BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Atlet ski freestyle sensasional, Eileen Gu, kembali mencuri perhatian dunia, kali ini bukan hanya karena kehebatannya di lereng bersalju, tetapi juga karena posisinya yang kokoh dalam daftar atlet wanita berpenghasilan tertinggi. Kekayaan yang ia raih, mencapai angka fantastis 23 juta USD atau setara dengan Rp 387 miliar, sebagian besar ternyata berasal dari sumber-sumber yang berada di luar arena kompetisi olahraga yang membesarkan namanya. Sosok muda berusia 22 tahun ini, yang lahir di San Francisco namun memilih untuk mewakili Tiongkok di kancah internasional, telah menjelma menjadi fenomena global, memadukan prestasi olahraga, kecerdasan bisnis, dan daya tarik multikultural yang memukau.
Menurut laporan terbaru dari majalah bisnis terkemuka, Forbes, Eileen Gu menempati peringkat keempat dalam daftar atlet wanita dengan penghasilan tertinggi di seluruh dunia. Keberadaannya di posisi teratas ini menjadikannya satu-satunya atlet ski yang berhasil menembus daftar bergengsi tersebut. Ia hanya kalah dari bintang-bintang tenis yang telah lama mendominasi industri olahraga komersial, yaitu Coco Gauff yang memimpin dengan pendapatan 33 juta USD, diikuti oleh Aryna Sabalenka dengan 30 juta USD, dan Iga Swiatek dengan 25,1 juta USD. Angka-angka ini menegaskan betapa luar biasanya pencapaian Gu, mengingat latar belakang disiplin olahraganya yang cenderung memiliki potensi komersial yang lebih terbatas dibandingkan tenis.
Yang paling mencolok dari profil keuangan Eileen Gu adalah fakta bahwa sekitar 99% dari pendapatannya berasal dari aktivitas di luar lapangan kompetisi. Ini menunjukkan strategi komersial yang sangat cerdas dan agresif yang ia terapkan sejak dini. Gu, yang kini berada di bawah naungan agensi model ternama IMG, telah berhasil mengamankan serangkaian kesepakatan sponsor yang menggiurkan. Berdasarkan laporan dari The Athletic, jajaran sponsornya mencakup berbagai merek kelas atas di industri fesyen mewah, produsen mobil mewah, perusahaan jam tangan prestisius, hingga merek pakaian olahraga ternama. Kerjasama ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial yang substansial, tetapi juga memperkuat citra Gu sebagai ikon gaya hidup global yang glamor dan aspiratif.
Sementara itu, pendapatan Gu dari prestasi di arena kompetisi ski freestyle selama setahun terakhir terbilang relatif kecil, yaitu hanya sekitar 100.000 USD dari hadiah turnamen. Namun, jumlah ini menjadi tidak signifikan jika dibandingkan dengan kesuksesan yang telah ia raih di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Di ajang tersebut, Gu berhasil menyabet dua medali emas dan satu medali perak dalam tiga disiplin yang berbeda: big air, halfpipe, dan slopestyle. Prestasi gemilang ini menjadi fondasi utama yang memungkinkan dirinya menarik perhatian para sponsor global dan membangun citra sebagai atlet muda yang berprestasi luar biasa.
Perjalanannya menuju puncak kesuksesan tidak lepas dari kontroversi, terutama terkait keputusannya untuk mewakili Tiongkok meskipun lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat. Gu, yang memegang paspor Tiongkok sejak usia 15 tahun, menyatakan bahwa keputusannya merupakan bentuk penghormatan terhadap akar budaya ibunya dan merupakan pilihan pribadi yang telah ia pertimbangkan matang-matang. Namun, pilihan ini menimbulkan perdebatan sengit. Beberapa komentator televisi di Amerika Serikat bahkan mengkritiknya dengan menyebutnya "pengkhianat Amerika," sementara sebagian pengguna internet melabelinya sebagai sosok "bermuka dua."
Menanggapi kritik yang dilontarkan kepadanya, Gu mengungkapkan rasa frustrasinya. Melalui akun Douyin (versi Tiongkok dari platform media sosial TikTok), ia membela keputusannya dengan tegas. "Dalam lima tahun terakhir, saya telah mewakili Tiongkok dalam 41 kompetisi internasional dan memenangkan 39 medali untuk Tiongkok," ujarnya. Ia melanjutkan, "Saya terus mengadvokasi Tiongkok dan perempuan di panggung global. Apa yang telah kamu lakukan untuk negara ini?" Pernyataannya ini mencerminkan keyakinannya yang kuat pada pilihannya dan dedikasinya terhadap Tiongkok.

Di luar arena kompetisi dan sorotan publik, Eileen Gu juga dikenal sebagai sosok yang berdedikasi pada pendidikannya. Ia diketahui menempuh pendidikan di universitas ternama, Stanford, dan juga memiliki keterkaitan dengan Oxford, menunjukkan bahwa ia memiliki ambisi yang melampaui dunia olahraga. Perpaduan antara kecerdasan akademis, bakat atletik yang luar biasa, dan kemampuan membangun citra diri yang kuat inilah yang menjadikannya aset yang sangat berharga bagi para sponsor.
Filosofi latihan Gu juga menarik untuk dicermati. Ia menganut prinsip "berlatih seolah-olah kamu belum pernah berkompetisi dan berkompetisi seolah-olah kamu belum pernah kalah." Prinsip ini mencerminkan mentalitas juara yang selalu berupaya untuk terus berkembang dan tidak pernah merasa puas. Gu juga kerap membagikan rutinitas latihannya yang intens melalui media sosial, mulai dari lari pemulihan sejauh 5 kilometer hingga sesi pemotretan yang melelahkan, menunjukkan bahwa ia memiliki disiplin yang luar biasa dalam setiap aspek kehidupannya.
Gaya hidupnya yang glamor, yang terlihat dari berbagai endorsement produk mewah, berpadu harmonis dengan dedikasinya pada olahraga. Namun, bagi Gu sendiri, fokus utamanya tetaplah meraih medali dan mengukir prestasi di lapangan. "Kisah ‘Putri Salju’ ini menggambarkan bagaimana atlet muda menggunakan media sosial untuk memaksimalkan pengaruh dan mengejar kesuksesannya di dunia olahraga," demikian kesimpulan dari laporan tersebut, menekankan peran penting platform digital dalam membangun karir seorang atlet di era modern. Keberhasilan Eileen Gu tidak hanya menjadi inspirasi bagi para atlet muda, tetapi juga menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana perpaduan antara bakat, strategi bisnis, dan citra diri dapat menciptakan seorang ikon global yang tak terbantahkan.
Kemunculan Gu di Olimpiade Musim Dingin 2026 mendatang menjadi momen yang paling dinanti. Dengan dua medali perak yang telah ia raih di ajang tersebut, atlet berusia 22 tahun ini kembali membuktikan dirinya sebagai bintang atlet global yang bersinar terang. Prestasi gemilangnya di lapangan, ditambah dengan kariernya yang cemerlang sebagai model, latar belakang pendidikannya yang elit, serta narasi multikultural Tiongkok-Amerika yang unik, semuanya berkontribusi pada daya tarik dan popularitasnya yang meluas. Ia bukan sekadar seorang atlet, melainkan sebuah fenomena budaya dan komersial yang terus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seorang bintang olahraga di abad ke-21.
Dedikasi Gu terhadap Tiongkok, yang telah ia tunjukkan dengan memenangkan 39 dari 41 kompetisi internasional yang diikutinya untuk negara tersebut, menjadi bukti nyata dari komitmennya. Ia aktif mempromosikan olahraga ski dan memberdayakan perempuan melalui platform globalnya. Filosofi latihannya yang unik, yaitu "berlatih seolah-olah kamu belum pernah berkompetisi dan berkompetisi seolah-olah kamu belum pernah kalah," mencerminkan mentalitasnya yang tak kenal lelah untuk terus berinovasi dan mencapai yang terbaik. Rutinitasnya yang sering ia bagikan di media sosial, mulai dari lari pemulihan hingga sesi pemotretan yang menuntut, menunjukkan perpaduan antara disiplin atletik yang ketat dan gaya hidup glamor yang menjadi ciri khasnya.
Bagi Gu, perpaduan antara disiplin atletik dan gaya hidup glamor bukanlah sebuah kontradiksi, melainkan dua sisi mata uang yang sama. Ia berhasil menunjukkan bahwa seorang atlet dapat menjadi ikon gaya hidup tanpa mengorbankan fokus pada performa olahraga. Meskipun kontrak jutaan dolar menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesannya, medali tetap menjadi prioritas utamanya. Ini adalah esensi dari semangat juangnya yang tak tergoyahkan. Kisah Eileen Gu, si ‘Putri Salju’, adalah narasi yang kuat tentang bagaimana atlet muda di era digital dapat memanfaatkan media sosial untuk memaksimalkan pengaruh mereka, membangun citra yang kuat, dan mencapai kesuksesan yang luar biasa baik di dalam maupun di luar arena olahraga. Ia telah menetapkan standar baru bagi atlet wanita di seluruh dunia, membuktikan bahwa potensi komersial dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan, menciptakan seorang bintang global yang sesungguhnya.

