0

DFB Pokal: Kalahkan RB Leipzig 2-0, Bayern Munich ke Semifinal

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Bayern Munich mengukuhkan dominasinya di ajang DFB Pokal dengan melaju mulus ke babak semifinal setelah berhasil menundukkan RB Leipzig dalam laga perempat final yang sengit. Kemenangan dua gol tanpa balas ini dicetak oleh dua pemain krusial Die Roten, Harry Kane dan Luis Diaz, yang menunjukkan ketajaman lini serang Bayern di Allianz Arena pada Kamis, 12 Februari 2026. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kekuatan Bayern, tetapi juga menampilkan sejumlah momen dramatis dan taktis yang menarik untuk dicermati.

Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas pertandingan langsung terasa tinggi. RB Leipzig yang datang dengan ambisi untuk memberikan kejutan, nyaris mencuri keunggulan cepat di menit keempat. Sebuah umpan matang dari Yan Diomande berhasil diselesaikan dengan tendangan voli spektakuler oleh Christoph Baumgartner. Bola sepakan Baumgartner meluncur deras tanpa bisa diantisipasi oleh kiper veteran Bayern, Manuel Neuer. Namun, sorak sorai para pendukung Leipzig yang hadir di stadion harus tertahan. Wasit memutuskan menganulir gol tersebut setelah melihat tayangan ulang dan menyatakan Baumgartner berada dalam posisi offside saat menerima umpan. Keputusan ini menjadi titik balik awal yang sedikit meredam semangat juang tim tamu.

Setelah momen yang nyaris berbuah gol tersebut, Bayern Munich mulai bangkit dan mengambil inisiatif serangan. Tuan rumah perlahan namun pasti memegang kendali permainan. Harry Kane, striker andalan Bayern, mendapatkan peluang pertamanya di menit ke-12. Sebuah penetrasi apik dari lini tengah membawanya berhadapan dengan kiper RB Leipzig, Maarten Vandevoordt. Sayangnya, tembakan Kane masih bisa dimentahkan oleh Vandevoordt yang tampil sigap di bawah mistar gawang. Tidak berhenti di situ, Kane kembali mengancam di menit ke-21. Kali ini, ia mencoba peruntungannya melalui sundulan keras menyambut umpan silang dari Michael Olise yang melambung dari sisi kanan serangan. Meskipun sundulannya cukup akurat, bola masih belum menemukan sasaran dan melambung di atas mistar gawang.

Menjelang akhir babak pertama, Maarten Vandevoordt benar-benar diuji kemampuannya. Kiper muda RB Leipzig ini harus bekerja ekstra keras untuk menggagalkan dua peluang emas Bayern Munich. Pertama, ia berhasil menepis tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Aleksander Pavlovic, yang menunjukkan kualitas individunya dalam memblok tembakan keras. Tak lama berselang, Vandevoordt kembali menunjukkan refleksnya yang luar biasa dengan mengamankan sundulan berbahaya dari Harry Kane. Berkat penyelamatan gemilang Vandevoordt, skor kacamata bertahan hingga turun minum, mengakhiri babak pertama dengan kedudukan 0-0.

Memasuki babak kedua, Bayern Munich tampak lebih bersemangat untuk membuka keunggulan. Perubahan taktik atau mungkin instruksi dari pelatih tampaknya mulai membuahkan hasil. Titik terang bagi Bayern datang pada menit ke-64 ketika Maarten Vandevoordt melakukan sebuah kesalahan fatal di dalam kotak penalti. Kiper RB Leipzig ini terbukti melakukan pelanggaran terhadap Josip Stanišić yang sedang berusaha mengejar bola. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih sebagai hadiah penalti untuk Bayern Munich. Harry Kane, yang telah membuktikan dirinya sebagai eksekutor penalti handal, maju sebagai algojo. Dengan tenang dan penuh keyakinan, Kane melepaskan tembakan terukur ke arah sudut kanan gawang Leipzig, tidak memberikan kesempatan sedikitpun bagi Vandevoordt untuk mengantisipasinya. Gol penalti ini memecah kebuntuan dan membawa Bayern unggul 1-0.

Momentum gol pertama tampaknya memberikan dorongan kepercayaan diri yang luar biasa bagi Bayern Munich. Hanya berselang tiga menit setelah gol penalti, Die Roten berhasil menggandakan keunggulan mereka. Sebuah umpan panjang nan brilian dilepaskan oleh Michael Olise dari sisi kanan pertahanan. Bola melambung tinggi dan jatuh di area berbahaya. Luis Diaz menunjukkan reaksi tercepat dan ketajaman instingnya sebagai predator di kotak penalti. Dengan sigap, Diaz menyontek bola mendahului pergerakan Vandevoordt yang berusaha keluar dari sarangnya untuk menyergap bola. Gol kedua ini semakin mengukuhkan dominasi Bayern dan membuat mereka unggul 2-0.

Meskipun sudah unggul dua gol, Bayern Munich tidak mengendurkan serangan. Mereka terus berusaha menambah pundi-pundi gol untuk memastikan kemenangan yang lebih meyakinkan. Namun, pertahanan RB Leipzig yang sudah tertekan, masih mampu menahan gelombang serangan Bayern di sisa waktu pertandingan. Di sisi lain, RB Leipzig yang tertinggal dua gol, berjuang keras untuk memperkecil ketertinggalan. Mereka mencoba beberapa serangan balik dan peluang, namun ketangguhan lini pertahanan Bayern yang dikomandoi oleh Manuel Neuer di bawah mistar gawang, membuat mereka kesulitan untuk mencetak gol balasan. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Bayern Munich berhasil mengunci kemenangan 2-0 atas RB Leipzig.

Kemenangan ini menjadi sangat krusial bagi Bayern Munich. Tidak hanya memastikan mereka lolos ke babak semifinal DFB Pokal, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi performa tim di tengah jadwal padat. Harry Kane sekali lagi membuktikan kelasnya sebagai penyerang mematikan, tidak hanya dalam permainan terbuka tetapi juga dari titik putih. Luis Diaz juga menunjukkan kontribusinya yang signifikan dengan gol pentingnya. Di sisi lain, RB Leipzig harus menelan kekecewaan, meskipun mereka telah menunjukkan perlawanan yang gigih, terutama di babak pertama. Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi tim asuhan Xavi Alonso tersebut.

Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim juga menjadi sorotan. Bayern Munich menurunkan skuad terbaiknya dengan formasi yang solid: Neuer di bawah mistar, lini pertahanan dihuni oleh Stanišić, Upamecano, Tah, dan Davies. Di lini tengah, Kimmich dan Pavlovic menjadi motor serangan, didukung oleh Olise dan Gnabry di kedua sayap. Duet mematikan Kane dan Diaz menjadi ujung tombak serangan. Sementara itu, RB Leipzig mengandalkan Vandevoordt di bawah mistar, dengan lini belakang yang diisi oleh Baku, Orbán, Lukeba, dan Raum. Di lini tengah, Schlager dan Seiwald bertugas menjaga kedalaman, dibantu oleh Baumgartner. Trio Diomande, Rémulo, dan Nusa diharapkan mampu memberikan ancaman di lini depan. Pertandingan ini menunjukkan bahwa strategi dan pemilihan pemain memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola yang ketat.