Timnas Indonesia, melalui koordinasi strategis antara Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) dan Badan Tim Nasional (BTN), telah secara resmi menetapkan daftar nomor pertandingan esports yang akan diikuti dalam gelaran Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Dari total sebelas nomor pertandingan yang disiapkan oleh Komite Olimpiade Asia (OCA) dan panitia penyelenggara, Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya dengan memutuskan untuk berpartisipasi di sembilan nomor, sebuah langkah yang mencerminkan fokus dan optimisme terhadap potensi medali. Keputusan ini merupakan tonggak awal yang krusial dalam perjalanan panjang menuju panggung kompetisi esports terbesar di Asia.
Sembilan nomor pertandingan yang menjadi pilihan Indonesia adalah Gran Turismo 7, eFootball, PUBG Mobile, Martial Arts (yang mencakup Street Fighter 6, Tekken 8, dan King Of Fighters XV secara kolektif), Pokemon Unite, Identity V, Honor of Kings, Naraka, dan Mobile Legends: Bang Bang. Pilihan ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan didasarkan pada analisis mendalam mengenai kekuatan atlet Indonesia, popularitas game di kancah domestik dan regional, serta peluang meraih prestasi tertinggi. Setiap judul game memiliki karakteristik unik yang menuntut strategi dan keahlian berbeda, dan Indonesia berupaya memaksimalkan peluang di setiap kategori.
Gran Turismo 7 dan eFootball mewakili genre simulasi olahraga yang semakin populer. Kedua game ini menawarkan pengalaman kompetitif yang mendekati olahraga konvensional, menuntut presisi tinggi, strategi balapan atau sepak bola yang cerdas, serta kemampuan adaptasi yang cepat. Kehadiran game-game ini menunjukkan inklusi esports yang lebih luas, menjangkau penggemar olahraga tradisional sekaligus menarik minat komunitas gaming.
Sementara itu, PUBG Mobile, sebagai salah satu game Battle Royale paling dominan di dunia, telah membuktikan diri sebagai lahan subur bagi talenta esports Indonesia. Keberhasilan tim-tim Indonesia di berbagai turnamen internasional, termasuk perolehan medali di ajang multi-olahraga sebelumnya seperti SEA Games, menjadi dasar kuat untuk kembali menargetkan podium. PUBG Mobile menuntut kerja sama tim yang solid, strategi bertahan hidup, dan akurasi tembakan yang luar biasa.
Kategori Martial Arts, yang secara unik menggabungkan tiga judul game fighting legendaris—Street Fighter 6, Tekken 8, dan King Of Fighters XV—menjadi tantangan tersendiri. Keputusan panitia penyelenggara yang mewajibkan partisipan untuk mengikuti ketiga judul jika memilih kategori ini menunjukkan betapa komprehensifnya keahlian yang dituntut. Ini menyoroti kemampuan adaptasi dan penguasaan mekanik berbagai game fighting oleh para atlet. Genre ini mengandalkan refleks cepat, penguasaan karakter, dan strategi membaca lawan, sebuah domain di mana Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melahirkan talenta-talenta berbakat.
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Honor of Kings, dua raksasa dalam genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) mobile, adalah pilihan yang sangat strategis. Terutama MLBB, yang memiliki basis penggemar dan pemain yang sangat besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dominasi Indonesia di kancah MLBB regional tidak perlu diragukan lagi, menjadikannya salah satu harapan terbesar untuk meraih medali emas. Honor of Kings, meskipun lebih populer di pasar Tiongkok, juga memiliki potensi untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional. Kedua game ini menuntut kerja sama tim yang luar biasa, pemahaman strategi makro dan mikro, serta eksekusi yang sempurna.
Pokemon Unite, Identity V, dan Naraka melengkapi daftar dengan menawarkan variasi genre yang menarik. Pokemon Unite adalah MOBA dengan sentuhan unik dari dunia Pokemon, menuntut strategi dan kolaborasi tim. Identity V adalah game survival horror asimetris yang membutuhkan kecerdikan dan kerja sama tim dalam suasana yang menegangkan. Naraka, dengan genre battle royale-nya yang berfokus pada pertarungan jarak dekat dan mobilitas tinggi, juga menawarkan arena kompetitif yang unik. Pilihan ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjajaki peluang di berbagai jenis game, bahkan di judul-judul yang mungkin belum sepopuler MLBB atau PUBG Mobile.
Richard Permana, Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, mengungkapkan optimisme dan keseriusan dalam menghadapi tahapan selanjutnya. "Entry ini memastikan Indonesia tetap berada dalam jalur resmi menuju Asian Games. Kami menunggu informasi teknis kualifikasi dari penyelenggara agar dapat menyesuaikan langkah berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya, seperti yang diterima oleh detikINET pada Jumat (13/2/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa proses pendaftaran awal hanyalah langkah pertama dari serangkaian tahapan panjang dan menantang.
PB ESI juga dengan tegas mengingatkan bahwa status "entry by number" ini merupakan tahapan administrasi awal dan belum secara otomatis menjamin suatu negara untuk tampil pada pertandingan utama di Aichi-Nagoya, Jepang. Seluruh negara yang telah melakukan pendaftaran, termasuk Indonesia, tetap diwajibkan untuk mengikuti proses "Qualifier Road to Main Event" sesuai dengan syarat dan ketentuan yang akan ditetapkan oleh panitia penyelenggara Asian Games (AINAGOC) bersama dengan masing-masing publisher game. Ini adalah standar prosedur internasional untuk memastikan bahwa hanya tim dan atlet terbaik yang berhak bersaing di panggung utama, menjaga integritas dan kualitas kompetisi.
Informasi detail mengenai jadwal dan format pertandingan kualifikasi masih belum diumumkan secara resmi. Namun, panitia penyelenggara merencanakan pengumuman resmi mengenai pelaksanaan kualifikasi akan disampaikan pada Maret 2026. Hasil dari babak kualifikasi inilah yang akan menjadi penentu negara-negara mana saja yang berhak melaju ke Main Event. Fase kualifikasi ini seringkali melibatkan serangkaian turnamen regional atau online yang intens, di mana setiap tim harus membuktikan dominasinya untuk mengamankan slot yang sangat terbatas.
Mengingat pentingnya babak kualifikasi, PB ESI menyatakan komitmen penuh untuk memastikan persiapan Atlet Timnas Esports Indonesia dilakukan secara terarah, melalui penguatan program yang profesional dan berkesinambungan. Program persiapan ini diperkirakan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari latihan intensif, analisis strategi mendalam, sesi bootcamp, dukungan psikolog olahraga untuk menjaga kesehatan mental dan ketahanan atlet, hingga pembinaan fisik yang memadai. Tujuannya adalah untuk menciptakan fondasi terbaik bagi para atlet, agar mereka memiliki peluang maksimal untuk melaju ke Main Event dan bersaing memperebutkan medali.
Meskipun harapan besar disematkan, PB ESI belum mengumumkan daftar atlet esports yang akan mewujudkan harapan tersebut. Proses seleksi atlet kemungkinan besar akan dilakukan secara bertahap, mungkin setelah hasil kualifikasi diumumkan atau melalui serangkaian seleksi nasional yang ketat, untuk memastikan bahwa hanya talenta-talenta terbaik dan paling siap yang akan mewakili Indonesia.
Di sisi lain, terdapat dua nomor pertandingan yang tidak diikuti oleh Timnas Esports Indonesia, yaitu League of Legends (PC) dan Puyo Puyo Champions (PC). Keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam judul-judul ini kemungkinan didasari oleh pertimbangan strategis, seperti fokus pada game di mana Indonesia memiliki basis pemain yang lebih kuat, sumber daya pelatihan yang lebih terarah, atau potensi medali yang lebih tinggi di nomor lain. League of Legends, meskipun merupakan salah satu game esports terbesar di dunia, seringkali didominasi oleh negara-negara seperti Korea Selatan dan Tiongkok, sehingga fokus pada game lain mungkin merupakan langkah yang lebih pragmatis. Sementara Puyo Puyo Champions, sebagai game puzzle, mungkin tidak memiliki basis kompetitif yang cukup kuat di Indonesia untuk bersaing di level Asia.
Perlu ditekankan lagi mengenai nomor pertandingan Martial Arts. Partisipan tidak bisa memilih salah satu dari tiga game yang dipertandingkan; setiap negara yang memilih kategori ini harus ikut serta dalam semua game yang termasuk di dalamnya, yaitu Street Fighter 6, Tekken 8, dan King Of Fighters XV. Ini menuntut fleksibilitas dan keahlian yang luas dari para atlet fighting game, yang harus mampu menguasai berbagai mekanik dan gaya permainan dari tiga judul berbeda.
Partisipasi esports di Asian Games merupakan ekstensi penting dari pengakuan olahraga elektronik di kancah global. Sejak debutnya sebagai olahraga demonstrasi pada Asian Games 2018 dan kemudian menjadi olahraga medali penuh pada Asian Games 2022 (yang diselenggarakan pada 2023), esports terus menunjukkan potensi dan daya tariknya. Bagi Indonesia, Asian Games 2026 di Jepang adalah kesempatan emas untuk kembali menunjukkan kekuatan dan talenta esportsnya. Pada Asian Games sebelumnya, Indonesia telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing, dan pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga untuk persiapan di Aichi-Nagoya.
Dengan pengumuman ini, Indonesia telah mengambil langkah penting pertama dalam perjalanan menuju Asian Games 2026. Fokus kini beralih ke tahapan kualifikasi yang akan datang dan proses persiapan intensif yang akan dijalankan oleh PB ESI dan BTN. Dukungan penuh dari masyarakat dan para penggemar esports di Indonesia akan menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk berjuang keras, mengharumkan nama bangsa, dan membawa pulang medali dari panggung olahraga terbesar di Asia. Perjalanan ini masih panjang, penuh tantangan, namun dengan strategi yang matang dan persiapan yang profesional, impian untuk meraih kejayaan di Asian Games 2026 semakin nyata.

