PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) mengambil langkah signifikan dalam memperkuat konektivitas digital nasional dengan meluncurkan layanan Internet Merah Putih (IMP), sebuah inovasi internet berbasis satelit yang menjanjikan kecepatan impresif hingga 50 Mbps. Layanan revolusioner ini dirancang khusus untuk menjangkau pelosok-pelosok Nusantara, secara efektif mengatasi tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas dan beragam. IMP merupakan pengembangan evolusioner dari produk Mangoesky, yang selama ini telah berperan vital dalam menyediakan akses internet satelit di berbagai wilayah. Peluncuran IMP ini menegaskan adaptasi progresif Telkomsat terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang, menawarkan solusi internet yang tidak hanya lebih cepat dan stabil, tetapi juga sangat fleksibel untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses memadai.
PT Telkomsat, sebagai penyedia solusi konektivitas satelit nasional terkemuka, secara konsisten berinovasi untuk mendukung agenda transformasi digital Indonesia. Dengan populasi yang tersebar di ribuan pulau dan kondisi geografis yang menantang, pembangunan infrastruktur terestrial seperti serat optik atau menara seluler seringkali terhambat oleh biaya tinggi dan kompleksitas implementasi. Di sinilah peran internet berbasis satelit menjadi krusial, menawarkan solusi yang mampu menjangkau setiap sudut negeri tanpa terhalang oleh medan. Internet Merah Putih hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak akan konektivitas yang andal dan berkecepatan tinggi di area-area tersebut.
Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, mengungkapkan bahwa pengembangan layanan ini adalah bagian integral dari strategi perusahaan untuk terus merespons dinamika pasar yang kian cepat. "Internet Merah Putih dirancang untuk menjawab ekspektasi pelanggan terhadap layanan internet satelit yang lebih cepat, stabil, dan fleksibel, sekaligus tetap menjangkau seluruh wilayah Indonesia," ujar Andri Yunianto dalam siaran pers yang diterima detikINET pada Senin (16/2/2026). Pernyataan ini tidak hanya menggarisbawahi visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mempertegas komitmen Telkomsat terhadap pemerataan akses digital, memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam pusaran informasi global. Ekspektasi pelanggan modern tidak hanya terbatas pada ketersediaan internet, tetapi juga kualitas dan keandalannya, terutama untuk mendukung kegiatan daring yang semakin kompleks seperti bekerja dari rumah, pembelajaran jarak jauh, hingga hiburan streaming.
IMP dihadirkan sebagai layanan internet satelit broadband unlimited yang didukung oleh teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi canggih ini menjadi tulang punggung yang memungkinkan kecepatan hingga 50 Mbps, sebuah lompatan signifikan untuk konektivitas satelit yang secara historis dikenal lebih lambat dibandingkan internet kabel. Konsep layanan ini berfokus pada penyediaan pengalaman berinternet yang lebih nyaman, dengan tarif yang kompetitif, serta koneksi yang andal tanpa kekhawatiran terputus. Kecepatan 50 Mbps ini bukan sekadar angka; ia merepresentasikan kemampuan untuk mendukung aktivitas daring yang lebih berat, mulai dari streaming video definisi tinggi, konferensi video tanpa hambatan, hingga mendukung operasional bisnis skala kecil dan menengah (UMKM) serta institusi pendidikan dan kesehatan di daerah yang sebelumnya sulit terjangkau. Fitur unlimited juga memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna, menghilangkan kekhawatiran akan kuota data yang cepat habis, sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi internet tanpa batasan.
Jantung dari kemampuan superior Internet Merah Putih terletak pada adopsi teknologi High Throughput Satellite (HTS). Berbeda secara fundamental dengan satelit komunikasi konvensional yang menggunakan satu atau beberapa pancaran lebar (broad beams) untuk mencakup area luas, HTS memanfaatkan arsitektur yang jauh lebih canggih. Teknologi ini membagi area cakupan menjadi banyak ‘spot beam’ kecil, mirip dengan cara kerja menara seluler di darat. Setiap spot beam ini memiliki kapasitas bandwidth tersendiri, dan yang lebih penting, memungkinkan penggunaan ulang frekuensi secara geografis. Konsep ini secara drastis meningkatkan kapasitas total satelit, memungkinkan transfer data yang lebih cepat dan efisien. Implikasinya, HTS mampu menyalurkan throughput data yang jauh lebih tinggi dibandingkan satelit tradisional, dengan biaya per bit yang lebih rendah, menjadikannya solusi yang lebih ekonomis dan berkinerja tinggi untuk layanan internet broadband. Bagi pengguna akhir, ini berarti pengalaman berinternet yang jauh lebih responsif, dengan latensi yang lebih terkontrol dan kemampuan untuk menangani aplikasi data-berat yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan melalui satelit.
Transformasi dari Mangoesky ke Internet Merah Putih secara resmi ditetapkan berlaku sejak 1 Januari 2026. Kebijakan ini akan diimplementasikan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas utama untuk tetap memperhatikan kepentingan pelanggan eksisting Mangoesky. Para pelanggan aktif Mangoesky akan diberikan masa transisi hingga kontrak mereka berakhir, dan selanjutnya akan diarahkan untuk melakukan migrasi ke Internet Merah Putih. Langkah ini memastikan bahwa pelanggan lama tetap mendapatkan dukungan dan secara bertahap dapat menikmati kualitas layanan yang lebih superior yang ditawarkan oleh IMP. Proses migrasi ini juga merupakan strategi rebranding yang cerdas, memberikan identitas yang lebih kuat dan modern untuk layanan satelit unggulan Telkomsat, sekaligus mengkomunikasikan peningkatan kualitas dan komitmen perusahaan terhadap inovasi berkelanjutan. Ini menunjukkan Telkomsat tidak hanya meluncurkan produk baru, tetapi juga secara aktif mengelola transisi pelanggan demi kepuasan dan loyalitas jangka panjang.
Komitmen Telkomsat sebagai anak perusahaan Telkom dalam menghadirkan layanan internet satelit yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sangat jelas terlihat melalui IMP. Lebih dari sekadar penyedia layanan, Telkomsat memposisikan diri sebagai pilar penting dalam mendukung agenda transformasi digital nasional. Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, pegunungan yang terjal, dan hutan lebat, seringkali menghadapi kendala signifikan dalam pembangunan infrastruktur terestrial. Biaya yang mahal, kesulitan logistik, dan waktu implementasi yang panjang menjadi penghalang utama. Di sinilah peran internet satelit menjadi krusial, menawarkan solusi yang cepat, efisien, dan dapat disebarkan di mana saja. IMP diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital, memastikan bahwa tidak ada wilayah di Indonesia yang tertinggal dalam arus informasi dan konektivitas global.
Jangkauan IMP yang meliputi seluruh Nusantara, termasuk wilayah terpencil, memiliki implikasi besar bagi berbagai sektor vital. Di sektor pendidikan, siswa dan guru di daerah terpencil dapat mengakses sumber belajar daring yang melimpah, mengikuti pelatihan jarak jauh, dan berpartisipasi dalam program literasi digital, yang semuanya esensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk sektor kesehatan, layanan telemedicine dapat diterapkan secara efektif, memungkinkan konsultasi medis jarak jauh, diagnosa awal, dan distribusi informasi kesehatan penting, sehingga memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas medis utama. Sektor ekonomi kreatif dan UMKM juga akan merasakan dampak positifnya, dengan kemampuan untuk memasarkan produk mereka secara daring ke pasar yang lebih luas, mengakses modal, dan meningkatkan efisiensi operasional melalui platform digital. Bahkan, sektor pariwisata di destinasi terpencil dapat berkembang lebih pesat dengan adanya konektivitas yang stabil, menarik lebih banyak wisatawan dan mempromosikan potensi lokal.
Layanan internet satelit seperti IMP juga sangat penting dalam situasi darurat dan penanggulangan bencana. Ketika infrastruktur komunikasi terestrial seperti menara seluler atau kabel serat optik rusak akibat bencana alam – gempa bumi, banjir, atau letusan gunung berapi – satelit seringkali menjadi satu-satunya jalur komunikasi yang tersisa. Kehadiran IMP dengan jangkauan luas dan keandalannya dapat mendukung koordinasi tim penyelamat, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan komunikasi darurat bagi masyarakat yang terdampak. Ini menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur satelit bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai bagian fundamental dari ketahanan nasional dan sistem mitigasi bencana.
Melalui Internet Merah Putih, Telkomsat menargetkan peningkatan signifikan jumlah masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor yang dapat menikmati konektivitas yang andal dan berkelanjutan. Visi ini selaras sepenuhnya dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mencapai pemerataan akses digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh lapisan masyarakat. Dengan menyediakan infrastruktur yang memungkinkan, Telkomsat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem digital yang kuat dan merata di seluruh negeri. Ini bukan hanya tentang penyediaan internet, melainkan tentang membuka gerbang peluang baru, mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta mempersiapkan Indonesia menghadapi era digital secara menyeluruh dan kompetitif di kancah global.
Pengembangan layanan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Telkomsat untuk terus berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam solusi konektivitas satelit di Indonesia. Dengan kecepatan 50 Mbps dan dukungan teknologi HTS yang mutakhir, IMP bukan hanya sekadar layanan internet, melainkan sebuah jembatan digital yang menghubungkan harapan, potensi, dan masa depan di setiap sudut Indonesia. Langkah strategis ini menegaskan posisi Telkomsat sebagai penyedia solusi konektivitas satelit nasional yang responsif terhadap perubahan zaman dan berorientasi pada masa depan digital Indonesia yang lebih cerah, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

