BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Calvin Verdonk, seorang nama yang semakin bersinar di kancah sepak bola internasional, khususnya setelah resmi mengenakan seragam Timnas Indonesia, terus memukau publik dengan performa solid dan konsistennya. Pemain yang dikenal dengan ketenangannya di luar lapangan ini, seolah menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan Merah Putih, baik saat ditempatkan sebagai full-back kiri maupun bek tengah kiri. Kualitasnya yang teruji membuatnya layak mendapatkan pengakuan lebih, termasuk potensi penghargaan bergengsi.
Sejak debutnya bersama Timnas Indonesia pada 11 Juni 2024, dalam pertandingan melawan Filipina yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Indonesia, Verdonk telah menorehkan jejak impresif. Total, ia telah mencatatkan 12 penampilan untuk skuad Garuda. Konsistensinya di lini belakang menjadi salah satu faktor kunci dalam beberapa pertandingan krusial. Salah satu momen yang paling menonjol dari kontribusinya adalah ketika Timnas Indonesia berhasil menaklukkan Arab Saudi dengan skor 2-0 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 19 November 2024. Dalam laga tersebut, Verdonk tidak hanya menunjukkan ketangguhan dalam bertahan, tetapi juga kecerdasan dalam menyerang. Ia menjadi kreator gol kedua bagi Indonesia, yang dicetak oleh Marselino Ferdinan. Aksi briliannya dalam membangun serangan balik, diakhiri dengan umpan terukur yang berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Marselino, menjadi bukti nyata kontribusinya yang multifaset.
Perjalanan karier Verdonk tidak berhenti di situ. Ia kini telah merambah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Prancis, bergabung dengan klub LOSC Lille. Meski sempat disambut dengan keraguan oleh sebagian pendukung lokal, Verdonk secara perlahan namun pasti berhasil membuktikan kualitasnya. Ia mampu merebut kepercayaan dari tim pelatih dan menjelma menjadi bagian penting dari skuad Lille. Hingga kini, Verdonk telah mengemas 16 penampilan di berbagai ajang bersama Lille, dengan catatan satu assist. Tak hanya itu, ia juga turut serta dalam ajang bergengsi Europa League, mencatatkan enam penampilan. Keberadaannya di klub sekelas Lille semakin menegaskan level kompetitifnya yang tinggi dan kemampuannya untuk bersaing di pentas Eropa.
Performa apik yang ditunjukkan Verdonk di level klub maupun internasional tidak luput dari perhatian. Ia kini masuk dalam nominasi PSSI Awards untuk kategori Men’s Player of the Year. Dalam nominasi ini, Verdonk bersaing ketat dengan beberapa nama besar lain yang juga memiliki kontribusi signifikan bagi sepak bola Indonesia, di antaranya Rizky Ridho, Jay Idzes, Yakob Sayuri, dan Kevin Diks. Persaingan ini tentu akan semakin memanaskan ajang penghargaan perdana yang diselenggarakan oleh PSSI ini.
PSSI Awards perdana ini dirancang untuk mengapresiasi berbagai aspek dalam dunia sepak bola Indonesia, baik dari segi performa maupun kontribusi lainnya. Kategori performa mencakup berbagai penghargaan individu seperti Women’s Player of the Year, Men’s Goalkeeper of the Year, Women’s Goalkeeper of the Year, Men’s Young Player of the Year, Women’s Young Player of the Year, Goal of the Year, Assist of the Year, dan Save of the Year. Kategori ini secara khusus ditujukan untuk mengakui keunggulan para pemain dalam berbagai peran dan posisi.
Selain kategori performa, PSSI Awards juga memiliki kategori Special Recognition Awards. Kategori ini memberikan apresiasi kepada individu atau program yang memiliki peran penting di balik layar atau memberikan kontribusi luar biasa dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Di dalamnya terdapat penghargaan untuk Referee of the Year, Assistant Referee of the Year, Yayasan Bakti Sepakbola Legend of the Year, Grassroots Development Program of the Year, Football Development Program of the Year, Supporter of the Year, dan Man Behind the Jersey of the Year. Penghargaan ini menunjukkan komitmen PSSI untuk memberikan apresiasi yang menyeluruh, tidak hanya kepada para pemain, tetapi juga kepada seluruh elemen yang berkontribusi dalam memajukan sepak bola tanah air.
Momen penting bagi para pendukung untuk memberikan suara dukungan bagi Calvin Verdonk dalam kategori Men’s Player of the Year telah dibuka. Proses pemungutan suara ini merupakan kesempatan bagi publik sepak bola Indonesia untuk turut berperan dalam menentukan pemenang. Periode pemungutan suara dibuka hingga 26 Februari 2026. Para pendukung dapat memberikan suara mereka melalui situs resmi PSSI Awards yang dapat diakses di awards.pssi.org. Selain itu, bagi yang ingin memberikan suara secara langsung atau luring, PSSI menyediakan fasilitas di MRT Bundaran HI Creative Hall pada tanggal 17 hingga 22 Februari 2026.
Pengumuman pemenang PSSI Awards dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2026. Momen penting ini akan bertepatan dengan agenda FIFA Series, sebuah rangkaian pertandingan persahabatan internasional yang juga akan diikuti oleh Timnas Indonesia. Pelaksanaan pengumuman pemenang bersamaan dengan FIFA Series diharapkan dapat memberikan sorotan lebih kepada ajang penghargaan ini dan menambah semaraknya dunia sepak bola Indonesia.
Calvin Verdonk, dengan segala atribut positif yang dimilikinya, memang layak mendapatkan perhatian dan apresiasi lebih. Ketenangannya di lapangan, konsistensinya dalam memberikan performa terbaik, serta kemampuannya untuk beradaptasi di level kompetitif tertinggi menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia. Dukungan publik melalui voting PSSI Awards ini akan menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa. Perjalanannya di Eropa, baik bersama klub maupun potensi prestasinya di ajang penghargaan, menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda Indonesia lainnya. Keberadaannya di Timnas Indonesia tidak hanya memperkuat lini pertahanan, tetapi juga membawa semangat juang dan profesionalisme yang patut dicontoh. Dengan usianya yang masih tergolong muda, Verdonk masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan lebih banyak lagi kontribusi bagi sepak bola Indonesia di masa depan. Penghargaan ini, jika diraihnya, akan menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, konsistensi, dan kualitas individu dapat diakui di kancah yang lebih luas.

