0

Kondisi Terkini Diding Boneng Usai Dilarikan ke Rumah Sakit

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor senior yang dikenal luas berkat perannya sebagai hansip dan pelatih militer dalam film-film legendaris Warkop, Diding Boneng, kembali menjadi sorotan publik setelah dilarikan ke Radjak Hospital di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2/2026) malam. Keputusan untuk membawa beliau ke fasilitas medis ini diambil menyusul memburuknya kondisi kesehatannya yang disebabkan oleh penyakit asma yang telah lama diidapnya. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Diding Boneng sendiri melalui pesan singkat kepada awak media pada Kamis (19/2/2026).

Saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya saat ini, pria dengan nama asli Zainal Abidin tersebut harus menahan diri untuk tidak memberikan penjelasan mendetail. Beliau mengungkapkan bahwa dirinya masih dalam kondisi yang belum memungkinkan untuk berbicara panjang lebar karena masih merasakan sesak napas. "Maaf, saya gak bisa ngobrol dulu. Lagi sesak," ujar Diding Boneng dengan nada lirih, menunjukkan betapa beratnya perjuangan beliau melawan penyakit pernapasan tersebut.

Kambuhnya penyakit asma yang dialami oleh Diding Boneng ini bukanlah suatu kejadian yang datang tiba-tiba. Diding Boneng, yang kini berusia 76 tahun, telah berjuang melawan gangguan pernapasan kronis ini selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Riwayat penyakit ini sendiri, menurut dugaan Diding Boneng, bermula ketika beliau terlibat dalam sebuah proyek film horor yang mengharuskannya menjalani proses syuting yang cukup panjang dan intensif.

Dalam proyek film horor tersebut, Diding Boneng harus menghabiskan waktu sekitar 80 hari di lokasi syuting yang berada di tengah hutan. Kondisi ini, ditambah dengan faktor cuaca malam yang seringkali dingin dan lembap, serta penggunaan efek asap buatan secara masif, diduga kuat menjadi pemicu utama rusaknya sistem pernapasan beliau. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada pertengahan Januari lalu, Diding Boneng sempat mengungkapkan kekhawatirannya mengenai hal ini. "Saya sadar, ini mulainya sejak pulang syuting film. Waktu itu 80 persen adegan malam hari dan selalu pakai efek asap buatan. Mungkin itu penyebabnya," tuturnya kala itu, menyiratkan penyesalan atas potensi dampak jangka panjang dari lingkungan kerja yang ekstrem.

Penggunaan asap buatan yang berlebihan dalam proses syuting, terutama di lokasi yang kurang ventilasi, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Partikel-partikel halus dari asap tersebut, jika terhirup dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu lama, dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi paru-paru, terutama bagi individu yang memiliki predisposisi terhadap penyakit pernapasan seperti asma. Ditambah lagi dengan faktor kelelahan fisik akibat jadwal syuting yang padat dan berada di lingkungan hutan yang mungkin memiliki kelembapan dan suhu udara yang berubah-ubah, semakin memberatkan kondisi Diding Boneng.

Selain faktor riwayat syuting yang menjadi dugaan kuat penyebab utama penyakit asmanya kambuh, kondisi kesehatan Diding Boneng juga sempat mengalami penurunan pada awal tahun 2026. Penurunan kesehatan ini tidak terlepas dari situasi yang dialaminya di kediamannya. Rumah yang berlokasi di kawasan Matraman, tempat beliau tinggal, sedang dalam proses renovasi. Proses renovasi rumah, terutama yang melibatkan pekerjaan konstruksi, seringkali menimbulkan debu dan partikel-partikel halus lainnya yang dapat mengganggu kualitas udara di lingkungan sekitar. Bagi penderita asma, paparan terhadap debu dan polutan udara dapat menjadi pemicu serangan asma yang serius.

Renovasi rumah, meskipun bertujuan untuk perbaikan dan kenyamanan, bisa saja menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi penderita penyakit pernapasan. Debu dari material bangunan, cat, atau proses pembongkaran dapat terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan, memicu gejala asma seperti batuk, sesak napas, dan mengi. Diding Boneng, dengan kondisi asmanya yang sudah ada, tentu sangat rentan terhadap perubahan lingkungan seperti ini.

Perjuangan Diding Boneng melawan asma ini menjadi pengingat penting akan kesehatan para pekerja seni, terutama mereka yang telah berkarya selama bertahun-tahun. Industri hiburan, meskipun memberikan banyak sukacita bagi penonton, terkadang menuntut pengorbanan yang signifikan dari para pelakunya, termasuk dalam hal kesehatan. Jadwal syuting yang padat, tuntutan fisik yang tinggi, dan terkadang kondisi lingkungan kerja yang kurang ideal dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.

Para penggemar Diding Boneng tentu merasa prihatin mendengar kabar ini. Beliau telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam dunia perfilman Indonesia, menghibur jutaan penonton dengan bakat akting dan kelucuannya. Kehadirannya di layar kaca selalu dinantikan, dan kabar sakitnya tentu menyisakan kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang.

Dalam masa pemulihannya, Diding Boneng membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. Perawatan intensif di rumah sakit diharapkan dapat membantu beliau kembali pulih dan dapat beraktivitas seperti sedia kala. Para sahabat dan kolega dari dunia hiburan juga diharapkan dapat memberikan perhatian dan dukungan moril kepada beliau.

Kisah Diding Boneng ini juga dapat menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku industri perfilman, baik dari sisi produser, sutradara, maupun para aktor itu sendiri. Penting untuk selalu memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja, terutama dalam kondisi syuting yang menantang. Penggunaan efek asap buatan yang berlebihan seharusnya dapat diminimalisir atau dilakukan dengan standar keselamatan yang lebih tinggi, dengan mempertimbangkan kesehatan para pemain dan kru.

Selain itu, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri, bahkan di tengah kesibukan profesional, menjadi kunci utama. Bagi para aktor senior seperti Diding Boneng, menjaga pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan meminimalkan paparan terhadap pemicu penyakit adalah hal yang sangat krusial.

Semoga Diding Boneng segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta para penggemarnya. Perjuangan beliau melawan asma menjadi bukti ketangguhan seorang seniman yang telah memberikan banyak warna dalam dunia hiburan Indonesia. Dukungan dari semua pihak, baik doa maupun perhatian, akan sangat berarti bagi kesembuhan beliau. Kondisi terkini Diding Boneng saat ini masih dalam pemantauan medis intensif, dan diharapkan segera menunjukkan perkembangan positif.