BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Masa depan Andre Onana di Trabzonspor tengah diselimuti ketidakpastian, memicu spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya sang kiper ke Manchester United. Klub Turki tersebut dikabarkan sedang mempertimbangkan ulang keputusan untuk mempermanenkan pemain yang saat ini berstatus pinjaman dari raksasa Liga Primer Inggris. Jika kesepakatan permanen gagal terwujud, Onana dipastikan akan kembali berseragam Setan Merah.
Manchester United, yang meminjamkan Andre Onana ke Trabzonspor untuk mengarungi musim 2025/2026, menyertakan opsi pembelian permanen dalam kontrak peminjaman tersebut. Namun, opsi ini tidak bersifat mengikat, memberikan keleluasaan bagi Trabzonspor untuk membuat keputusan akhir. Berdasarkan laporan dari Daily Star, Andre Onana telah menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Trabzonspor, tampil dalam 18 pertandingan di Super Lig musim ini. Dalam kurun waktu tersebut, gawangnya telah kebobolan sebanyak 25 kali, dan hanya mampu mencatatkan empat pertandingan tanpa kebobolan alias clean sheet.
Secara rata-rata, Onana tercatat kebobolan 1,3 gol per pertandingan. Meskipun performanya secara umum dinilai baik dan ia disukai oleh rekan-rekan setimnya, pihak manajemen Trabzonspor mulai menunjukkan keraguan untuk mengaktifkan klausul pembelian permanen. Salah satu momen krusial yang tampaknya memicu perdebatan internal adalah kekalahan pahit 2-3 dari Fenerbahce. Dalam pertandingan tersebut, ketiga gol yang bersarang di gawang Onana tercipta hanya dari tiga tembakan terarah yang dilepaskan oleh Fenerbahce sepanjang 90 menit pertandingan. Statistik ini mengindikasikan efektivitas serangan lawan yang sangat tinggi, di mana setiap tembakan tepat sasaran berujung gol.
Situasi ini tentu menjadi pertimbangan serius bagi petinggi Trabzonspor. Mereka harus mengevaluasi apakah investasi jangka panjang untuk Onana sepadan dengan performa yang ditunjukkannya, terutama dalam pertandingan-pertandingan krusial. Jika pada akhirnya Trabzonspor memutuskan untuk tidak mempermanenkan Andre Onana, maka kiper berusia 29 tahun ini secara otomatis akan kembali ke Manchester United. Perlu diingat bahwa kontrak Onana di Old Trafford masih berlaku hingga musim panas 2028, memberikan MU kendali penuh atas masa depannya.
Kembalinya Onana ke Manchester United berpotensi membuka kembali perdebatan mengenai peran kiper di tim asuhan Erik ten Hag. Saat ini, Manchester United telah memiliki Andre Onana sebagai kiper utama mereka. Namun, jika Onana kembali dan tidak masuk dalam rencana jangka panjang pelatih, bukan tidak mungkin MU akan kembali mempertimbangkan opsi penjualan. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah penjualan Onana ke klub lain di Liga Primer Inggris. Nilai pasarnya saat ini diperkirakan berada di kisaran 15 juta Euro, sebuah angka yang relatif terjangkau bagi banyak klub di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Perjalanan karier Andre Onana di Manchester United sendiri terbilang dinamis. Sejak didatangkan dari Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2023, ia langsung ditunjuk sebagai kiper utama menggantikan David de Gea. Keputusannya untuk meninggalkan Inter, di mana ia meraih kesuksesan dan mencapai final Liga Champions, menimbulkan berbagai pertanyaan. Di Manchester United, Onana menghadapi musim perdana yang penuh tantangan, diwarnai dengan beberapa kesalahan yang berujung pada gol lawan, namun di sisi lain juga menunjukkan penyelamatan-penyelamatan gemilang.
Performa Onana di Manchester United seringkali menjadi sorotan. Meskipun memiliki kemampuan mendistribusikan bola yang baik dan gaya bermain yang modern, ia terkadang rentan terhadap kesalahan individu. Hal ini membuat posisinya sebagai kiper utama tidak selalu aman dari kritik. Keputusan peminjamannya ke Trabzonspor di awal musim 2025/2026 dapat diartikan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan bagi Onana untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dan menit bermain yang konsisten di luar tekanan ketat Liga Primer Inggris.
Peminjaman ini juga membuka peluang bagi klub-klub lain untuk memantau perkembangan Onana. Trabzonspor, dengan kesempatan memilikinya dengan biaya yang relatif lebih rendah jika performanya memuaskan, menjadi salah satu klub yang menjajaki opsi tersebut. Namun, hasil pertandingan melawan Fenerbahce tampaknya telah menimbulkan keraguan, memaksa klub untuk melakukan evaluasi ulang. Ketiga gol yang bersarang ke gawang Onana dalam satu pertandingan, dengan efektivitas tembakan lawan yang sempurna, tentu menjadi catatan merah yang sulit diabaikan.
Bagi Manchester United, situasi ini memberikan beberapa opsi strategis. Jika Onana kembali dan memang tidak lagi masuk dalam skema permainan tim, penjualan akan menjadi langkah yang paling logis untuk mendapatkan kembali sebagian dari investasi yang telah dikeluarkan. Nilai pasar 15 juta Euro, meskipun mungkin tidak mengembalikan seluruh biaya transfernya, tetaplah jumlah yang signifikan dan dapat digunakan untuk memperkuat area lain dalam tim. Selain itu, jika Onana menunjukkan performa impresif di klub barunya, nilainya di pasar transfer juga berpotensi meningkat.
Di sisi lain, jika Manchester United masih melihat potensi besar dalam diri Andre Onana dan ada perubahan dalam kebutuhan tim atau staf pelatih, kemungkinan kembalinya ia ke skuad utama MU tetap terbuka. Namun, dengan adanya kiper-kiper lain dalam skuad, persaingan untuk memperebutkan posisi utama akan tetap ketat. Keberadaan kiper muda berbakat seperti Senne Lammens di tim utama MU juga menjadi pertimbangan. Lammens, yang digadang-gadang sebagai kiper masa depan, mungkin akan mendapatkan lebih banyak kesempatan jika Onana dijual atau jika manajemen MU memutuskan untuk fokus pada pengembangan pemain muda.
Kemungkinan penjualan ke sesama klub Premier League juga menjadi opsi yang menarik. Beberapa klub Liga Primer mungkin membutuhkan kiper berpengalaman dan Onana bisa menjadi solusi jangka pendek atau menengah bagi mereka. Pasar transfer di Inggris selalu aktif, dan jika ada tawaran yang sesuai, Manchester United tidak akan ragu untuk mempertimbangkannya.
Secara keseluruhan, nasib Andre Onana di Manchester United masih belum sepenuhnya jelas. Keputusan akhir dari Trabzonspor akan menjadi penentu langkah selanjutnya. Jika ia kembali ke Old Trafford, ia harus menghadapi kenyataan persaingan ketat dan mungkin harus mencari jalan keluar baru untuk mengembangkan kariernya. Namun, jika ia berhasil menunjukkan performa gemilang di klub barunya, baik itu Trabzonspor atau klub lain, ia dapat kembali membangun reputasinya dan membuka peluang baru di masa depan. Ketidakpastian ini adalah bagian dari dinamika sepak bola modern, di mana keputusan strategis klub dan performa individu pemain saling terkait erat dalam menentukan arah karier.

