisinal, headset berkualitas, hingga MP3 player yang berisi materi EP, memberikan pengalaman yang lebih personal dan tak terlupakan bagi para kolektor dan penggemar berat. Ini adalah cara His N’ Hers untuk mengatakan terima kasih kepada mereka yang telah mendukung perjalanan mereka sejak awal.
Lebih jauh lagi, "Transition" juga dapat diartikan sebagai sebuah manifesto artistik dari His N’ Hers. EP ini bukan hanya tentang penerimaan perubahan, tetapi juga tentang keberanian untuk terus bereksplorasi dan berevolusi. Mereka tidak takut untuk keluar dari zona nyaman mereka, mencoba hal-hal baru dalam hal musikalitas, dan mengekspresikan diri mereka dengan lebih jujur dan terbuka. Proses pendewasaan ini adalah sebuah perjalanan yang berkelanjutan, dan "Transition" adalah salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut. Musik mereka menjadi lebih matang, lirik mereka menjadi lebih reflektif, dan visi artistik mereka menjadi semakin jelas.
Kehadiran "Transition" di industri musik indie Indonesia memberikan angin segar. Di tengah ramainya persaingan, His N’ Hers mampu mempertahankan identitas mereka sambil terus berinovasi. Mereka membuktikan bahwa musik indie tidak harus selalu terdengar sederhana atau kurang produksi. Dengan kualitas musikalitas yang tinggi, lirik yang bermakna, dan konsep rilisan yang matang, His N’ Hers menunjukkan bahwa musik indie Indonesia mampu bersaing dan bahkan menjadi pelopor tren baru. Peran mereka dalam meromantisasi perjalanan bertumbuh, baik secara musikal maupun personal, patut diapresiasi.
Dengan dirilisnya "Transition", His N’ Hers tidak hanya menawarkan sebuah karya musik yang berkualitas, tetapi juga sebuah cerita yang menginspirasi. Cerita tentang keberanian untuk berubah, penerimaan diri, dan pertumbuhan. Cerita yang disampaikan melalui melodi yang indah dan lirik yang menyentuh hati, dibalut dalam nuansa britpop yang tak lekang oleh waktu. Ini adalah sebuah undangan bagi para pendengar untuk merenungkan perjalanan mereka sendiri, menerima setiap transisi yang datang, dan merayakan proses bertumbuh dengan segala keindahannya. EP ini adalah bukti nyata bahwa musik dapat menjadi medium yang kuat untuk merefleksikan dan mengabadikan momen-momen paling berharga dalam kehidupan.
Peluang kolaborasi lintas negara yang dibuka oleh His N’ Hers melalui EP "Transition" juga merupakan sebuah langkah strategis yang patut dicermati. Dalam era globalisasi, kolaborasi antar musisi dari berbagai negara dapat membuka wawasan baru, memperkenalkan genre musik yang berbeda, dan menciptakan karya-karya yang inovatif. Ini adalah kesempatan bagi His N’ Hers untuk belajar dari musisi internasional, berbagi pengalaman, dan memperkaya khazanah musik mereka. Di sisi lain, ini juga menjadi platform bagi musik indie Indonesia untuk dikenal lebih luas di kancah internasional, membangun citra positif, dan membuka pintu bagi para musisi indie Indonesia lainnya untuk melakukan hal yang serupa.
Secara keseluruhan, "Transition" oleh His N’ Hers adalah sebuah karya yang patut mendapatkan perhatian lebih. EP ini bukan hanya sekadar rilisan musik, melainkan sebuah pernyataan artistik yang kuat, sebuah refleksi mendalam tentang kehidupan, dan sebuah langkah maju yang signifikan bagi band indie asal Jakarta ini. Melalui romantisme perjalanan bertumbuh, His N’ Hers berhasil menciptakan sebuah karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga menggugah pikiran dan menyentuh hati. Dengan terus berinovasi dan membuka diri terhadap kolaborasi, His N’ Hers semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu band indie yang patut diperhitungkan di kancah musik Indonesia, bahkan di kancah internasional.

