0

Pesulap Merah Ungkap Hubungan Mendiang Istri Pertama dengan Ratu Rizky Nabila, Pernikahan Tak Pernah Disembunyikan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Marcel Radhival, yang lebih dikenal sebagai Pesulap Merah, akhirnya membuka tabir mengenai hubungannya dengan Ratu Rizky Nabila, serta memberikan penjelasan mendalam mengenai relasi antara mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, dengan Ratu Rizky Nabila. Dalam sebuah kesempatan di Gandaria, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/2/2026), Pesulap Merah menegaskan bahwa pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila tidak pernah ada yang ditutupi, bahkan sejak awal. Ia menceritakan bagaimana proses publikasi mengenai hubungannya dengan Ratu Rizky Nabila dilakukan tidak lama setelah kepergian Tika Mega Lestari, yang juga merupakan keputusan yang diambil dengan pertimbangan matang.

Pesulap Merah menjelaskan bahwa sebelum ia secara resmi mempublikasikan detail pernikahannya, ia dan Ratu Rizky Nabila sudah sering melakukan siaran langsung (live) di platform TikTok. Aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama, sehingga banyak dari penggemarnya yang sebenarnya sudah mengetahui dan mengikuti perkembangan berita ini. "Nah ini, sebelum saya mem-publish detail sebenarnya kita live itu udah sering. Live itu saya sama Ratu sering live di TikTok. Sering banget, makanya banyak yang udah tahu pemberitaan ini, sebenarnya ini bukan pemberitaan yang baru sebenarnya," ujar Marcel Radhival. Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan dan interaksi antara dirinya dan Ratu Rizky Nabila bukanlah sesuatu yang baru muncul secara tiba-tiba.

Lebih lanjut, Pesulap Merah mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, sebenarnya sudah mengetahui mengenai pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila sejak tahun 2025. Tidak hanya mengetahui, Tika dan Ratu Rizky Nabila bahkan menjalin hubungan yang cukup baik, saling berkomunikasi dan berteman. "Semenjak istri pertama saya tahu, mereka temenan, chat-chatan, saya dan Ratu sering live TikTok, saya dan Tika juga sering live TikTok. Bahkan ada saat di mana pada saat itu ada sebuah masalah yang netizen ikut campur akhirnya kita live bertiga tuh, walaupun sebenarnya Ratu gak mau, Tika gak mau live bertiga," bebernya. Momen siaran langsung bertiga ini menjadi bukti nyata adanya upaya untuk menjaga keharmonisan dan transparansi, meskipun terkadang situasi menjadi sedikit rumit karena campur tangan publik.

Marcel menceritakan bahwa setelah kepergian Tika Mega Lestari, muncul banyak pertanyaan dan spekulasi di media sosial mengenai siapa sosok istri Pesulap Merah yang meninggal dunia. Ia mengamati bahwa pencarian di laman TikTok lebih banyak mengarah pada Ratu Rizky Nabila sebagai sosok istri yang dimaksud. "Terus di kolom pencarian TikTok dari hari H istri pertama saya meninggal itu juga udah ada tuh tulisan pencarian-pencarian banyak: Ratu Rizky Nabila Pesulap Merah, Pesulap Merah Ratu Rizky Nabila, Pesulap Merah istri kedua dan semacamnya," ceritanya. Tren pencarian ini, menurutnya, menunjukkan bahwa publik secara umum sudah mengaitkan dirinya dengan Ratu Rizky Nabila, bahkan sebelum ia secara resmi mengumumkannya.

Kondisi ini diperparah dengan adanya informasi yang ia terima dari beberapa temannya. Terdapat postingan ucapan duka cita yang ditujukan untuk mendiang istri Pesulap Merah, namun dengan menggunakan foto Ratu Rizky Nabila. "Pencariannya tuh udah merujuk ke arah Ratu semua dan bahkan saya dapat info dari beberapa teman-teman saya itu ada postingan-postingan yang ucapin Innalillahi, tapi fotonya Ratu," ungkapnya. Hal ini semakin memperkuat persepsi publik yang salah kaprah dan mengira bahwa Ratu Rizky Nabila adalah istri yang meninggal dunia, bukan Tika Mega Lestari. Pesulap Merah merasa perlu untuk meluruskan kesalahpahaman ini agar tidak menimbulkan polemik yang lebih luas.

Pesulap Merah menjelaskan bahwa sejak kondisi Tika Mega Lestari semakin menurun, Ratu Rizky Nabila lah yang lebih sering menemaninya dalam berbagai kegiatan, termasuk pekerjaan. Kehadiran Ratu Rizky Nabila menjadi support system yang penting bagi Pesulap Merah di masa-masa sulit tersebut. Ia mengakui bahwa pada awalnya, Tika Mega Lestari sempat tidak mengizinkan dirinya untuk berpoligami. Namun, setelah ia memberikan penjelasan yang memadai dan meyakinkan, Tika dan Ratu Rizky Nabila akhirnya dapat menerima satu sama lain dan menjalin hubungan yang baik. "Tapi lama-lama kan temenan, teleponan, chat-chatan gitu. Walaupun di belakangnya dia bilang gak, gak mau dipoligami dan semacamnya, tapi ketika ngobrol sama Ratu faktanya mereka teleponan lama, chat-chatan, bahkan titip-titipan saling menitip," jelasnya. Komunikasi yang intens dan saling menitip barang atau pesan menunjukkan adanya kepercayaan dan kedekatan yang terjalin di antara keduanya.

Lebih lanjut, Marcel mengungkapkan bahwa ada sebuah rencana yang sangat ia sesali karena tidak sempat terlaksana. Ia dan kedua wanita penting dalam hidupnya, Tika dan Ratu, sempat merencanakan untuk melakukan kegiatan jalan-jalan bersama, bertiga. Rencana ini muncul melalui percakapan telepon dan merupakan inisiatif dari mereka bertiga. "Jalan bareng… nah itu yang kita sesali, kita lagi yang merencanakan itu sebenarnya. Kita bertiga lagi merencanakan untuk bisa jalan bareng itu, tapi lewat telepon ya waktu itu ya by phone ya. Tapi ya waktu menjawab takdirnya seperti ini," kata Marcel Radhival dengan nada penyesalan. Kepergian Tika Mega Lestari sebelum rencana tersebut terealisasi menjadi momen yang paling membekas dan meninggalkan rasa duka mendalam baginya.

Pesulap Merah menegaskan kembali bahwa ia selalu berusaha untuk bersikap transparan dalam menjalani kehidupannya, terutama dalam urusan rumah tangga yang melibatkan dua wanita yang ia cintai. Ia berharap dengan penjelasannya ini, publik dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak lagi menyebarkan informasi yang keliru. Hubungannya dengan Ratu Rizky Nabila, serta bagaimana ia mencoba menjaga keharmonisan antara mendiang istri pertamanya dan Ratu, adalah sebuah perjalanan yang kompleks namun penuh dengan upaya komunikasi dan penerimaan. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya dalam mengelola hubungan dan menghadapi berbagai dinamika dalam kehidupan pribadi. Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang terbuka, bahkan dalam situasi yang rumit sekalipun, merupakan kunci utama untuk menjaga kepercayaan dan keharmonisan dalam sebuah hubungan.

Pesulap Merah juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk mempublikasikan pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila juga didasari oleh keinginan untuk memberikan kejelasan kepada publik. Ia merasa bahwa dengan adanya berbagai spekulasi dan informasi yang simpang siur, lebih baik untuk memberikan pernyataan resmi yang dapat mengakhiri berbagai persepsi yang salah. Kejujuran dan keterbukaan adalah nilai yang ia pegang teguh, bahkan ketika hal itu berarti harus membahas topik yang sensitif dan personal. Ia meyakini bahwa dengan bersikap jujur, ia dapat membangun kepercayaan yang lebih kuat dengan para penggemarnya. Ia juga menyadari bahwa sebagai figur publik, setiap tindakannya akan selalu menjadi sorotan, oleh karena itu, ia berusaha untuk selalu bertindak dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab.

Pentingnya peran komunikasi dalam menjaga hubungan, bahkan dalam konteks poligami, menjadi tema sentral dari penuturan Pesulap Merah. Ia menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan awal, melalui dialog yang intens dan pengertian yang mendalam, kedua wanita dalam hidupnya dapat menemukan titik temu dan bahkan menjalin persahabatan. Ini adalah bukti bahwa dalam setiap hubungan, komunikasi yang efektif adalah fondasi utama yang memungkinkan adanya penerimaan dan kedamaian. Ia juga menekankan bahwa rencana untuk jalan bersama bertiga adalah sebuah bukti nyata dari keinginannya untuk menciptakan keharmonisan dan kebersamaan di antara semua pihak yang terlibat. Penyesalan atas rencana yang tidak terlaksana tersebut menjadi pengingat akan kerapuhan hidup dan pentingnya menghargai setiap momen yang ada.

Terakhir, Pesulap Merah berharap agar penjelasannya ini dapat memberikan gambaran yang utuh dan akurat mengenai situasinya. Ia tidak ingin ada pihak yang merasa dirugikan atau disalahpahami akibat informasi yang beredar. Ia juga menyadari bahwa perjalanan hidupnya mungkin tidak selalu mulus, namun ia berkomitmen untuk terus menjalani hidupnya dengan kejujuran dan integritas. Ia juga berharap agar kisahnya ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu berkomunikasi secara terbuka dan jujur dalam setiap hubungan yang mereka jalani, serta untuk selalu menghargai perasaan dan posisi orang lain, terutama dalam situasi yang kompleks dan penuh tantangan. Ia ingin pesan ini tersampaikan dengan jelas kepada publik agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang terus berlanjut.