0

Pisa Vs Milan: Luka Modric Menangkan Rossoneri 2-1

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AC Milan berhasil meraih kemenangan krusial atas Pisa dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Romeo Anconetani pada Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB, menjadi saksi bisu kejelian taktik dan ketenangan seorang Luka Modric yang mencetak gol penentu kemenangan Rossoneri jelang akhir pertandingan. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Milan, tetapi juga memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen sementara.

Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup tinggi, kedua tim saling jual beli serangan sejak menit-menit awal. Peluang pertama Milan datang di menit ke-11 melalui sundulan keras Adrien Rabiot menyambut sebuah umpan silang. Sayangnya, bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Pisa yang dijaga oleh Nicolas David Andrade. Pisa, yang bermain di hadapan publik sendiri, tidak tinggal diam. Mereka hampir saja membuka keunggulan di menit ke-30 melalui sebuah tembakan terukur dari Filip Stojilkovic. Namun, kiper Milan, Mike Maignan, menunjukkan refleks yang luar biasa untuk memblok bola dan menggagalkan peluang tersebut.

Sembilan menit berselang, AC Milan berhasil memecah kebuntuan. Sebuah skema serangan yang apik dari sisi sayap menghasilkan umpan silang matang dari Zachary Athekame. Ruben Loftus-Cheek, dengan naluri predatornya, menyambut bola tersebut dengan sundulan keras yang mengarah ke sudut kiri gawang Pisa. Nicolas David Andrade, meskipun sudah berusaha menjangkau, tak mampu berbuat banyak menahan laju bola yang merobek jala gawangnya. Skor 1-0 untuk keunggulan AC Milan bertahan hingga jeda babak pertama.

Memasuki paruh kedua, AC Milan berpeluang untuk menggandakan keunggulan mereka. Di menit ke-54, wasit menunjuk titik putih setelah Felipe Loyola dianggap menjatuhkan Strahinja Pavlovic di dalam kotak terlarang. Niclas Fullkrug yang maju sebagai eksekutor penalti, sayangnya, harus menelan pil pahit. Tembakannya yang terarah justru membentur tiang gawang, membuang kesempatan emas untuk memberikan keunggulan yang lebih nyaman bagi timnya.

Kegagalan penalti tersebut seolah menjadi momentum bagi Pisa untuk bangkit. Tuan rumah berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk menyamakan kedudukan di menit ke-71. Berawal dari perebutan bola yang cukup sengit di area penalti Milan antara Stefano Moreo dan Pavlovic, bola liar kemudian mendarat tepat di depan kaki Felipe Loyola. Tanpa ragu, Loyola melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu diantisipasi oleh Maignan, membuat skor kembali imbang 1-0.

Namun, AC Milan menunjukkan mentalitas juara mereka. Di menit ke-85, sebuah kombinasi permainan satu-dua yang cerdas antara Luka Modric dan Samuele Ricci berhasil membuka pertahanan Pisa. Modric, dengan ketenangannya yang luar biasa, menyelesaikan akselerasi tersebut dengan sebuah tembakan chip jarak dekat yang bersarang di sudut kanan gawang Pisa. Nicolas David Andrade, yang sudah tertipu oleh pergerakan Modric, hanya bisa terpaku melihat bola masuk ke gawangnya. Gol ini menjadi gol penentu kemenangan bagi Rossoneri.

Petaka kembali menimpa AC Milan di menit-menit akhir pertandingan. Adrien Rabiot harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua di menit 90+1. Kartu kuning pertamanya diberikan karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Gabriele Piccinini, namun protes kerasnya terhadap keputusan wasit berujung pada kartu kuning kedua dan pengusiran dari lapangan. Meskipun bermain dengan sepuluh orang, AC Milan berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi AC Milan dalam perburuan gelar Serie A. Dengan tambahan tiga poin, tim asuhan Stefano Pioli ini kini menduduki peringkat kedua klasemen sementara dengan total 53 poin dari 24 pertandingan yang telah dilakoni. Mereka hanya terpaut lima poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan, yang terus menunjukkan performa impresif. Sementara itu, bagi Pisa, kekalahan ini semakin memperburuk posisi mereka di zona degradasi. Tim tuan rumah kini tertahan di urutan ke-19 klasemen dengan hanya mengoleksi 15 poin dari 25 pertandingan, menghadapi ancaman nyata untuk terdegradasi ke Serie B musim depan.

Pertandingan ini menunjukkan betapa krusialnya pengalaman dan ketenangan seorang pemain seperti Luka Modric, terutama dalam momen-momen krusial. Golnya bukan hanya memberikan kemenangan bagi timnya, tetapi juga menunjukkan bahwa ia masih memiliki kualitas kelas dunia yang dapat diandalkan di usia yang tidak lagi muda. Di sisi lain, Pisa menunjukkan perlawanan yang gigih dan mampu menyulitkan tim besar seperti AC Milan, meskipun pada akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, kemungkinan besar akan memuji semangat juang anak asuhnya, terutama kemampuan mereka untuk bangkit setelah kebobolan dan menghadapi situasi sulit seperti penalti yang gagal dan kartu merah. Namun, ia juga akan menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi dan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, seperti yang terjadi pada Adrien Rabiot. Kemenangan ini memberikan dorongan moral yang besar bagi Milan untuk terus bersaing di papan atas dan menjaga asa juara hingga akhir musim.

Dari kubu Pisa, meskipun menelan kekalahan, penampilan mereka menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan. Felipe Loyola menjadi sorotan dengan gol penyama kedudukan yang indah, dan Filip Stojilkovic sempat memberikan ancaman nyata bagi pertahanan Milan. Namun, konsistensi dan kedalaman skuad tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi mereka untuk bisa keluar dari zona merah.

Secara keseluruhan, pertandingan antara Pisa dan AC Milan ini menyajikan drama dan tensi yang tinggi, khas Serie A. Kemenangan Milan tidak hanya berkat gol-gol mereka, tetapi juga karena determinasi dan keberanian untuk terus berjuang hingga akhir, bahkan ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Luka Modric sekali lagi membuktikan statusnya sebagai pemain legendaris yang mampu memberikan dampak signifikan bagi timnya.

Berikut adalah susunan pemain lengkap kedua tim dalam pertandingan tersebut:

Pisa: Andrade; Bozhinov, Caracciolo, Canestrelli; Angori, Aebischer (Akinsanmiro 56′), Loyola (Durosinmi 90+1′), Toure (Leris 86′); Tramoni (Iling-Junior 57′), Moreo (Piccinini 87′); Stojilkovic.

AC Milan: Maignan; Pavlovic, Gabbia, Tomori; Bartesaghi, Rabiot, Modric, Fofana (Ricci 72′), Athekame (Pulisic 77′); Nkunku (Fullkrug 46′ (De Winter 90′)), Loftus-Cheek (Leao 72′).

Pertandingan ini juga menyoroti peran penting dari para pemain pengganti yang berhasil memberikan kontribusi. Pergantian pemain yang dilakukan oleh kedua pelatih menunjukkan adanya strategi yang matang untuk mengoptimalkan potensi tim mereka di sepanjang pertandingan. Keberhasilan Samuele Ricci dalam membangun serangan yang berujung pada gol Modric adalah contoh nyata dari efektifnya rotasi pemain. Demikian pula, Pisa mencoba melakukan perubahan untuk mencari gol tambahan, meskipun tidak berhasil.

Dampak kemenangan ini bagi AC Milan tidak hanya terbatas pada klasemen. Mentalitas yang ditunjukkan dalam pertandingan ini, yaitu kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan dan meraih kemenangan dramatis, akan menjadi modal berharga dalam menghadapi pertandingan-pertandingan krusial lainnya di sisa musim ini, termasuk potensi duel langsung dengan rival abadi mereka, Inter Milan.

Bagi Pisa, kekalahan ini memang menyakitkan, namun mereka harus segera bangkit dan belajar dari kesalahan. Setiap pertandingan di Serie A sangatlah penting, dan setiap poin yang bisa diraih akan sangat berharga dalam upaya mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Perjuangan mereka di sisa musim ini dipastikan akan sangat berat, namun semangat juang yang telah ditunjukkan melawan Milan bisa menjadi bekal mereka untuk meraih hasil positif di laga-laga mendatang.

Secara keseluruhan, pertandingan ini memberikan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola, dengan aksi-aksi menegangkan, gol-gol indah, dan drama yang mewarnai setiap menitnya. Kemenangan AC Milan atas Pisa menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi, dan pengalaman serta ketenangan pemain kunci seringkali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Luka Modric, sekali lagi, menjadi pahlawan bagi Rossoneri dalam laga tandang yang sulit ini.