0

Dear Parents, Ternyata Ini 3 Cara Jaga Kesehatan Anak di Musim Hujan

Share

Musim hujan kerap menjadi momok tersendiri bagi banyak orang tua. Bagaimana tidak, di tengah derasnya curah hujan dan perubahan suhu yang drastis, kesehatan anak-anak menjadi lebih rentan. Menjaga kesehatan buah hati adalah prioritas utama setiap orang tua, namun tantangan yang datang seiring perubahan cuaca seringkali membuat upaya ini terasa berat. Cuaca yang tidak menentu, dengan kelembapan udara yang tinggi dan genangan air di mana-mana, menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangbiakan berbagai patogen berbahaya seperti jamur, virus, dan bakteri.

Di sisi lain, suhu udara yang lebih rendah dan minimnya paparan sinar matahari, terutama di pagi hari, secara langsung dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh anak. Sinar matahari pagi dikenal sebagai sumber alami Vitamin D, yang esensial untuk fungsi imun yang optimal. Kurangnya asupan Vitamin D dapat melemahkan pertahanan tubuh anak, menjadikannya lebih mudah terserang penyakit. Akibatnya, anak-anak menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan aktivitas sehari-hari mereka.

Beberapa penyakit menular yang paling sering merebak di musim hujan antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air, diare akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, serta leptospirosis yang menular melalui kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan pengerat. Namun, ada dua jenis penyakit yang seringkali dianggap remeh padahal memiliki potensi dampak serius jika tidak ditangani dengan baik, yaitu influenza (flu) dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Meskipun terlihat ringan, influenza dan ISPA pada anak-anak, jika dibiarkan tanpa penanganan yang memadai, dapat menjadi pintu masuk bagi komplikasi kesehatan yang lebih serius. Infeksi yang berkepanjangan dapat memicu pneumonia, bronkitis, otitis media (infeksi telinga), bahkan asma pada anak yang memiliki kecenderungan alergi. Dampak jangka panjangnya pun tak bisa disepelekan, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik, penurunan konsentrasi belajar, hingga keterlambatan perkembangan jika anak sering sakit dan harus absen dari kegiatan penting. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan yang proaktif sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit di musim hujan.

Berikut adalah tiga cara utama yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak berhadapan dengan musim hujan:

1. Pastikan Waktu dan Kualitas Tidur Anak Tercukupi

Dear Parents, Ternyata Ini 3 Cara Jaga Kesehatan Anak di Musim Hujan

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah fondasi utama bagi kesehatan dan pertumbuhan anak. Lebih dari sekadar istirahat, tidur merupakan periode krusial di mana tubuh melakukan regenerasi sel, perbaikan jaringan yang rusak, dan yang terpenting, penguatan sistem kekebalan tubuh. Saat anak tidur, tubuhnya memproduksi sitokin, protein yang berperan penting dalam melawan infeksi dan peradangan. Kurangnya tidur dapat menekan produksi sitokin ini, membuat anak lebih rentan terhadap virus dan bakteri.

Di tengah musim penghujan yang menuntut sistem imun bekerja lebih keras, menjaga waktu dan kualitas tidur anak menjadi semakin penting. Orang tua perlu menetapkan rutinitas tidur yang konsisten, baik waktu tidur maupun waktu bangun, setiap hari bahkan di akhir pekan. Konsistensi ini membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh anak, sehingga ia bisa tidur lebih tenang dan bangun lebih segar. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman: kamar yang gelap, tenang, sejuk, dan bebas dari gangguan elektronik seperti televisi atau gadget setidaknya satu jam sebelum tidur. Mandi air hangat atau membaca cerita sebelum tidur juga bisa menjadi ritual yang menenangkan.

Kualitas tidur juga mencakup kedalaman tidur. Anak yang tidur nyenyak akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, memberinya ketahanan ekstra terhadap kemungkinan infeksi dan penyakit lainnya yang marak di musim hujan. Tidur yang cukup juga berpengaruh pada suasana hati, kemampuan belajar, dan konsentrasi anak.

2. Konsumsi Makanan Bergizi dan Jaga Kebersihan Diri

Asupan makanan yang bergizi lengkap dan seimbang adalah bahan bakar bagi sistem kekebalan tubuh anak. Pastikan anak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral penting seperti Vitamin C (dari buah-buahan sitrus, paprika), Vitamin D (dari ikan berlemak, telur, susu fortifikasi), Zinc (dari daging merah, kacang-kacangan), dan antioksidan (dari buah beri, sayuran hijau gelap). Sajikan makanan segar, bervariasi, dan berwarna-warni untuk memastikan semua kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Proses pengolahan makanan juga tak kalah penting. Hindari makanan olahan yang tinggi gula dan garam, serta utamakan masakan rumah yang diolah dengan bersih dan benar. Memasak sendiri memungkinkan orang tua mengontrol kualitas bahan baku dan kebersihan prosesnya, sehingga kandungan gizi tetap terjaga dan risiko kontaminasi bakteri berkurang. Jangan lupakan hidrasi yang cukup; pastikan anak minum air putih yang banyak untuk menjaga fungsi organ tubuh dan membantu membuang racun.

Di sisi lain, kebersihan diri adalah benteng pertahanan pertama melawan patogen. Bangun kebiasaan anak untuk menjaga kebersihan diri sejak dini. Ajarkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara benar selama minimal 20 detik, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah bermain di luar, setelah menggunakan toilet, dan setelah batuk atau bersin. Kebiasaan ini sangat efektif dalam menghilangkan virus dan bakteri yang mungkin menempel di tangan.

Dear Parents, Ternyata Ini 3 Cara Jaga Kesehatan Anak di Musim Hujan

Selain itu, pastikan anak mandi setiap selesai beraktivitas di luar rumah, terutama jika ia bermain di tempat yang kotor atau basah. Ganti pakaian basah atau lembap sesegera mungkin untuk menghindari hipotermia dan pertumbuhan jamur. Jaga kebersihan lingkungan rumah, termasuk membersihkan mainan secara berkala dan memastikan tidak ada genangan air di dalam maupun sekitar rumah yang bisa menjadi sarang nyamuk.

3. Lakukan Vaksinasi

Vaksinasi merupakan langkah krusial dan salah satu cara paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit menular, terutama yang rentan merebak di musim hujan. Vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh anak untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri tertentu, sehingga jika terpapar di kemudian hari, tubuhnya sudah siap untuk merespons dengan cepat dan mencegah penyakit menjadi parah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan beberapa jenis vaksinasi tambahan untuk anak, khususnya dalam menghadapi musim hujan dan risiko penyakit menular. Vaksin Influenza, misalnya, sangat disarankan untuk diulang setiap tahun karena virus flu yang terus bermutasi. Vaksin Pneumonia (PCV) penting untuk mencegah infeksi paru-paru yang sering menjadi komplikasi ISPA. Vaksin Tifoid (tipes) melindungi dari infeksi bakteri yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Vaksin Hepatitis A, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Rotavirus juga menjadi perisai penting untuk menjaga anak dari penyakit serius yang sering muncul di musim hujan. Konsultasikan dengan dokter anak mengenai jadwal dan jenis vaksinasi yang paling sesuai untuk buah hati Anda.

Melengkapi semua langkah pencegahan di atas, penggunaan perangkat pembersih udara atau air purifier patut menjadi pertimbangan. Di dalam ruangan, meskipun terlihat bersih, udara dapat mengandung berbagai partikel berbahaya seperti debu, alergen, polutan, serta virus dan bakteri yang tak kasat mata. Sistem filtrasi canggih dalam air purifier menjadi dukungan penting untuk mengeliminasi penyebaran patogen ini, menciptakan lingkungan udara yang lebih sehat di dalam rumah, terutama saat anak banyak beraktivitas di dalam ruangan selama musim hujan.

Untuk efektivitas pemakaian, beberapa hal perlu diperhatikan saat memilih air purifier. Pastikan ketepatan kapasitas pembersihan perangkat berbanding dengan luas ruang yang ingin dibersihkan. Perhatikan kelengkapan filter yang digunakan (misalnya, HEPA filter, filter karbon aktif), serta tawaran kemampuan berbagai fitur didalamnya seperti mode otomatis, sensor kualitas udara, atau kemampuan ionisasi. Yang tak kalah penting, perhatikan juga sertifikat pendukung dari lembaga terpercaya terkait kemampuan air purifier tersebut. Adanya sertifikat ini menjadi penguat mengenai manfaat nyata yang ditawarkan perangkat air purifier.

Salah satu air purifier yang dapat menjadi pertimbangan serius yaitu DAIKIN air purifier MC55UVM dan MCK55TVM. Produk ini dirancang efektif membersihkan udara pada ruang hingga seluas 41 meter persegi, menjadikannya pilihan ideal untuk kamar anak, ruang keluarga, atau ruang bermain. Keduanya juga punya efektivitas kemampuan dalam mengeliminasi berbagai partikel allergen seperti debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, serta virus, dan bakteri yang melayang di udara.

Dear Parents, Ternyata Ini 3 Cara Jaga Kesehatan Anak di Musim Hujan

Lebih dari sekadar klaim, untuk kemampuannya ini, kedua produk DAIKIN air purifier tersebut telah mengantongi sertifikat dari British Allergy Foundation (BAF). BAF adalah badan internasional terkemuka yang berpusat di Inggris, berfokus pada penelitian dan edukasi alergi, dan sertifikasinya telah diakui serta digunakan sebagai panduan konsumen di lebih dari 100 negara di dunia. Sertifikasi BAF yang diberikan ini tak lepas dari kolaborasi kerja superior antara HEPA Elektrostatis dan teknologi STREAMER inovatif dari DAIKIN. Saat filter HEPA Elektrostatis bertugas menyaring partikel berbahaya bagi kesehatan yang melayang di udara dengan efisiensi tinggi, teknologi STREAMER bekerja menguraikan dan menonaktifkan virus, bakteri, serta berbagai partikel berbahaya lainnya untuk memastikan kerja pembersihan udara berjalan optimal dan menyeluruh.

Bahkan, bersamaan dengan menghembuskan udara bersih, kedua air purifier DAIKIN ini pun melepaskan Active Plasma Ion ke seluruh ruangan. Teknologi ini berfungsi secara aktif menangkap partikel alergen, bakteri, dan jamur, utamanya yang menempel pada berbagai permukaan benda dalam ruang, bukan hanya yang melayang di udara. Ini memberikan perlindungan ganda yang lebih komprehensif.

Berdasarkan uji internal DAIKIN, usia pakai HEPA filter dapat mencapai sepuluh tahun, menawarkan efisiensi dan penghematan biaya perawatan jangka panjang. Sementara untuk Deodorizing Filter yang berguna untuk menyaring berbagai bau tidak sedap dan gas berbahaya, bahkan tak memerlukan penggantian, cukup dicuci secara berkala, sangat praktis bagi orang tua.

Bila bicara perbedaan di antara keduanya, DAIKIN air purifier MCK55TVM dilengkapi dengan fungsi humidifier atau pelembap udara. Fitur ini memberinya kemampuan menyesuaikan kelembaban udara dalam ruang sehingga pengguna tak perlu khawatir jika udara terlalu lembab atau kering. Menjaga tingkat kelembaban optimal sangat penting untuk kenyamanan pernapasan, mencegah kulit kering, dan bahkan dapat membantu mengurangi penyebaran virus tertentu di udara.

Kini, Anda bisa menjaga kebersihan udara dalam rumah dan memberikan perlindungan ekstra bagi kesehatan anak bersama DAIKIN air purifier. Dapatkan DAIKIN air purifier MC55 dan MCK55 di berbagai toko elektronik terdekat dengan domisili Anda untuk segera menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga.

Untuk informasi lebih lengkap seputar kedua air purifier ini dan pilihan lainnya, kunjungi website resmi DAIKIN lewat tautan https://www.daikin.co.id/ac-perumahan/air-purifier atau ikuti akun Instagram @DaikinIndonesia untuk mendapatkan informasi dan tips terbaru seputar kualitas udara dan solusi kesehatan dalam ruangan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan dukungan teknologi yang mumpuni, Anda bisa memastikan anak tetap sehat dan ceria di musim hujan.