BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pelatih Feyenoord, Robin van Persie, mengambil langkah tak lazim dengan memindahkan sesi latihan timnya ke Belgia pekan ini. Keputusan ini diambil dengan tujuan utama agar rekrutan terbaru mereka, Raheem Sterling, dapat segera berlatih dan beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya yang baru. Sterling, yang secara resmi bergabung dengan klub asal Belanda tersebut pada pekan lalu dengan kontrak hingga akhir musim, menghadapi kendala karena izin kerjanya di Belanda belum kunjung turun. Situasi ini membuatnya terpaksa hanya menjadi penonton saat Feyenoord berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Go Ahead Eagles dalam lanjutan Liga Belanda akhir pekan lalu.
Untuk memastikan proses adaptasi winger berusia 31 tahun itu dapat dimulai secepat mungkin, Van Persie, yang merupakan mantan bintang Arsenal dan Manchester United, memutuskan untuk membawa seluruh skuadnya ke Tubize, Belgia. Lokasi ini berjarak sekitar 137 kilometer dari Rotterdam, markas utama Feyenoord. Pemindahan lokasi latihan ini diharapkan tidak hanya memfasilitasi Sterling untuk mengenal lebih dekat para pemain lainnya, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kekompakan dan budaya tim. "Salah satu alasannya adalah agar Sterling bisa berlatih bersama tim," ujar Van Persie kepada BBC, menjelaskan alasan di balik keputusan latihan di Tubize. Ia menambahkan, "Tapi kami juga bisa membangun budaya tim di sana. Ini demi Raheem dan demi proses-proses yang akan kami lakukan."
Rencana awal adalah Feyenoord akan menyelesaikan sesi latihan mereka di Belgia pada Rabu (18/2/2026) sebelum kembali ke Rotterdam. Harapannya, izin kerja Sterling sudah dapat diterbitkan sebelum pertandingan kandang melawan Telstar yang dijadwalkan pada Senin (23/2) pukul 02.00 WIB. Jika semua berjalan lancar, Sterling berpotensi untuk melakoni debutnya bersama Feyenoord di laga tersebut. Kepindahan Sterling ke Feyenoord menandai babak baru dalam kariernya, mengingat ini adalah klub pertamanya di luar Inggris. Sebelumnya, ia telah mengenakan seragam beberapa klub ternama di Premier League, termasuk Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan Arsenal.
Periode paling gemilang dalam karier Sterling terjadi saat ia membela Manchester City, di mana ia berhasil mengoleksi 11 trofi domestik, termasuk empat gelar Liga Inggris yang prestisius. Namun, performanya mengalami penurunan sejak kepindahannya ke Chelsea pada tahun 2022. Bergabung dengan Feyenoord diharapkan dapat menjadi titik balik yang krusial untuk mengembalikan performa terbaiknya. Lebih dari itu, Sterling mungkin memiliki ambisi untuk kembali dilirik oleh pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate. Terakhir kali ia membela The Three Lions adalah pada ajang Piala Dunia 2022.
Keputusan Van Persie untuk memindahkan latihan ke luar negeri memang tergolong berani dan tidak biasa dalam dunia sepak bola. Namun, ini menunjukkan betapa pentingnya Sterling bagi rencana jangka pendek Feyenoord, terutama dalam upaya mereka untuk meraih hasil maksimal di sisa musim. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki Sterling, kehadirannya diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi lini serang Feyenoord. Adaptasi yang cepat sangat penting agar Sterling dapat segera menunjukkan kemampuannya di lapangan.
Latihan di Belgia ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi Sterling untuk berlatih fisik dan taktik bersama skuad utama, tetapi juga untuk berinteraksi secara informal dengan rekan-rekan setimnya. Lingkungan yang baru dan suasana yang berbeda dari rutinitas latihan di Belanda dapat membantu Sterling merasa lebih nyaman dan terintegrasi dengan cepat. Van Persie, dengan pengalamannya sebagai pemain top dunia, tentu memahami betapa pentingnya faktor psikologis dalam proses adaptasi seorang pemain baru, terutama yang datang dari liga yang berbeda dengan tuntutan yang spesifik.
Selain aspek teknis dan taktis, latihan bersama di luar negeri juga berpotensi mempererat ikatan antar pemain. Momen-momen kebersamaan di luar lapangan, seperti saat makan bersama atau kegiatan santai lainnya, dapat membangun chemistry yang kuat dalam tim. Hal ini sangat krusial dalam sepak bola modern, di mana kerja sama tim yang solid seringkali menjadi kunci keberhasilan. Feyenoord, sebagai salah satu klub bersejarah di Belanda, selalu memiliki ambisi untuk bersaing di level tertinggi, baik di liga domestik maupun di kompetisi Eropa. Kehadiran pemain sekaliber Sterling tentu diharapkan dapat membantu mereka mencapai ambisi tersebut.
Perjalanan ke Belgia ini juga bisa dilihat sebagai investasi jangka panjang oleh Feyenoord. Meskipun Sterling didatangkan dengan status pinjaman hingga akhir musim, jika performanya impresif dan ia berhasil beradaptasi dengan baik, bukan tidak mungkin ada opsi untuk memperpanjang masa baktinya. Keputusan Van Persie ini menunjukkan visi yang jelas dari jajaran pelatih dan manajemen Feyenoord dalam memaksimalkan potensi setiap pemain yang bergabung. Mereka tidak ragu untuk mengambil langkah ekstra demi mencapai tujuan tim.
Secara ekonomi, pemindahan lokasi latihan tentu memerlukan biaya tambahan. Namun, Feyenoord tampaknya melihat ini sebagai pengeluaran yang sepadan dengan potensi keuntungan yang akan didapat, baik dari segi performa tim di lapangan maupun nilai jangka panjang dari seorang pemain seperti Sterling. Media-media olahraga di Belanda maupun Eropa tentu akan menyoroti langkah tak biasa ini, yang bisa jadi akan menjadi inspirasi bagi klub-klub lain yang menghadapi situasi serupa.
Kembali ke konteks Sterling, mantan pemain Liverpool ini pernah mengalami masa-masa gemilang dengan kecepatan dan kelincahan khasnya. Di Manchester City, ia menjadi pemain kunci dalam serangan yang dinamis dan efektif. Namun, kepindahannya ke Chelsea tampaknya tidak berjalan sesuai harapan, baik bagi pemain maupun klub. Ia kesulitan menemukan performa terbaiknya secara konsisten dan seringkali harus bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan tempat di tim inti.
Feyenoord, dengan gaya permainan yang mungkin berbeda dari klub-klub Inggris sebelumnya, bisa menjadi tempat yang tepat bagi Sterling untuk menemukan kembali sentuhannya. Liga Belanda dikenal dengan sepak bola yang menyerang dan terbuka, yang mungkin lebih cocok dengan karakteristik Sterling. Van Persie, sebagai pelatih yang juga memiliki latar belakang sebagai striker hebat, kemungkinan memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana memanfaatkan kelebihan Sterling dalam sistem permainannya.
Proses adaptasi Sterling tidak hanya terkait dengan sepak bola, tetapi juga dengan kehidupan di negara baru. Dengan berlatih di Belgia, ia memiliki kesempatan untuk lebih dulu merasakan atmosfer Eropa yang mungkin tidak terlalu berbeda dengan Belanda. Hal ini dapat mempermudah transisi ketika ia benar-benar menetap dan berlatih secara reguler di Rotterdam.
Kondisi izin kerja yang menjadi hambatan awal Sterling adalah hal yang umum terjadi dalam transfer pemain internasional. Proses birokrasi terkadang memakan waktu, dan klub-klub seringkali harus mencari solusi kreatif untuk mengatasi situasi seperti ini. Langkah Feyenoord yang membawa seluruh tim ke Belgia untuk mengakomodasi satu pemain menunjukkan prioritas dan komitmen mereka terhadap Sterling.
Selain Sterling, Feyenoord juga memiliki skuad yang cukup mumpuni, dengan pemain-pemain muda berbakat dan beberapa pemain berpengalaman. Kehadiran Sterling diharapkan dapat memberikan dimensi baru pada serangan mereka dan membantu pemain-pemain muda berkembang. Van Persie, sebagai pelatih muda yang sedang meniti karier, tentu memiliki visi untuk membangun tim yang solid dan kompetitif.
Kepindahan Sterling ke Feyenoord juga menjadi sorotan karena ia memilih untuk bermain di luar Inggris setelah bertahun-tahun membela klub-klub besar di Premier League. Keputusan ini menunjukkan bahwa ia siap untuk tantangan baru dan bersedia untuk keluar dari zona nyaman demi menghidupkan kembali kariernya. Potensi untuk bermain di kompetisi Eropa bersama Feyenoord juga bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan demikian, latihan di Belgia ini bukan sekadar pemindahan lokasi, melainkan sebuah strategi komprehensif dari Feyenoord dan Robin van Persie untuk memastikan Raheem Sterling dapat berintegrasi secepat mungkin dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Keberhasilan Sterling di Feyenoord tidak hanya akan menjadi kebanggaan bagi klub, tetapi juga bisa menjadi bukti bahwa adaptasi dan semangat pantang menyerah dapat membawa seorang pemain kembali ke puncak performanya. Laga melawan Telstar akan menjadi momen krusial untuk melihat apakah strategi ini membuahkan hasil.

