0

Kondisi Kesehatan Diding Boneng Usai 3 Hari Dirawat di RS: Perjuangan Melawan Asma Akut dan Keterbatasan Fisik

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor senior legendaris, Zainal Abidin, yang lebih dikenal dengan sapaan Diding Boneng, tengah berjuang melawan penurunan kondisi kesehatannya. Selama tiga hari terakhir, beliau harus menjalani perawatan intensif di Radjak Hospital, Salemba, Jakarta Pusat. Pada Jumat, 20 Februari 2026, Diding Boneng masih terpantau menggunakan alat bantu pernapasan, sebuah situasi yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini tentu saja menjadi perhatian banyak pihak, mengingat rekam jejak Diding Boneng sebagai salah satu aktor kawakan yang telah menghibur masyarakat Indonesia selama puluhan tahun.

Perjalanan Diding Boneng ke rumah sakit berawal dari sebuah insiden yang cukup mengkhawatirkan. Aktor berusia 76 tahun ini dilaporkan mengalami serangan asma akut yang sangat parah, nyaris membuatnya kehilangan kesadaran. Situasi darurat ini memaksa beliau segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Dalam pantauan terbaru dan beberapa foto yang beredar, kondisi Diding Boneng tampak memprihatinkan. Masker oksigen yang menutupi sebagian wajahnya menjadi saksi bisu perjuangan beliau dalam mendapatkan udara segar yang memadai.

"Saya memang punya asma, menurut dokter. Terus, tiga hari yang lalu, malam-malam, asma itu datang," ujar Diding Boneng dengan suara yang terdengar lemah namun penuh ketegaran. Pernyataan ini mengkonfirmasi bahwa riwayat asma yang dimilikinya menjadi faktor utama di balik rawat inapnya kali ini. Serangan asma yang dialaminya kali ini tampaknya memiliki intensitas yang lebih tinggi dari biasanya, sehingga membutuhkan intervensi medis yang lebih serius.

Pihak keluarga, melalui asisten pribadinya, Didi Hardi, memberikan perkembangan terkini mengenai kondisi kesehatan Diding Boneng, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium. Didi Hardi menjelaskan bahwa meskipun hasil tes laboratorium secara umum menunjukkan angka yang cukup baik, terdapat beberapa catatan medis yang masih memerlukan observasi lebih mendalam dari tim dokter. Penurunan pada jumlah sel darah putih (leukosit) terdeteksi dalam tubuh Diding Boneng, yang menjadi salah satu fokus perhatian tim medis saat ini. Kadar leukosit yang rendah bisa mengindikasikan berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga memerlukan investigasi lebih lanjut.

Untuk memastikan tidak ada komplikasi lain yang menyerang organ tubuh Diding Boneng, pihak medis masih menunggu hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi organ dalam Diding, seperti hati, ginjal, dan limpa, serta mendeteksi adanya kelainan struktural atau fungsional yang mungkin terjadi. Selain fokus pada kadar leukosit yang rendah, tim dokter juga terus memantau fungsi paru-paru Diding Boneng. Paru-parunya diketahui belum sepenuhnya pulih dari serangan asma akut yang dialaminya, sehingga memerlukan perhatian khusus untuk memastikan pemulihan yang optimal dan mencegah komplikasi pernapasan lebih lanjut.

Kondisi kesehatan Diding Boneng yang sedang tidak prima ini semakin terasa berat mengingat beliau saat ini juga menghadapi situasi pribadi yang tidak mengenakkan. Rumahnya yang berlokasi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, dilaporkan sempat mengalami musibah kebakaran, yang menyebabkan sebagian rumahnya rubuh. Akibatnya, Diding Boneng terpaksa harus mengungsi sementara di rumah lamanya yang berlokasi di kawasan Matraman. Ironisnya, rumah lamanya ini pun diketahui sedang dalam kondisi rusak dan dalam proses renovasi. Situasi ini tentu saja menambah beban psikologis dan fisik bagi Diding Boneng, yang seharusnya mendapatkan istirahat total untuk pemulihan kesehatannya.

Di tengah ruang perawatan rumah sakit, Diding Boneng terlihat berusaha menunjukkan ketegarannya. Meskipun selang infus masih menempel di tangannya, beliau menyatakan bahwa kondisinya sudah mulai membaik, meskipun belum sepenuhnya pulih. "Cuma, mungkin belum sempurna betul atau belum baik betul. Baru aja ganti infus saya. Artinya masih ada beberapa hari lagi mungkin untuk jadi baik," jelas Diding Boneng. Pernyataan ini menunjukkan optimisme beliau dalam menghadapi masa pemulihan, namun juga menyiratkan bahwa proses penyembuhan masih membutuhkan waktu dan kesabaran.

Hingga saat ini, belum ada kepastian pasti dari pihak dokter mengenai kapan Diding Boneng dapat dilepaskan dari alat bantu pernapasan yang digunakannya. Tim medis masih melakukan evaluasi secara berkala untuk menentukan waktu yang paling tepat dan aman bagi beliau untuk bernapas secara mandiri. Diding Boneng hanya diminta untuk mematuhi anjuran dokter untuk beristirahat total dan meminimalisir segala bentuk aktivitas fisik yang dapat memberatkan kondisinya. Istirahat yang cukup dan lingkungan yang tenang sangat krusial dalam proses pemulihan, terutama bagi lansia yang rentan terhadap berbagai komplikasi penyakit.

Perjalanan pemulihan Diding Boneng ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit kronis seperti asma. Serangan asma akut dapat terjadi kapan saja dan memerlukan penanganan medis yang cepat dan tepat. Selain itu, kondisi rumah yang tidak aman juga dapat menambah kerentanan seseorang terhadap berbagai masalah kesehatan dan keselamatan. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan masyarakat luas tentu akan memberikan kekuatan moral tambahan bagi Diding Boneng dalam menghadapi masa sulit ini. Harapan terbesar adalah Diding Boneng dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas seperti sedia kala, menghibur kembali para penggemarnya dengan bakat aktingnya yang tak lekang oleh waktu.