Jakarta – Antusiasme di kalangan penggemar Apple kembali memuncak seiring beredarnya bocoran mengenai iPhone 17e, model entry-level terbaru yang disiapkan oleh raksasa teknologi asal Cupertino tersebut. Sebagai penerus seri "e" yang dikenal menawarkan inovasi Apple dengan harga yang lebih terjangkau, iPhone 17e diharapkan membawa sejumlah pembaruan signifikan yang menarik perhatian konsumen global. Menjelang pengumuman resminya yang dikabarkan akan segera tiba, detail desain dan deretan fitur yang akan diusung iPhone 17e telah bocor secara ekstensif di internet, memicu perdebatan sengit terutama terkait penggunaan Dynamic Island.
Informasi awal mengenai desain iPhone 17e ini dibagikan oleh YouTuber kenamaan, Jon Prosser, melalui kanal YouTube-nya, FrontPage Tech. Prosser, yang dikenal sering membocorkan rahasia perusahaan teknologi, termasuk Apple, saat ini sedang dalam situasi hukum yang unik karena digugat oleh Apple atas tuduhan membocorkan informasi rahasia sebelumnya. Status ini tentu menambah lapisan intrik pada setiap bocoran yang ia publikasikan. Render yang ia tampilkan dalam video tersebut menunjukkan iPhone 17e dengan tampilan yang, secara garis besar, masih mempertahankan filosofi desain iPhone murah generasi sebelumnya. Namun, ada satu pembaruan visual mencolok yang segera menarik perhatian: kehadiran kapsul Dynamic Island yang menggantikan notch tradisional di layar.
Kehadiran Dynamic Island di iPhone 17e menjadi poin paling kontroversial dari bocoran Prosser. Dynamic Island, fitur inovatif yang pertama kali diperkenalkan pada iPhone 14 Pro dan kemudian dibawa ke seluruh lini iPhone 15, telah menjadi salah satu ciri khas model premium Apple. Ia tidak hanya berfungsi sebagai "rumah" bagi kamera depan dan sensor Face ID, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat notifikasi interaktif, Live Activities, dan berbagai informasi kontekstual lainnya. Jika benar-benar hadir di iPhone 17e, ini akan menjadi langkah besar Apple dalam mendemokratisasikan fitur premiumnya ke segmen pasar yang lebih luas.
Namun, bocoran Prosser ini langsung berbenturan dengan klaim dari sumber-sumber lain yang sebelumnya mengindikasikan bahwa Apple tidak akan menyematkan Dynamic Island pada iPhone 17e. Sumber-sumber tersebut berpendapat bahwa Apple kemungkinan besar masih akan mempertahankan notch lama pada model entry-level ini, sebagai bagian dari strategi diferensiasi produk untuk membedakannya dari lini iPhone "reguler" dan "Pro" yang lebih mahal. Jon Prosser sendiri, dalam videonya, mengaku tidak sepenuhnya yakin mengenai kebenaran informasi Dynamic Island ini. Keraguan Prosser, ditambah dengan rekam jejaknya yang terkadang akurat namun di lain waktu meleset, menjadikan misteri Dynamic Island ini semakin tebal.
Keputusan Apple untuk memasukkan atau tidak memasukkan Dynamic Island pada iPhone 17e memiliki implikasi strategis yang mendalam. Jika Dynamic Island disertakan, ini bisa menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan tampilan modern tanpa harus merogoh kocek lebih dalam untuk model Pro. Namun, ini juga berpotensi mengikis daya tarik dan nilai eksklusivitas model iPhone yang lebih mahal. Di sisi lain, jika Apple tetap mempertahankan notch, mereka dapat mempertahankan perbedaan harga dan fitur yang jelas antar lini produk, sekaligus memangkas biaya produksi untuk iPhone 17e. Pilihan ini akan mencerminkan bagaimana Apple menyeimbangkan antara inovasi, biaya, dan segmentasi pasar.
Terlepas dari perdebatan Dynamic Island, Prosser juga memberikan bocoran mengenai peningkatan signifikan pada sektor kamera. Jika iPhone 17e memang mendapatkan upgrade Dynamic Island, Prosser mengindikasikan bahwa ponsel murah ini kemungkinan besar akan dilengkapi dengan kamera selfie 18 MP baru. Kamera depan ini diperkirakan akan hadir dengan fitur Center Stage, sebuah teknologi cerdas yang pertama kali diperkenalkan pada iPad. Center Stage secara otomatis menyesuaikan sudut pandang kamera untuk menjaga subjek tetap berada di tengah bingkai selama panggilan video, bahkan saat mereka bergerak. Fitur ini akan menjadi nilai tambah yang besar bagi pengalaman panggilan video dan vlogging ringan, menyamai fitur yang ditawarkan pada iPhone 17 series lainnya yang lebih tinggi.
Untuk kamera belakang, iPhone 17e disebut masih akan mengandalkan konfigurasi satu kamera, sebuah ciri khas dari model "e" sebelumnya. Namun, resolusinya akan ditingkatkan menjadi 48 MP. Peningkatan resolusi ini, meskipun masih dalam konfigurasi lensa tunggal, dipercaya akan membawa peningkatan signifikan, terutama dalam performa low-light. Kamera 48 MP pada iPhone modern biasanya menggunakan teknologi pixel binning, di mana empat piksel kecil digabungkan menjadi satu piksel besar untuk menangkap lebih banyak cahaya, menghasilkan foto 12 MP yang lebih terang dan detail, terutama dalam kondisi pencahayaan redup. Ini akan menjadi lompatan besar dibandingkan dengan performa kamera iPhone 16e, menawarkan kualitas gambar yang lebih tajam dan kaya detail dalam berbagai skenario pencahayaan.
Sisi layar iPhone 17e dilaporkan akan mempertahankan ukuran 6,1 inci, sama seperti pendahulunya, iPhone 16e. Begitu pula dengan refresh rate yang masih 60Hz. Meskipun banyak ponsel Android di segmen harga serupa mulai mengadopsi refresh rate yang lebih tinggi (90Hz atau 120Hz) untuk pengalaman scrolling yang lebih mulus, Apple tampaknya masih akan mempertahankan 60Hz pada model entry-level ini. Ini adalah strategi yang konsisten dengan upaya Apple untuk membedakan model dasar dari model Pro, yang menawarkan teknologi ProMotion dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Bagi sebagian besar pengguna, 60Hz masih cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari, dan mempertahankan spesifikasi ini membantu Apple mengelola biaya produksi.

Kapasitas baterai juga dilaporkan akan tetap besar, yakni 4.000 mAh, sama seperti yang diusung iPhone 16e. Kapasitas ini dianggap cukup mumpuni untuk mendukung penggunaan sehari penuh, mengingat efisiensi chip Apple yang selalu optimal. Meskipun tidak ada peningkatan kapasitas, optimasi perangkat lunak dan efisiensi chip baru diharapkan dapat memberikan daya tahan baterai yang lebih baik atau setidaknya setara.
Salah satu upgrade terbesar yang dijanjikan pada iPhone 17e adalah dukungan MagSafe. MagSafe, teknologi magnetik yang memungkinkan pengisian daya nirkabel yang presisi dan pemasangan aksesori magnetik lainnya, sebelumnya hanya tersedia di lini iPhone yang lebih premium. Kehadiran MagSafe pada iPhone 17e akan membuka pintu bagi ekosistem aksesori MagSafe yang luas, mulai dari charger nirkabel hingga dompet dan case magnetik, meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas bagi pengguna model entry-level ini. Ini adalah langkah strategis Apple untuk memperluas jangkauan ekosistem MagSafe ke lebih banyak konsumen.
Dari segi konektivitas, ponsel ini kabarnya akan dilengkapi dengan modem C1X dan chipset jaringan N1. Kombinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja konektivitas secara signifikan, termasuk kecepatan 5G yang lebih stabil dan cepat, serta performa Wi-Fi yang lebih baik. Peningkatan modem dan chipset jaringan ini penting untuk memastikan iPhone 17e tetap relevan di era konektivitas yang semakin cepat.
Untuk performa, iPhone 17e akan ditenagai oleh chip A19 versi "binned". Istilah "binned" merujuk pada praktik di mana chip yang memiliki sedikit cacat minor atau performa sedikit di bawah standar optimal dari versi full-spec dijual dengan harga lebih rendah atau digunakan pada perangkat entry-level. Ini berarti performa A19 "binned" pada iPhone 17e mungkin tidak akan sekencang A19 yang ada di iPhone 17 standar atau iPhone 17 Pro, tetapi tetap akan menawarkan peningkatan signifikan dibandingkan chip generasi sebelumnya. Strategi ini memungkinkan Apple untuk menawarkan chip terbaru dengan biaya yang lebih efisien, memastikan iPhone 17e tetap sangat mumpuni untuk sebagian besar tugas sehari-hari, dari gaming hingga multitasking, seperti dikutip dari 9to5Mac, Senin (16/2/2026).
Pilihan warna iPhone 17e kemungkinan akan kembali hadir dalam opsi klasik hitam dan putih. Namun, ada kabar menarik bahwa Apple sedang menguji coba pilihan warna lavender. Meskipun belum pasti akan dipakai di versi final, kehadiran warna baru ini menunjukkan upaya Apple untuk menawarkan variasi yang lebih segar dan menarik bagi konsumen muda, mirip dengan strategi warna-warni cerah yang sering mereka terapkan pada model iPhone standar.
Terakhir, dan mungkin yang paling menarik bagi calon pembeli, adalah informasi mengenai harga. iPhone 17e disebut akan hadir dengan harga mulai dari USD 599 untuk varian 128GB, sama persis seperti iPhone 16e yang diluncurkan tahun lalu. Konsistensi harga ini adalah kabar baik, mengingat banyaknya upgrade fitur yang ditawarkan. Rumor soal harga iPhone 17e yang tidak berubah ini juga digaungkan oleh analis Mark Gurman, yang dikenal memiliki rekam jejak yang sangat terpercaya dalam memprediksi rencana Apple. Stabilitas harga ini akan menjadikan iPhone 17e pilihan yang sangat kompetitif di pasar smartphone mid-range premium, menawarkan nilai lebih dengan investasi yang sama.
Jika semua bocoran ini akurat, kita tidak perlu menunggu lama untuk mengetahuinya. iPhone 17e kabarnya akan diluncurkan pekan depan, tepatnya pada tanggal 19 Februari. Tanggal peluncuran yang sangat spesifik ini, meskipun sedikit tidak biasa untuk pola pengumuman besar Apple yang biasanya melalui acara khusus, bisa jadi mengindikasikan rilis melalui siaran pers. Ini berarti dalam hitungan hari, kita akan mendapatkan konfirmasi resmi mengenai semua rumor ini, termasuk apakah Dynamic Island yang sangat dinantikan itu benar-benar akan hadir di iPhone 17e atau tidak. Para penggemar dan pengamat industri tentunya akan menanti dengan penuh harap bagaimana Apple akan memposisikan iPhone 17e di pasar yang semakin kompetitif.
(vmp/vmp)

