BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, memancarkan aura kepercayaan diri yang luar biasa menjelang bentrokan akbar melawan raksasa Italia, Inter Milan, dalam leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026. Meskipun mengakui status Inter sebagai salah satu klub top Eropa dengan sejarah gemilang, Knutsen menegaskan bahwa anak asuhnya sama sekali tidak gentar. Pertandingan krusial ini akan digelar di Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt, pada Kamis, 19 Februari 2026. Kedua tim terpaksa berjuang melalui babak play-off setelah gagal menembus delapan besar dalam format league phase yang baru diperkenalkan. Inter Milan, yang finis di posisi ke-10, memiliki keunggulan pengalaman dan reputasi yang lebih mentereng dibandingkan Bodo/Glimt yang menempati peringkat ke-23. Status finalis Liga Champions musim lalu dan koleksi tiga gelar Si Kuping Besar semakin memperkuat posisi Inter sebagai tim yang lebih diunggulkan untuk melaju ke babak 16 besar. Namun, Kjetil Knutsen dengan tegas menolak anggapan bahwa timnya akan terintimidasi oleh nama besar lawan.
Knutsen meyakini bahwa Bodo/Glimt telah mempersiapkan diri dengan matang, baik secara mental maupun fisik, untuk menghadapi tantangan ini. Ia menekankan pentingnya bagi timnya untuk tetap bermain sesuai dengan gaya permainan khas mereka, yang telah membawa mereka meraih kesuksesan di liga domestik Norwegia. "Inter adalah tim papan atas Eropa dengan pemain-pemain berkualitas. Kita harus melakukan segala sesuatunya dengan cara kita sendiri, berdasarkan posisi kita saat ini," ujar Knutsen dengan penuh keyakinan. "Kita harus memiliki kelompok pemain yang bersemangat untuk bekerja keras, tidak peduli suhunya -10 derajat Celcius, dan saya pikir kita telah berhasil menanamkan mentalitas itu. Kita telah mencapai performa puncak yang bagus, dan saya pikir kita berada pada level fisik yang baik." Pernyataan Knutsen ini menggarisbawahi bahwa Bodo/Glimt tidak akan bermain sekadar untuk berpartisipasi, melainkan untuk memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan kualitas mereka di panggung Eropa.
Lebih lanjut, Knutsen secara spesifik menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang seringkali menjadi faktor penentu di Norwegia, terutama di Aspmyra Stadion. Suhu udara yang bisa mencapai -10 derajat Celcius di kandang Bodo/Glimt, yang bagi banyak pemain lawan mungkin terasa asing dan menyulitkan, justru dianggap sebagai keuntungan tersendiri oleh Knutsen. Ia yakin bahwa para pemainnya sudah terbiasa dan beradaptasi dengan kondisi tersebut, sehingga tidak akan menjadi kendala berarti bagi performa mereka. Sebaliknya, cuaca dingin tersebut justru bisa menjadi elemen kejutan yang mampu merepotkan tim tamu. Mentalitas juara dan semangat juang yang telah ditanamkan Knutsen dalam timnya diprediksi akan menjadi senjata utama Bodo/Glimt untuk menghadapi Inter Milan.
Di sisi lain, Inter Milan, yang dilatih oleh Simone Inzaghi, tentu tidak akan datang ke Norwegia dengan setengah hati. Meskipun demikian, sejarah mencatat bahwa klub-klub yang datang ke markas tim Skandinavia seringkali dihadapkan pada tantangan yang tidak terduga, termasuk kondisi lapangan dan cuaca yang berbeda dari yang biasa mereka hadapi di Italia. Pengalaman Inter yang kaya di kompetisi Eropa memang tidak bisa diremehkan. Mereka memiliki skuad yang mendalam, diisi oleh pemain-pemain berlabel bintang yang telah teruji di berbagai level kompetisi. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan, dan Bodo/Glimt, dengan segala kesiapannya, bertekad untuk menjadi batu sandungan yang sulit bagi "La Beneamata".
Pertandingan ini bukan hanya sekadar adu strategi antara dua pelatih, tetapi juga merupakan ujian mental bagi kedua tim. Bagi Inter, ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan dominasi mereka di Eropa dan melanjutkan tradisi kesuksesan. Bagi Bodo/Glimt, ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya sekadar tim kuda hitam, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah Eropa. Kjetil Knutsen telah berhasil membangun tim yang tidak hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga mentalitas yang kuat dan determinasi tinggi. Ia telah menanamkan keyakinan pada para pemainnya bahwa mereka mampu bersaing dengan siapa pun, terlepas dari nama besar lawan yang mereka hadapi.
Perjalanan Bodo/Glimt di Eropa dalam beberapa musim terakhir memang patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan bahwa tim dari liga yang tidak sekaya liga-liga top Eropa pun bisa bersaing dan memberikan kejutan. Kemenangan-kemenangan dramatis dan penampilan impresif mereka di berbagai kompetisi menjadi bukti nyata dari kemajuan yang telah mereka raih. Kini, menghadapi Inter Milan di babak play-off Liga Champions adalah tantangan terbesar mereka sejauh ini, dan mereka siap untuk menghadapinya dengan kepala tegak.
Analisis lebih dalam mengenai potensi taktik yang akan diterapkan kedua tim juga menarik untuk dicermati. Inter Milan kemungkinan besar akan mengandalkan penguasaan bola, serangan cepat dari sisi sayap, dan kemampuan individu para pemain bintangnya. Sementara itu, Bodo/Glimt di bawah asuhan Knutsen dikenal dengan gaya permainan pressing yang intens, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, dan kemampuan untuk memanfaatkan sekecil apapun celah yang ditinggalkan lawan. Pertarungan antara kedua gaya permainan yang berbeda ini diprediksi akan menghasilkan pertandingan yang menarik dan penuh tensi.
Kjetil Knutsen juga kemungkinan akan menginstruksikan para pemainnya untuk tidak terlalu memikirkan status "underdog" yang melekat pada timnya. Fokus utama adalah menjalankan instruksi taktik dengan baik, disiplin dalam menjaga pertahanan, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk mencetak gol. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan bermain terbuka melawan tim sekelas Inter Milan adalah kunci agar tidak tertekan di kandang sendiri.
Lebih jauh, keberhasilan Bodo/Glimt dalam beberapa tahun terakhir juga tidak terlepas dari pengembangan talenta lokal dan manajemen yang cerdas. Mereka mampu mengidentifikasi pemain-pemain berbakat dan mengembangkan mereka menjadi pemain yang siap bersaing di level internasional. Pendekatan ini telah membuktikan bahwa sepak bola yang kuat dapat dibangun di negara mana pun dengan visi yang jelas dan kerja keras.
Menjelang pertandingan, atmosfer di Norwegia, khususnya di Bodø, diprediksi akan sangat meriah. Para penggemar Bodo/Glimt akan memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangan mereka, berharap dapat melihat kejutan bersejarah di Aspmyra Stadion. Semangat juang dan dukungan dari para suporter seringkali menjadi faktor penting yang dapat memompa semangat para pemain di lapangan.
Secara keseluruhan, pernyataan Kjetil Knutsen ini bukan sekadar basa-basi belaka, melainkan cerminan dari keyakinan yang mendalam terhadap kemampuan timnya. Bodo/Glimt mungkin tidak memiliki nama besar seperti Inter Milan, namun mereka memiliki kekuatan lain yang tidak kalah penting: semangat juang, mentalitas pemenang, dan keberanian untuk menghadapi siapa pun. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi tontonan menarik yang membuktikan bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi.

