0

Pesulap Merah Jelaskan soal Pembiayaan Operasi Tika dan Niat Ratu Donorkan Kulit

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Marcel Radhival, yang akrab disapa Pesulap Merah, akhirnya memberikan klarifikasi mendalam mengenai berbagai kabar yang beredar terkait biaya pengobatan mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, termasuk perihal penggunaan BPJS Kesehatan. Dalam penjelasannya, Marcel menegaskan bahwa keputusan untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan dalam operasi Tika diambil atas dasar saran dari tim medis yang menanganinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. "Jadi memang pada saat operasinya itu betul pakai BPJS, itu menurut saran dari dokter dari RSHS karena biar saya gak bingung, dokter gak bingung, biar ini bisa terlaksana maksimal katanya pakai BPJS saja," ungkap Marcel saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ia juga membeberkan bahwa sebelum keputusan final diambil, dirinya sempat melakukan penelusuran mengenai estimasi biaya yang akan timbul jika operasi pengangkatan kanker dan bedah plastik tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi. Perkiraan yang disampaikan oleh pihak rumah sakit ternyata cukup signifikan. "Perkiraannya Rp 150 juta," sebut Marcel. Ia bahkan sempat menanyakan lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya biaya tambahan. "Saya tanya lagi, itu sudah ending atau ada kemungkinan lebih? Dokternya bilang ada kemungkinan lebih kalau ada operasi kedua, ketiga dan semacamnya. Kalau ada hal-hal yang tidak direncanakan terjadi maka akan ada biaya lebih," tambahnya.

Namun, bukan berarti semua biaya ditanggung oleh BPJS. Marcel menjelaskan bahwa untuk tahapan pengecekan awal, seperti biopsi dan MRI, ia menggunakan dana pribadi. "Kalau biopsi, MRI itu dana pribadi saya. Habis pengecekan-pengecekan ke dokter bedah mulut kalau ditotal-total habis sekitar Rp 40 sampai 50 juta kurang lebih. Jadi untuk pengecekan-pengecekan pakai dana pribadi," urainya. Rincian biaya ini menunjukkan adanya upaya Marcel untuk menanggung berbagai tahapan perawatan Tika, baik yang tercakup dalam program jaminan sosial maupun yang berada di luar jangkauan.

Selain perihal pembiayaan, Pesulap Merah juga angkat bicara mengenai niat tulus dari Ratu Rizky Nabila, mantan istri keduanya, untuk mendonorkan kulitnya demi membantu Tika. Menurut Marcel, Ratu Rizky Nabila merasa tidak tega melihat kondisi Tika yang semakin memprihatinkan. Marcel menceritakan bahwa pada operasi kedua, ada bagian kulit Tika, mulai dari bibir hingga pipi, yang harus diangkat dan memerlukan penggantian dengan kulit dari bagian tubuh lain. Kondisi Tika yang semakin kurus membuat Ratu khawatir persediaan kulit Tika sendiri tidak akan mencukupi untuk kebutuhan operasi lanjutan.

"‘Nanti di operasi ketiga kalau boleh Mas aku donorin kulit aku aja karena kasihan Tika nanti kalau diambil dari kulit mana lagi. Semoga cocok, kalau cocok gak apa-apa aku aja’," ujar Marcel menirukan ucapan Ratu Rizky Nabila dengan nada yang menunjukkan betapa tulusnya niat tersebut. Keinginan Ratu ini menunjukkan adanya kepedulian yang melampaui batas hubungan pernikahan yang telah berakhir, didasari oleh rasa kemanusiaan dan simpati terhadap kondisi Tika.

Lebih lanjut, Pesulap Merah mengungkapkan rasa herannya terkait pelaksanaan operasi ketiga yang dilakukan pada Tika. Ia mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan maupun diminta persetujuan sebagai suami sah pada saat itu. "Di operasi ketiga saya gak dikabari. Katanya itu dikabarin ke orang tua saya. Padahal setahu saya, peraturan di Indonesia ketika seorang wanita sudah punya suami dan mau dioperasi besar harusnya yang tanda tangan adalah suaminya, bukan keluarganya," ungkap Marcel dengan nada prihatin.

Marcel memaparkan bahwa ibunya yang kemudian menyampaikan informasi bahwa Tika sempat berpesan agar operasi ketiga tidak diberitahukan terlebih dahulu kepada Marcel. "Ibu saya bilang sebenarnya Tika sempat bilang, ‘Jangan bilang Mas dulu operasi ketiga. Nanti kalau sudah sembuh saja baru ketemu lagi’," tuturnya. Pesan ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik kerahasiaan tersebut dan bagaimana keputusan operasi besar bisa diambil tanpa persetujuan suami.

Dalam kesempatan itu, Marcel juga sempat menyinggung kemungkinan adanya pihak yang bisa disalahkan terkait kelancaran atau hambatan dalam proses pengobatan Tika. Ia menyadari bahwa dirinya bisa saja menyalahkan keluarga Tika atas persetujuan yang diberikan tanpa mempertimbangkan kondisi Tika yang menderita anemia aplastik, yang menyebabkan penyembuhan luka menjadi lebih lama. "Sebenarnya saya juga bisa menyalahkan keluarganya. Kenapa kok asal setuju-setuju aja gak melihat kondisi Tika yang anemia aplastik itu penyembuhan lukanya lebih lama. Tapi kalau mau main salah-salahan bisa-bisa aja. Cuma kondisinya sudah seperti itu, takdirnya sudah seperti itu," jelasnya.

Meski ada berbagai persoalan yang muncul terkait proses pengobatan, Marcel Radhival pada akhirnya memilih untuk menerima segala yang telah terjadi sebagai bagian dari takdir. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan banyak nasihat dari para ustaz yang berada di lingkungannya. Nasihat tersebut membantunya untuk menemukan ketenangan dan penerimaan. "Mereka bilang ini kondisi terbaik karena Tika sudah gak bolak-balik rumah sakit lagi, gak perlu infus lagi, gak perlu tambah darah lagi. Jadi sabar saja, terima semua keputusan dari Allah," tutup Marcel Radhival, menunjukkan sikap legawa dan pengharapan agar mendiang Tika mendapatkan ketenangan di alam baka.