BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Barcelona mengalami mimpi buruk di leg pertama semifinal Copa del Rey musim ini, takluk telak 0-4 dari Atletico Madrid di Stadion Metropolitano. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Blaugrana, namun pelatih Hansi Flick menegaskan bahwa timnya belum menyerah dan masih memiliki harapan untuk membalikkan keadaan di leg kedua. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB ini, sejak awal babak pertama, seolah menjadi bencana bagi Barcelona. Pertahanan mereka rapuh dan lini tengah tidak mampu memberikan kontrol.
Babak pertama pertandingan ini benar-benar menjadi neraka bagi Barcelona. Dalam kurun waktu 45 menit pertama, gawang mereka berhasil dibobol empat kali oleh Atletico Madrid. Kesalahan fatal dari Eric Garcia pada menit ke-7 membuka keran gol Atletico. Blunder defensif ini dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah. Tak berhenti di situ, pertahanan Barcelona yang terlihat begitu bolong dan tidak terorganisir dengan baik, kembali dieksploitasi oleh Atletico. Antoine Griezmann mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-14, menggandakan keunggulan Atletico. Keperkasaan Atletico semakin terasa ketika Ademola Lookman berhasil mencetak gol ketiga di menit ke-33, semakin menambah tekanan pada tim tamu. Dan sebelum babak pertama usai, Julian Alvarez menutup pesta gol Atletico dengan gol keempatnya di menit-menit akhir babak pertama. Skor 4-0 di paruh pertama pertandingan ini jelas merupakan pukulan telak yang sulit diterima oleh kubu Barcelona.
Memasuki babak kedua, Barcelona berupaya untuk bangkit dan mencari gol balasan. Mereka mencoba untuk membangun serangan dan menguasai bola lebih banyak. Ada momen ketika Pau Cubarsi berhasil mencetak gol, namun sayangnya gol tersebut dianulir oleh wasit setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Keputusan ini diambil karena Robert Lewandowski, yang terlibat dalam proses gol tersebut, kedapatan berada dalam posisi offside sebelum bola masuk ke gawang. Kekecewaan Barcelona semakin bertambah ketika Eric Garcia kembali menjadi sorotan negatif. Pada menit ke-85, pemain bertahan Barcelona ini diusir dari lapangan oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Alex Baena, yang merupakan pemain terakhir di lini pertahanan. Kartu merah ini semakin memperberat kondisi Barcelona, yang sudah tertinggal empat gol dan bermain dengan sepuluh orang di menit-menit akhir pertandingan.
Situasi yang dihadapi Barcelona kini menjadi sangat berat. Untuk dapat melaju ke babak final Copa del Rey, mereka harus meraih kemenangan dengan selisih lima gol pada leg kedua yang akan digelar di kandang mereka, Camp Nou, pada tanggal 4 Maret mendatang. Sebuah tugas yang monumental dan membutuhkan performa luar biasa dari seluruh pemain. Namun, di tengah optimisme yang mulai memudar di kalangan penggemar, pelatih Hansi Flick masih menunjukkan keyakinannya pada kemampuan timnya. Ia menekankan bahwa kekalahan ini, meskipun menyakitkan, bisa menjadi pelajaran berharga. Flick mengakui bahwa timnya tidak bermain dengan baik di babak pertama, dengan jarak antar pemain yang terlalu jauh dan minimnya intensitas dalam menekan lawan.
"Sebagai tim kami tak bermain baik di babak pertama. Jarak antar pemain terlalu jauh. Kami tak menekan seperti seharusnya," ujar Flick usai laga, dikutip dari ESPN. Pernyataan ini menunjukkan kejujuran sang pelatih dalam mengevaluasi performa timnya. Ia tidak menutupi fakta bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Namun, Flick melihat sisi positif dari kekalahan ini. "Kami mendapat pelajaran di 45 menit pertama. Kadang kala ini bagus di momen yang tepat. Mungkin hari ini adalah momen yang tepat," tambahnya, menunjukkan bahwa ia melihat kekalahan ini sebagai katalisator untuk perubahan. Flick percaya bahwa momen sulit seperti ini justru bisa memunculkan semangat juang yang lebih besar.
Lebih lanjut, Flick mengungkapkan kebanggaannya terhadap para pemainnya, meskipun ia mengakui bahwa performa di babak pertama bukanlah cerminan dari apa yang ia harapkan. "Saya tetap bangga dengan tim saya, mungkin tidak di 45 menit pertama, namun sepanjang musim. Saat kalian melihat banyak cedera yang kami alami musim ini, lalu bagaimana kami beradaptasi. Hari ini adalah kekalahan yang berat namun saya bangga dengan tim saya," tuturnya. Flick menyoroti ketangguhan timnya dalam menghadapi badai cedera yang melanda sepanjang musim ini. Ia mengakui bahwa situasi ini menguji kedalaman skuad dan kemampuan adaptasi tim. Meskipun hasil akhirnya mengecewakan, ia melihat kerja keras dan dedikasi para pemainnya dalam menghadapi tantangan tersebut.
Flick menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang dalam penampilan timnya di awal pertandingan. Ia melihat Atletico Madrid bermain dengan intensitas yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar. "Kami akan kembali. Kami perlu memulai dari awal. Ketika melihat para pemain Atletico, mereka lebih lapar, lebih niat. Ini yang saya mau dari menit pertama. Kami tak menunjukkan itu di babak pertama," jelasnya. Pernyataan ini menjadi sebuah kritik sekaligus motivasi bagi para pemain Barcelona. Flick ingin melihat semangat juang yang sama seperti yang ditunjukkan oleh para pemain Atletico. Ia ingin timnya bermain dengan determinasi dan keinginan yang kuat sejak peluit awal dibunyikan.
Meskipun tertinggal empat gol, Flick tetap optimistis dengan peluang Barcelona di leg kedua. Ia percaya bahwa segalanya masih mungkin terjadi dalam sepak bola. "Masih ada leg kedua. Kami akan berjuang. Tujuan kami adalah unggul 2-0 di tiap babak. Kami butuh kehadiran para suporter kami di Camp Nou dan mari kita lihat apa yang terjadi," tegasnya. Flick berjanji bahwa timnya akan berjuang keras di leg kedua. Ia menetapkan target untuk memenangkan setiap babak, yang secara implisit berarti mereka harus mencetak gol sebanyak mungkin dan meminimalkan kebobolan. Dukungan dari para penggemar di Camp Nou menjadi salah satu faktor kunci yang diharapkan oleh Flick untuk membangkitkan semangat tim. Dengan selisih gol yang besar, Barcelona membutuhkan keajaiban, namun Flick memilih untuk fokus pada proses dan keyakinan bahwa timnya mampu memberikan perlawanan yang berarti. Kekalahan telak ini memang menjadi pukulan yang menyakitkan, namun semangat pantang menyerah dari pelatih dan janji untuk berjuang di leg kedua menjadi secercah harapan bagi para pendukung Barcelona.

